Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Mutiara Kata

Himpunan Hikmah

294 petikan ilmu untuk direnung dan dikongsi.

Rawak
Hikam Ibnu 'Atoillah

035. مَنْ أَشْرَقَتْ بِدَايَتُهُ أَشْرَقَتْ نِهَايَتُهُ.

Siapa yang terang (makmur) waktunya dengan taat di masa salik (permulaannya), pasti akan terang pula di masa akhirnya (sampai- nya) dengan cahaya nur ma'rifat. Siapa yang kuat tawakkalnya di masa bidayah (permulaan), maka akan terang terus hingga masa sampainya ke hadirat Tuhannya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

051. لاَ تَرْحَلْ مِنْ كَوْنٍ إِلَى كَوْنٍ فَتَكُونَ كَحِمَارِ الرَّحَى، يَسِيرُ مِنَ الْمَكَانِ الَّذِي ارْتَحَلَ عَنْهُ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي ارْتَحَلَ إِلَيْهِ، وَلٰكِنِ ارْحَلْ مِنَ الْأَكْوَانِ إِلَى الْمُكَوِّنِ، وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى.

Jangan berpindah dari satu alam ke alam yang lain, berarti sama dengan himar (keledai) yang berputar di sekitar penggilingan, ia berjalan menuju ke tempat tujuan, tiba-tiba itu pula tempat.yang ia mula-mula berjalan daripadanya, tetapi hendaklah engkau pergi dari semua alam menuju kepada pencipta alam; Sesunggunya kepada Tuhanmu puncak segala tujuan. Jangan berpindah dari syirik yang terang ke alam syirik yang samar. Amal kebaikan yang dinodai oleh riya', sum'ah mengharap pujian orang), tidak dianggap oleh syariat/tidak diterima oleh Allah. Dan apabila telah bersih dari semua itu, kemudian beramal terdorong oleh karena menginginkan kedudukan atau kekayaan, atau kekeramatan dunia atau akherat, sebab itu masih termasuk alam hawa nafsu, tetapi belum mencapai tujuan ikhlas yang berarti bersih dari segala tujuan selain melulu kepada Allah, yakni sepi ing pamrih. Karena itu selama berpindah dari alam ke alam tidak berbeda dengan keledai yang berputar di sekitar penggilingan, tetapi seharusnya sekali berangkat dari alam langsung menuju pencipta alam. Karena itu Nabi Isa as. pernah berkata kepada sahabat hawariyyin : Semua yang ada padamu dari berbagai nikmat kesenangan itu langsung dari kurnia Allah kepadamu, maka manakah kiranya yang lebih besar harganya (nilainya) ? Apakah pemberiannya, ataukah yang memberi ? "Wa anna ila Rabbikal-muntaha" : Sesungguhnya kepada Tuhanmu itulah puncak segala tujuan. Sebab siapa yang telah mendapatkan Allah, berarti telah mencapai segala sesuatu, baikpun urusan dunia maupun urusan akherat.

Hikam Ibnu 'Atoillah

004. أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لاَ تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ.

Istirahatkan dirimu/fikiranmu daripada kerisauan mengatur kebutuhan duniamu, sebab apa yang sudah dijamin/diselesaikan oleh lainmu, tidak usah kau sibuk memikirkannya . Sebagai seorang hamba wajib dan harus melulu mengenal kewajiban, sedang jaminan upah ada ditangan majikan, maka tidak usah risau fikiran perasaan untuk mengatur, karena kuatir kalau apa yang telah dijamin itu tidak tiba, atau terlambat, sebab ragu terhadap jaminan Allah tanda kurangnya iman.

Hikam Ibnu 'Atoillah

036. مَا اسْتُودِعَ فِي غَيْبِ السَّرَائِرِ ظَهَرَ فِي شَهَادَةِ الظَّوَاهِرِ.

Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghaib, yaitu yang berupa nur Ilahi dan ma'rifat, pasti akan tampak bekas (pengaruhnya) pada anggota lahir.

Abu Hafash berkata : Bagusnya adab kesopanan lahir, membukti- kan adanya adap yang di dalam batin. Rasulullah saw. ketika melihat seorang yang main-main tangannya ketika sembahyang, maka Rasulullah saw. bersabda :

لَوْ خَشَعَ قَلْبُهُ لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ.

Andaikan khusyu' hati orang itu, niscaya khusyu' semua anggota badannya.

Abu Thalib Almakky berkata : Allah telah menunjukkan tanda bukti seorang kafir, yaitu bila disebut nama Allah saja mereka mengejek dan enggan tidak mau menerima.

Firman Allah :

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (الزمر: ٤٥)

Apabila disebut nama Allah saja (sendiri), cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akherat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain nama Allah, mereka gembira, menerima dan puas.

(S. Azzumar 45).

Di dalam ayat ini Allah menyatakan sendiri perbedaan antara jiwa orang mukmin yang merasa puas jika dikatakan kepadanya. Ini dari Allah, sedang orang kafir tidak merasa puas, bahkan keberatan kepadanya sesuatu terjadi semata-mata karena kekuasaan dan kehendak Allah. Dan ini pula merupakan perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.

Hikam Ibnu 'Atoillah

052. وَانْظُرْ إِلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. فَافْهَمْ قَوْلَهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ، وَتَأَمَّلْ هٰذَا الْأَمْرَ إِنْ كُنْتَ ذَا فَهْمٍ.

Dan perhatikan sabda Nabi saw. : Maka siapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan Rasulullah(karena menurut perintah Allah dan Rasulullah), maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang hijrah karena kekayaan dunia yang akan di dapat, atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya. Camkanlah sabda Nabi saw. ini dan perhatikan persoalan ini jika engkau mem- punyai kecerdasan faham. Dan yang utama dalam haditś ini ialah sabda Nabi saw. bahwa hijrah yang tidak niat ikhlas kepada Allah akan terhenti pada tujuan yang sangat rendah dan tidak berarti, dan tidak akan mencapai keridhaan Allah. Seorang minta naschat kepada Abu Yazid Al-busthami, maka berkata Abu Yazid : Jika Allah menawarkan kepadamu akan diberi kekayaan dari Arsy sampai ke bumi, maka katakanlah : Bukan itu ya Allah, tetapi hanya Engkau ya Allah Tujuanku.

Abu Sulaiman Addarani berkata : Andaikan aku disuruh pilih antara masuk surga jannatul-Firdaus dengan sembahyang dua takaat, niscaya saya pilih sembahyang dua rakaat. Sebab di dalam surga saya dengan bagianku, dan dalam sembahyang aku dengan Tuhanku. Asysyibli ra. berkata : Berhati-hatilah dari ujian Allah, meskipun dalam perintah : Kuluu wasyarabuu (makan dan minumlah). Sebab dalam pemberian nikmat itu ada ujian untuk diketahui, siapakah yang silau dan lupa kepadaNya setelah menerima nikmat, dan siapa yang tetap padaNya sebelum dan sesudah menerima nikmat. Sorang penyair berkata :

صَلَّى وَصَامَ لِأَمْرٍ كَانَ يَطْلُبُهُ * حَتَّى إِذَا مَا انْقَضَى الْأَمْرُ لَا صَلَّى وَلَا صَامَ.

Sembahyang dan puasa karena sesuatu yang ia harapkan sehingga setelah tercapai hajatnya tidak sembahyang dan tidak puasa.

Disalin