Siapa yang terang (makmur) waktunya dengan taat di masa salik (permulaannya), pasti akan terang pula di masa akhirnya (sampai- nya) dengan cahaya nur ma’rifat. Siapa yang kuat tawakkalnya di masa bidayah (permulaan), maka akan terang terus hingga masa sampainya ke hadirat Tuhannya.
105. رُبَّمَا فَتَحَ لَكَ بَابَ الطَّاعَةِ وَمَا فَتَحَ لَكَ بَابَ الْقَبُولِ، وَرُبَّمَا قَضَى عَلَيْكَ بِالذَّنْبِ فَكَانَ سَبَبًا فِي الْوُصُولِ.
Mungkin Allah membuka untukmu pintu taat, tetapi belum dibukakan bagimu kabul (penerimaan), sebagaimana ada kalanya ditakdirkan engkau berbuat dosa, tetapi menjadi sebab sampaimu (mendekatmu) kepada Allah.
Abuhurairah ra. berkata : Bersabda Nabi saw. : Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, andaikan kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah menyingkirkan (mematikan) kamu dan diganti dengan orang-or- ang yang berbuat dosa lalu minta ampun kepada Allah, lalu diampuni oleh Allah.
Mungkin Allah membuka untukmu pintu taat, tetapi belum dibukakan bagimu kabul (penerimaan), sebagaimana ada kalanya ditakdirkan engkau berbuat dosa, tetapi menjadi sebab sampaimu (mendekatmu) kepada Allah.
Abuhurairah ra. berkata : Bersabda Nabi saw. : Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, andaikan kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah menyingkirkan (mematikan) kamu dan diganti dengan orang-or- ang yang berbuat dosa lalu minta ampun kepada Allah, lalu diampuni oleh Allah.
065. الْأَنْوَارُ مَطَايَا الْقُلُوبِ وَالْأَسْرَارِ.
Nur (cahaya-cahaya) iman, keyakinan dan dzikir itu semua sebagai kendaraan yang dapat mengantarkan hati manusia ke hadirat Allah serta menerima segala rahasia daripadaNya.
Nur (cahaya-cahaya) iman, keyakinan dan dzikir itu semua sebagai kendaraan yang dapat mengantarkan hati manusia ke hadirat Allah serta menerima segala rahasia daripadaNya.
188. رُبَّمَا وَجَدْتَ فِي الْفَاقَاتِ مَا لاَ تَجِدُهُ فِي الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ.
Mungkin engkau mendapat kelebihan kurnia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian bala' kesukaran itu, yang tidak bisa engkau dapatkan dengan puasa dan sembahyang.
Demikianlah pengertian bahwa bala'üjian itu sebagai nikmat batin (samar-samar).
Mungkin engkau mendapat kelebihan kurnia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian bala' kesukaran itu, yang tidak bisa engkau dapatkan dengan puasa dan sembahyang.
Demikianlah pengertian bahwa bala'üjian itu sebagai nikmat batin (samar-samar).