Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

004. أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيرِ، فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لاَ تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ.

Istirahatkan dirimu/fikiranmu daripada kerisauan mengatur kebutuhan duniamu, sebab apa yang sudah dijamin/diselesaikan oleh lainmu, tidak usah kau sibuk memikirkannya . Sebagai seorang hamba wajib dan harus melulu mengenal kewajiban, sedang jaminan upah ada ditangan majikan, maka tidak usah risau fikiran perasaan untuk mengatur, karena kuatir kalau apa yang telah dijamin itu tidak tiba, atau terlambat, sebab ragu terhadap jaminan Allah tanda kurangnya iman.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

225. وُصُولُكَ إِلَى اللهِ وُصُولُكَ إِلَى الْعِلْمِ بِهِ، وَإِلاَّ فَجَلَّ رَبُّنَا أَنْ يَتَّصِلَ بِهِ شَيْءٌ أَوْ يَتَّصِلَ هُوَ بِشَيْءٍ.

Sampaimu kepada Allah itu ialah sampaimu kepada ilmu yakin, atau ma'rifatmu yang sempurna terhadap Allah, (sehingga bagaikan melihat : Ka annakatarahu : Seolah-olah engkau melihat

kepada Allah). Kalau tidak demikian, maka maha suci (maha agung) Allah untuk disambung oleh sesuatu atau bersambung dengan sesuatu. Karena soal sampai kepada Allah itu berbeda antara semua orang yang sampai, sebab iman itu suatu kurnia Allah yang tidak dapat dicapai oleh apapun juga, dan itu pertama jalan untuk sampai kepada yakin yang bernama ilmul yagin, 'ainul-yaqin dan haqqul-yaqin. Maka apabila seorang telah beriman dan tiada ragu, dan makin hari makın bertambah kuat/tebal inannya hingga berupa keyakinan, maka di saat itulah manusia berarti telah sampai kepada Tuhan Allah swt.

Hikam Ibnu 'Atoillah

282. بَلْ أَنْهَضَ الْهِمَّةَ فِيهَا إِلَى اللهِ تَعَالَى، وَسَارَعَ مُسْتَعِينًا بِهِ فِي الْقُدُومِ عَلَيْهِ.

Bahkan terus bangkit semangat ingin segera sampai kepada Allah dan terus berjalan menuju kepadaNya, sambil berharap pertolongan Allah untuk segera sampai kepada Allah.

Abu Muhammad Al-Jariry berkata : Siapa yang menyangka bahwa ada sesuatu amal perbuatannya dapat menyampaikannya ke tujuan keinginannya baik yang tinggi atau yang rendah, maka ia telah sesat dari jalannya. Sebab Nabi saw. bersabda : Tidak dapat menyelamatkan seorang itu amalnya sendiri. (Yakni tidak ada amal perbuatan yang dapat menyelamatkan orang lain). Hanya semua itu tergantung pada kurnia rahmat Allah semata- mata. Karena itu untuk mencapai segala hajat tujuan harus langsung kembali mengharap rahmat kurnia Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

171. رُبَّمَا دَخَلَ عَلَيْكَ الرِّيَاءُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَنْظُرُ الْخَلْقُ إِلَيْكَ.

Ada kemungkinan masuknya riya' dalam amal perbuatanmu dari arah yang tidak ada orang yang melihat kepadamu. Beramal di muka orang untuk dilihat orang itu riya' yang terang jelas. Beramal sendirian, tidak ada orang yang mengetahui lalu ingin disanjung dihormat, bahkan jika ada kebutuhan supaya lekas-lekas orang membantu kepadanya, atau bila membeli sesuatu supaya dikorting (dikurangi) harga- nya, dan sekiranya ada orang yang tidak hormat padanya, ia mengharap semoga terkena siksa atau balasan Allah, ini semuanya termasuk riya' yang samar. Rasulullah saw. bersabda : Syirik itu ada yang lebih samar dari jalannya semut hitam di atas batu hitam di malam yang gelap. Dan riya' termaşuk dari syirik yang samar. Yaitu beramal tidak karena Allah ta'ala.

Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Kelak pada hari kiamat Allah akan berkata kepada orang-orang yang zahid dan fakir : Tidakkah telah dimurah- kan (diturunkan) harga barang-barang untuk kamu, tidakkan jika kamu, berjalan lalu diberi salam lebih dahulu, tidakkah jika kamu berhajat (kepentingan) segera disampaikan segala hajatmu. Di dalam lain hadits : Kini tidak ada pahala bagimu, sebab semua pahalamu telah kamu terima semasa hidup di dunia. Abdullah bin Al-Mubarak meriwayatkan dari

Wahb bin Munabbih : ada seorang ahli ibadat berkata : kepada kawan- kawannya : Kami setelah meninggalkan harta kekayaan ini tidak kuatir menyeleweng dari jalan Allah, tetapi kami kuatir kalau-kalau kami telah menyeleweng dari agama melebihi dari penyelewenangan orang yang banyak harta dan anak buah, karena ada di antara kami yang ingin dihormati, disanjung karena agamanya, jika berhajat minta lekas disampaikan hajat- nya karena merasa beragama. Jika membeli sesuatu minta dimurahkan

karena merasa beragama. Ketika berita nasehat ini sampai kepada raja, maka datangiah raja dengan rombongannya yang besar sekali untuk berziarah kepada gunt vang bernasehat demikian kepada kawan-kawannya İtu, dun ketika terdengar kepadanya bahwa raja akan ziarah kepadanya, segera ia minra zepada kawannya berbagai macam makanan, lalau ia anakan dengan razas, sehingga keaka maja bertanya : Manakah orang vang meinbert nasehat demikian itn ? Di jawab : Itulah orang yang sedang nakan. Maka raja bertanya : bagaimanakah keadaanmu ? Jawabnya : amu y Jawabdya seperti orang banvak, baik-baik saja. Maka ketika raja melihat keadaan itu iz berkata kepada rombongannya : Tidak perlu datang kepada orang ui, tidak ada sebaikon baginya, ialu kembali raja. Tiba-tiba orang itu berkata : Alhamdulillah yang menghalaukan engkau darı padaku dan menjadikan engkau mencela padaku. Yusuf bin Al-Husain Arrazy berkata : Sesuatu yang amat berharga di dunia ini ialah ikhlas, beberapa kali aku bersungguh-sungguh untuk menghilangkan riya' dari dalam hatiku, tiba-tiba ia tumbuh dalam lain corak (warna).

Disalin