Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

264. وِجْدَانُ ثَمَرَاتِ الطَّاعَاتِ عَاجِلاً بِشَارَاتُ الْعَامِلِينَ بِوُجُودِ الْجَزَاءِ آجِلاً.

Terasanya kelezatan buah taat ketika hidup di dunia, sebagai bukti (berita gembira) bagi orang yang beramal, atas adanya pahala yang segera (kontan) di akhirat kelak. Rasulullah saw. telah bersabda : Pasti akan dapat merasakan kelezatan iman, siapa yang benar-benar rela ber-Tuhan kepada Allah, bernabikan Nabi Muhammad dan beragama Islam.

Buah iman itu ialah bertambahnya keyakinan, merasa senang melakukan ibadah, bertambah puas menerima segala ajaran tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Maka siapa yang dapat merasakan semua itu, sebagai tanda diterima amal dan akan mendapat pembalasan pahala kelak di akhirat, sebagaimana telah mendapat rasa lezat dan enaknya di dunia.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

120. مَتَى جَعَلَكَ فِي الظَّاهِرِ مُمْتَثِلاً لِأَمْرِهِ، وَرَزَقَكَ فِي الْبَاطِنِ الاِسْتِسْلاَمَ لِقَهْرِهِ، فَقَدْ أَعْظَمَ الْمِنَّةَ عَلَيْكَ.

Apabila Allah telah menjadikan engkau pada lahirnya menurut perintahNya dan dalam hatimu menyerah bulat kepadaNya, maka berarti Tuhan memberi kepadamu sebesar-besar nikmat kurniaNya. Sebesar-besar nikmat kurnia Tuhan kepada hambanya ialah jika Allah telah memberi taufiq hidayat kepada hamba untuk melakukan segala perintah kemudian ditambah dengan fekuatan menyerah tawakkal kepada Allah dalam batinnya. Sebab Seseorang dengan dua nikmat lahir batin itu telah mencapai kebutuhan dunia dan akherat sekaligus. Sebab manusia hanya diperintah supaya beribadat dengan tulus ikhlas menuju kepada Allah, tentang segala kepentingan hajatnya sudah dicukupi oleh Allah, maka tidak usah menurutkan hawa nafsu yang tidak kunjung puas.

Hikam Ibnu 'Atoillah

101. كَفَى لِلْعَامِلِينَ جَزَاءً مَا هُوَ فَاتِحُهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فِي طَاعَتِهِ، وَمَا هُوَ مُورِدُهُ عَلَيْهِمْ مِنْ وُجُودِ مُؤَانَسَتِهِ.

Cukup sebagai pembalasan Allah pada orang -orang yang beramal, apa yang telah dibukakan oleh Allah dalam hati mereka dari kegemaran melakukan taat dan apa yang diberikan Allah kepada mereka yang berupa kesenangan berdzikir kepuasan berkhalwat, menyendiri dengan Allah. Tidak ada suatu nikmat di dunia yang menyamai (menyerupai) nikmat surga, kecuali nikmat yang dirasakan oleh ahli dzikir dalam perasaan hati mereka daripada kelezatan berdzikir di tengah malam.

Disalin