Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

227. الْحَقَائِقُ تَرِدُ فِي حَالِ التَّجَلِّي مُجْمَلَةً، وَبَعْدَ الْوَعْيِ يَكُونُ الْبَيَانُ: فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ، ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ.

Hakikat ilmu yang diturunkan Allah kepada orang-orang arifin ketika tajali itu mujmal (singkat), tetapi setelah tertangkap terjadinya penerangan (keterangan)nya Ayat : maka apabila kami bacakan, ikutilah bacaannya, kemudian kami sendiri yang akan menerangkannya (penjelasan periňcian). Ilmu ialah sesuatu yang kita dapat dengan belajar, dan hakikat ialah ilmu yang berupa ilham dari Allah ke dalam hati tanpa perantara.

Abubakar Alwarraq berkata : Ketika saya sedang berada di hutan Bani Isra’il tiba-tiba tergerak dalam hatiku bahwa ilmu hakikat itu berlawanan dengan ilmu syari’at, mendadak terlihat padaku seorang di bawah pohon (umghailaan) menjerit sambil memanggil : Hai Abubakar tiap-tiap hakikat yang bertentangan dengan syariat, maka kekufuran. Hakikat itu juga dapat disebut ilmu ladunni yang langsung dari Allah.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

115. لِيُخَفِّفْ أَلَمَ الْبَلاَءِ عَلَيْكَ عِلْمُكَ بِأَنَّهُ سُبْحَانَهُ هُوَ الْمُبْلِي لَكَ، فَالَّذِي وَاجَهَتْكَ مِنْهُ الْأَقْدَارُ هُوَ الَّذِي عَوَّدَكَ حُسْنَ الاِخْتِيَارِ.

Seharusnya terasa ringan kepedihan bala' yang menimpa kepada- mu, karena engkau mengetahui bahwa Allah yang menguji padamu, maka Tuhan yang menimpakan kepadamu takdirnya itu. Dia pula yang telah biasa memberi kepadamu sebaik-baik apa yang dipilihkan untukmu (Dialah yang membiasakan kau merasakan sebaik-baik pilihannya (pemberiannya).

Abu Ali Addaqgaq berkata : Suatu tanda bahwa seorang itu men- dapat taufiq kurnia Allah, ialah terpeliharanya iman (tauhid) di waktu menghadapi bala' ujian bencana.

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ (البقرة: ٢١٦)

Mungkin kamu tidak suka pada sesuatu, padahal itu baik untukmu.

Abu Thalib Al-Makki berkata : Manusia tidak suka miskin, hina dan penyakit, padahal itu semua mungkin baik baginya untuk bekal di akherat, sebaliknya ia suka kaya, sehat dan ternama/terkenal padahal semua itu bahaya di sisi Allah, dan jelek akibatnya.

Al-Junaid berkata : Ketika saya tidur di tempat Assariyu Sagathy, tiba-tiba saya dibanguni, lalu ia berkata : Ya Junaid, saya telah bermimpi seolah-olah berhadapan dengan Allah, lalu Allah berkata kepadaku: Hai Sari, ketika Aku menjadikan makhluk maka semua mengaku cinta kepadaKu, kemudian Aku membikin dunia, maka lari daripadaKu sembilan puluh persen (90%) dan tinggal hanya sepuluh persen (10%), kemudian Aku membuat surga, maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian Aku membuat neraka, maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian Aku turunkan bala' maka lari daripadaKu sembilan puluh persen dari sisa-sisa sten Abdi pads Khalanve)

itu. Maka Aku berkata kepada sisa yang tinggal itu : Dunia kamu tidak mau, surga juga kamu tidak suka, neraka kamu tidak takut, dari bala' musibat juga kamu tidak lari, maka apakah keinginanmu? Jawab : Engkau telah mengetahui keinginan kami. Aku berkata : Aku akan menuangkan kepadamu bala' yang tidak akan sanggup menanggungnya walau bukit yang besar. Sabarkah kamu ? Jawab mereka : Apabila Engkau yang menguji, maka terserahlah kepadamu (berbuatlah sekehendakmu), maka mereka itulah hambaKu yang sebenarnya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

015. مِمَّا يَدُلُّكَ عَلَى وُجُودِ قَهْرِهِ سُبْحَانَهُ أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُودٍ مَعَهُ.

Di antara bukti-bukti yang menunjukkan adanya kekuasaan Allah yang luar biasa, ialah dapat menghijab engkau daripada melihat kepada-Nya dengan hijab yang tidak ada wujudnya (yakni : Bayangan- bayangan hijab) di sisi Allah. Sepakat para arifin, bahwa segala sesuatu selain Allah tidak ada, artinya : tidak dapat disamakan adanya sebagaimana adanya Allah, sebab adanya alam terserah kepada karunia Allah, bagaikan adanya bayangan yang tergantung selalu kepada benda yang membayanginya. Maka siapa yang melihat bayangan dan tidak melihat kepada yang membayanginya, di sini terhijabnya.

Firman Allah :

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ (القصص: ٨٨)

Segala sesuatu rusak hancur kecuali dzat Allah. Rasulullah saw. membenarkan perkataan pujangga yang berkata :

أَلَا كُلُّ شَيْءٍ مَا خَلَا اللَّهَ بَاطِلٌ

Camkanlah, bahwa segala sesuatu selain Allah itu palsu belaka.

وَكُلُّ نَعِيمٍ لَا مَحَالَةَ زَائِلٌ

Dan tiap nikmat kesenangan dunia, pasti akan rusak lenyap.

Hikam Ibnu 'Atoillah

151. أَبَاحَ لَكَ أَنْ تَنْظُرَ مَا فِي الْمُكَوَّنَاتِ، وَمَا أَذِنَ لَكَ أَنْ تَقِفَ مَعَ ذَوَاتِ الْمُكَوَّنَاتِ، قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمٰوَاتِ، فَتَحَ لَكَ بَابَ الْأَفْهَامِ، وَلَمْ يَقُلِ انْظُرُوا السَّمٰوَاتِ، لِئَلاَّ يَدُلَّكَ عَلَى وُجُودِ الْأَجْرَامِ.

Allah mengizinkan engkau melihat alam şekitarmu, tetapi Allah tidak mengizinkan engkau berhenti pada benda-benda alam, sebagaimana firman Allah : Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit-langit itu Allah membukakan bagimu jalan untuk mengerti, karena itu ia tidak berkata : Perhatikanlah langit-langit itu. Supaya tidak menunjukkan kepadamu adanya benda-benda itu. Sebab benda-benda itu adalah buatan yang rusak dan tidak kekal, maka jangan sampai tertipu sehingga kau kirakan berdiri sendiri, seolah-olah terlepas dari ketentuan Allah. Dalam kitab Latha'iful-iman tersebut : Alam benda ini tidak ditegakkan untuk engkau perhatikan, tetapi untuk engkau perhatikan padanya kebesaran kekuasaan Tuhan yang mengatur.

Disalin