Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

083. إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَعْرِفَ قَدْرَكَ عِنْدَهُ فَانْظُرْ فِيمَا ذَا يُقِيمُكَ.

Jika kau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, maka perhatikan di dalam bagian apa Allah menempatkan kau.

Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka hendaknya memperhatikan bagaimana kedudukan Allah dalam hatinya. Maka sesungguhnya Allah menempatkan/men- dudukkan hambaNya, sebagaimana hamba itu mendudukkan Allah dalam *Alfudhail bin Iyaadh ra. berkata : Sesungguhnya seorang hamba dapat melakukan taat ibadat kepada Tuhan itu hanya menurut kedudukannya di sisi Tuhan, atas perasaan imannya terhadap Tuhan, atau kedudukan Tuhan di dalam hatinya.

Wahb bin Munabbih berkata : Saya telah membaca dalam kitab- kitab Allah yang dahulu. Firman Allah :

يَا ابْنَ آدَمَ أَطِعْنِي فِيمَا أَمَرْتُكَ وَلَا تُعَلِّمْنِي مَا يُصْلِحُكَ.

Hai anak Adam, taatilah perintahKu dan jangan engkau beritahu- kan kepadaKu apa kebutuhan yang baik bagimu. (Yakni engkau jangan mengajari kepadaKu apakah yang baik bagimu). Sesungguhnya Aku telah mengetahui kepentingan hambaKu, Aku memuliakan siapa yang patuh pada perintahKu, dan menghina siapa yang meremehkan perintahKu. Aku tidak menghiraukan kepentingan hambaKu, sehingga hambaKu memperhatikan hakKu (yakni kewajibannya terhadap Aku).

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

247. إِنَّمَا أَجْرَى الْأَذَى عَلَى أَيْدِيهِمْ كَيْ لاَ تَكُونَ سَاكِنًا إِلَيْهِمْ، أَرَادَ أَنْ يُزْعِجَكَ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى لاَ يَشْغَلَكَ عَنْهُ شَيْءٌ.

Memang sengaja Allah melaksanakan gangguan terhadap dirimu dari tangan orang-orang itu, supaya engkau tidak jinak kepada mereka. Sengaja Allah menjengkelkan (menjemukan) engkau dari segala sesuatu, supaya tidak ada sesuatu yang melupakan engkau daripada Allah (supaya tidak ada yang mengganggu engkau untuk ingat kepada Allah).

Abul-Hasan Asysyadzily berkata : Larilah dari kebaikan (bantuan orang, melebihi dari larimu dari kejahatan orang kepadamu, sebab kebaikan orang itu langsung membahayakan hatimu sedang kejahatan mereka hanya membahayakan jasmanimu, dan bahaya jasmani itu lebih ringan dari bahaya hati. Bahaya kebaikan orang kepadamu, jika kamu jinak, senang, menyandar, berharap kepada mereka. Sesungguhnya jika ada musuh yang mendekatkan engkau kepada Allah lebih baik dari teman/kawan yang memutuskan engkau dari Allah. Abdussalam bin Masyisy ra. berdoa : Ya Allah ada orang-orang yang minta kepadaMu supaya semua orang jinak kepadanya, maka telah Engkau perkenankan dan mereka puas dengan itu, sebaliknya saya minta supaya semua makhluk menjauh daripadaku sehingga tidak ada bagiku tempat berlindung dan berharap kecuali kepadaMu.

Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang memberi kepadamu kebaikan (hadiah), maka lekas engkau balas dengan yang seimbang maka jika tidak dapat kamu membalas, maka doakanlah orang itu. (Yakni supaya tidak merasa berhutang budi padanya). Doanya : Jazaka Allahu Khoira ( Semoga Allah membalasmu kebaikan).

Muhammad bin Al-Hasan berkata : Ketika saya sedang berputar- putar di bukit Lubnan, tiba-tiba ada seorang pemuda yang keluar dari bukit hangus badannya oleh serangan angin samum, maka ketika pemuda melihat padaku, tiba-tiba melarikan diri, lalu saya kejar, dan ketika ia telah berhenti saya minta nasehat kepadanya, maka ia berkata : Berhati-hatilah daripada Allah, karena Allah itu sangat cemburu, ia tidak suka melihat dalam hati hambaNya sesuatu selainNya. (Yakni tidak boleh ada dalam hati hambaNya sedikitpun dari syirik). jangan sampai ada dalam hati perasaan : Barangkali orang akan menolong atau membantu padaku.

Hikam Ibnu 'Atoillah

276. وَقَالَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مِمَّا كَتَبَ بِهِ لِبَعْضِ إِخْوَانِهِ: أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ الْبِدَايَاتِ مَرْآةُ النِّهَايَاتِ، وَإِنَّ مَنْ كَانَتْ بِاللهِ بِدَايَتُهُ كَانَتْ إِلَيْهِ نِهَايَتُهُ.

Berkată Ibn Atha'allah dalam surat yang ditulis untuk kawan-kawannya : Amma ba'du : Sesungguhnya bidayah (permulaan) itu bagaikan cermin yang memperlihatkan nihayah (puncak akhirnya). Dan siapa yang sejak mula (bidayahnya) selalu bersandar kepada Allah, maka pasti akhirnya (nihayahnya) akan sampai kepada Allah).

Hikam Ibnu 'Atoillah

269. أَكْرَمَكَ كَرَامَاتٍ ثَلاَثٍ: جَعَلَكَ ذَاكِرًا لَهُ، وَلَوْلاَ فَضْلُهُ لَمْ تَكُنْ أَهْلاً لِجَرَيَانِ ذِكْرِهِ عَلَيْكَ، وَجَعَلَكَ مَذْكُورًا بِهِ إِذْ حَقَّقَ نِسْبَتَهُ لَدَيْكَ، وَجَعَلَكَ مَذْكُورًا عِنْدَهُ فَتَمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ.

Allah telah memuliakan engkau dengan tiga kehormatan (kemuliaan) kebesaran : menjadikan engkau berdzikir padaNya, padahal andaikan tidak ada kurniaNya, niscaya tidak patut (layak) engkau berdzikir padaNya. Dan menjadikan engkau terkenal dengan dzikir itu, karena Allah sendiri yang menisbahkan dzikir itu kepadamu. Dan men- jadikan engkau terkenal (tersebut) di sisi Allah, maka dengan demikian Allah telah menyempurnakan (melengkapi) nikmatNya kepadamu.

Firman Allah :

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ (العنكبوت: ٤٥)

Demi sungguh dzikir Allah kepada hamba itulah yang lebih besar (daripada dzikir hamba terhadap Allah). Dan bagi hamba berdzikir kepada Allah itulah kemuliaan/ kebesaran hamba dan kekayaanNya yang tidak ada lebih besar dari itu.

Abu Hurairah ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : Allah berfirman : Aku selalu mengikuti persangkaan hambaKu, dan Aku selalu mendampingiNya selama ia berdzikir padaKu, jika ia dzikir padaKu dalam hatinya Aku ingat padanya dalam dzat Ku, dan bila dzikir padaKu di muka umum Aku ingati dia dalam umum yang lebih baik dari golongannya, dan bila ia mendekat padaKu sejengkal Aku mendekat padanya sehasta, dan bila ia mendekat padaKu sehasta, Aku mendekat padanya sedepa, dan bila ia datang kepadaKu berjalan, Aku datang kepadanya berlari.

Firman Allah :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ (البقرة: ١٥٢)

Berdzikirlah kamu kepadaKu niscaya Aku (Allah) berdzikir kepadamu.

Disalin