Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

235. النَّعِيمُ وَإِنْ تَنَوَّعَتْ مَظَاهِرُهُ إِنَّمَا هُوَ لِشُهُودِهِ وَاقْتِرَابِهِ، وَالْعَذَابُ وَإِنْ تَنَوَّعَتْ مَظَاهِرُهُ إِنَّمَا هُوَ لِوُجُودِ حِجَابِهِ، فَسَبَبُ الْعَذَابِ وُجُودُ الْحِجَابِ، وَتَمَامُ النَّعِيمِ بِالنَّظَرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيمِ.

Nikmat itu meskipun beraneka bentuk warnanya hanya disebabkan oleh karena melihat dan dekat kepada Allah, demikian pula siksa walau bagaimanapun aneka macamnya hanya karena terhijabnya dari Allah, maka sebabnya siksa itu karena adanya hijab, dan sempurna nikmat itu ialah melihat kepada dzat Allah yang mulia.

Firman Allah :

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ * إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ (القيامة: ٢٢ – ٢٣)

Berapa wajah manusia kelak berseri-seri, dapat melihat wajah Tuhannya. Nikmat dekat kepada Allah, lebih-lebih melihat kepada Allah itu memang tiada bandingannya, sehingga apabila manusia di surga ditanya oleh Tuhan : Apakah yang kamu rasa kurang, dan yang akan kamu minta ? Jawab mereka : Kami cukup puas dan tidak ada hasrat untuk minta apa- apa lagi, sebab sudah cukup puas, tiba-tiba dibukakan oleh Allah hijab untuk melihat wajah (zat) Allah, maka di situlah mereka merasa tidak ada nikmat yang lebih besar daripada melihat kepada zat Allah swt.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

215. لاَ يُخْرِجُ الشَّهْوَةَ مِنَ الْقَلْبِ إِلاَّ خَوْفٌ مُزْعِجٌ أَوْ شَوْقٌ مُقْلِقٌ.

Tidak dapat mengeluarkan (mengusir) syahwat dari dalam hati kecuali rasa ketakutan yang menggetarkan, atas rindu yang menggelisahkan.

Syahwat hawa nafsu yang sudah mendalam, mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena itu maka tidak dapat mengusirnya. Kecuali kekuatan yang lebih besar. Takut yang menggetarkan ialah takut terhadap balasan' siksa Allah, atau rindu pada apa yang dijanjikan oleh Allah. Maka bila ada rasa ketakutan yang sungguh-sungguh atau rindu yang menggelisahkan, maka syahwat hawa nafsu dapat ditekan.

Disalin