Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

009. تَنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ الْأَعْمَالِ لِتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الْأَحْوَالِ.

Beraneka warna jenis amal perbuatan, karena bermacam-macam pula pemberian karunia Allah yang diberikan kepada hambanya. Karena itu tiap orang shalih yang menuju ke suatu maqam (tingkat) harus mengerti dalam ibadat yang mana ia rasakan nikmat ibadat,

maka disitulah akan terbuka baginya, apakah dalam sembahyang atau puasa dan lain-lainnya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

101. كَفَى لِلْعَامِلِينَ جَزَاءً مَا هُوَ فَاتِحُهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فِي طَاعَتِهِ، وَمَا هُوَ مُورِدُهُ عَلَيْهِمْ مِنْ وُجُودِ مُؤَانَسَتِهِ.

Cukup sebagai pembalasan Allah pada orang -orang yang beramal, apa yang telah dibukakan oleh Allah dalam hati mereka dari kegemaran melakukan taat dan apa yang diberikan Allah kepada mereka yang berupa kesenangan berdzikir kepuasan berkhalwat, menyendiri dengan Allah. Tidak ada suatu nikmat di dunia yang menyamai (menyerupai) nikmat surga, kecuali nikmat yang dirasakan oleh ahli dzikir dalam perasaan hati mereka daripada kelezatan berdzikir di tengah malam.

Hikam Ibnu 'Atoillah

259. الْكَائِنُ فِي الْكَوْنِ وَلَمْ تُفْتَحْ لَهُ مَيَادِينُ الْغُيُوبِ مَسْجُونٌ بِمُحِيطَاتِهِ وَمَحْصُورٌ فِي هَيْكَلِ ذَاتِهِ.

Orang yang ada di alam dunia dan belum terbuka baginya lapangan ghaib, tetap terkurung dengan (oleh) syahwat dan adat kebiasaan- nya, dan terkepung oleh kepentingan-kepentingan kerangka badannya.

Demikianlah keadaan manusia yang belum terbuka nur iman dalam hatinya sehingga tidak mengenal pada Allah, medan (lapangan) perjuangannya hanya terkurung pada kebendaan belaka untuk pemuasan hawa nafsu dan syahwat semata-mata. Allah telah berfirman : HambaKu, jadikanlah perhatianmu seratus persen kepadaKu, niscaya Aku cukupi segala hajat kepentinganmu (kebutuhanmu), selama Aku dengan engkau, engkau dalam kedudukan hamba, dan selama engkau dengan Aku, maka engkau di tempat yang dekat, mintalah apa saja untuk dirimu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

149. لَوْلاَ ظُهُورُهُ فِي الْمُكَوَّنَاتِ مَا وَقَعَ عَلَيْهَا وُجُودُ أَبْصَارٍ، وَلَوْ ظَهَرَتْ صِفَاتُهُ لاَضْمَحَلَّتْ مُكَوَّنَاتُهُ.

Andaikan Allah tidak dhahir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padaNya, dan andaikan Allah mendhahirkan sifatNya pasti lenyaplah alam bendaNya.

Firman Allah :

فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا (الأعراف: ١٤٣)

Ketika Allah bertajalli kepada bukit, hancurlah (lenyaplah) bukit itu, sedang Nabi Musa jatuh pingsan.

Rasulullah saw. bersabda : Hijab Allah itu berupa cahaya, andaikan dibuka pasti akan terbakar segala sesuatu yang menghadapinya. n Abdi pada Khalanya)

Disalin