Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

154. الْمُؤْمِنُ إِذَا مُدِحَ اسْتَحْيَا مِنَ اللهِ تَعَالَى أَنْ يُثْنَى عَلَيْهِ بِوَصْفٍ لاَ يَشْهَدُهُ مِنْ نَفْسِهِ.

Seorang mukmin jika dipuji orang, malu pada Allah karena ia dipuji dengan sifat yang tidak ada pada dirinya. Seorang mukmin yang sesungguhnya ialah tidak merasa dirinya mempunyai sifat-sifat yang layak untuk dipuji, sebab ia hanya merasa mendapat karunia Allah jika ia dapat berbuat sesuatu yang baik, dan S paca Kalanya)

sama sekali bukan dari us uasaan dan kehendak sendiri.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

131. عَلِمَ وُجُودَ الضَّعْفِ مِنْكَ فَقَلَّلَ أَعْدَادَهَا، وَعَلِمَ احْتِيَاجَكَ إِلَى فَضْلِهِ فَكَثَّرَ أَمْدَادَهَا.

Allah telah mengetahui kelemahanmu, maka la menyederhana- kan bilangannya (yaitu hanya lima waktu), dan Allah mengetahui pula bahwa engkau sangat berhajat, maka la memperbanyak pahalanya melipat gandakan pahalanya. Sehingga tiap hasanat kebaikan sekurang-kurangnya mendapat sepuluh kali lipat gandanya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

034. مِنْ عَلاَمَاتِ النَّجْحِ فِي النِّهَايَاتِ الرُّجُوعُ إِلَى اللهِ فِي البِدَايَاتِ.

Suatu tanda akan lulusnya seorang pada akhir perjuangannya, jika selalu tawakkal, menyerah kepada Allah sejak mulai perjuangannya. Seorang arief berkata : Siapa yang menyangka bahwa ia akan dapat sampai kepada Allah, dengan perantaraan sesuatu selain Allah, pasti akan putus karenanya, Dan siapa dalam ibadatnya bersandar pada kekutan dirinya diserahkan oleh Allah kepada kekuatan dirinya. Yakni, hanya sampai disitu saja, dan tidak dapat mencapai bahagian- bahagian yang hanya dapat dicapai dengan tawakkal menyandarkan diri kepada Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

215. لاَ يُخْرِجُ الشَّهْوَةَ مِنَ الْقَلْبِ إِلاَّ خَوْفٌ مُزْعِجٌ أَوْ شَوْقٌ مُقْلِقٌ.

Tidak dapat mengeluarkan (mengusir) syahwat dari dalam hati kecuali rasa ketakutan yang menggetarkan, atas rindu yang menggelisahkan.

Syahwat hawa nafsu yang sudah mendalam, mempunyai kekuatan yang luar biasa, karena itu maka tidak dapat mengusirnya. Kecuali kekuatan yang lebih besar. Takut yang menggetarkan ialah takut terhadap balasan' siksa Allah, atau rindu pada apa yang dijanjikan oleh Allah. Maka bila ada rasa ketakutan yang sungguh-sungguh atau rindu yang menggelisahkan, maka syahwat hawa nafsu dapat ditekan.

Disalin