Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

078. قَوْمٌ أَقَامَهُمُ الْحَقُّ لِخِدْمَتِهِ، وَقَوْمٌ اخْتَصَّهُمْ بِمَحَبَّتِهِ، كُلاًّ نُّمِدُّ هٰؤُلاَءِ وَهٰؤُلاَءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ، وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا.

Ada kaum yang oleh Allah didudukkan dalam bagian ibadat semata-mata dan ada kaum yang diistimewakan oleh Allah dengan kecintaanNya. Untuk masing-masing Kami (Allah) memberi Kurnia dan pemberian-pemberian, dan pemberian Tuhanmu tidak terbatas. Allah sendiri yang memilih hambanya, maka ada yang dipilih untuk melaksanakan ibadat yang lahir ialah mereka para aabid dan zahid, dan ada pula yang dipilih oleh Allah untuk kesayangan (kekasih) Allah dan mereka ini orang-orang aarif muhibbin yang tidak ada tempat dalam hati mereka kecuali dzikrullah semata-mata. Menganggap dunia ini kosong tidak ada apa-apa kecuali Allah yang menciptakan dan melaksanakan segala sesuatunya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

197. مَنْ أُذِنَ لَهُ فِي التَّعْبِيرِ فُهِّمَتْ فِي مَسَامِعِ الْخَلْقِ عِبَارَتُهُ، وَجُلِّيَتْ إِلَيْهِمْ إِشَارَتُهُ.

Şiapa yang telah mendapat izin dari Allah untuk berkata- kata (menerangkan), maka segala kata-katanya dapat dimengerti oleh pendengarannya, dan semua isyarat petunjuknya dapat terang jelas Orang yang diizinkan itu ialah yang berbicara Lillahi wa billahi wa fillah. Karena Allah dan dengan bantuan Allah, dan dalam tuntunan hukum Allah. Hamdun bin Ahmad bin Umarah Algashshar ketika ditanya : Mengapakah kata-kata orang dahulu jauh lebih berguna dari ajaran kita ini ? Jawabnya : Karena mereka bicara (berkata) untuk kemuliaan Islam, dan keselamatan jiwa dan untuk mendapat keridhaan Allah. Sedang kami bicara untuk kemuliaan diri dan mencari dunia, dan keridhaan (penerima) makhluk. Al-Junaid berkata : Kalimat yang benar itu hanya yang diucapkan setelah mendapat izin. Sebagaimana firman Allah :

لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا (النبأ: ٣٨)

Mereka tidak dapat berkata-kata, kecuali yang diizinkan oleh Arrahman (Allah dan berkata benar (tepat).

Hikam Ibnu 'Atoillah

181. جَلَّ حُكْمُ الْأَزَلِ أَنْ يُضَافَ إِلَى الْعِلَلِ.

Maha suci hukum (putusan) Allah yang telah pasti dalam azal, jika disandarkan (digantungkan) kepada sebab musabab. Segala sesuatu yang terjadi dalam alam ini, hanya semata-mata dari qudrat iradat (kekuasaan dan kehendak) Allah secara mutlak, sehingga tidak boleh dikatakan karena ini atau itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

085. خَيْرُ مَا تَطْلُبُهُ مِنْهُ مَا هُوَ طَالِبُهُ مِنْكَ.

Sebaik-baik yang harus engkau minta dari Allah, ialah apa- apa yang Allah menyuruh kamu. Yakni sebaik-baik yang harus engkau minta kepada Allah supaya engkau tetap iman, patuh taat pada semua perintah dan larangan, istigamah dalam pengabdian diri ke hadirat Allah. Itulah sebaik-baik yang harus engkau minta, baik untuk dunia maupun untuk akherat, sebab hanya itulah bahagia yang tiada tara bandingannya. Karena itu sebaik-baik doa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Ya Allah aku mohon kepadaMu, ridhaMu, dan surga, dan aku berlindung kepadaMu dari murkaMu dan api neraka.

Disalin