Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

052. وَانْظُرْ إِلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. فَافْهَمْ قَوْلَهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ، وَتَأَمَّلْ هٰذَا الْأَمْرَ إِنْ كُنْتَ ذَا فَهْمٍ.

Dan perhatikan sabda Nabi saw. : Maka siapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan Rasulullah(karena menurut perintah Allah dan Rasulullah), maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang hijrah karena kekayaan dunia yang akan di dapat, atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya. Camkanlah sabda Nabi saw. ini dan perhatikan persoalan ini jika engkau mem- punyai kecerdasan faham. Dan yang utama dalam haditś ini ialah sabda Nabi saw. bahwa hijrah yang tidak niat ikhlas kepada Allah akan terhenti pada tujuan yang sangat rendah dan tidak berarti, dan tidak akan mencapai keridhaan Allah. Seorang minta naschat kepada Abu Yazid Al-busthami, maka berkata Abu Yazid : Jika Allah menawarkan kepadamu akan diberi kekayaan dari Arsy sampai ke bumi, maka katakanlah : Bukan itu ya Allah, tetapi hanya Engkau ya Allah Tujuanku.

Abu Sulaiman Addarani berkata : Andaikan aku disuruh pilih antara masuk surga jannatul-Firdaus dengan sembahyang dua takaat, niscaya saya pilih sembahyang dua rakaat. Sebab di dalam surga saya dengan bagianku, dan dalam sembahyang aku dengan Tuhanku. Asysyibli ra. berkata : Berhati-hatilah dari ujian Allah, meskipun dalam perintah : Kuluu wasyarabuu (makan dan minumlah). Sebab dalam pemberian nikmat itu ada ujian untuk diketahui, siapakah yang silau dan lupa kepadaNya setelah menerima nikmat, dan siapa yang tetap padaNya sebelum dan sesudah menerima nikmat. Sorang penyair berkata :

صَلَّى وَصَامَ لِأَمْرٍ كَانَ يَطْلُبُهُ * حَتَّى إِذَا مَا انْقَضَى الْأَمْرُ لَا صَلَّى وَلَا صَامَ.

Sembahyang dan puasa karena sesuatu yang ia harapkan sehingga setelah tercapai hajatnya tidak sembahyang dan tidak puasa.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

041. الْحَقُّ لَيْسَ بِمَحْجُوبٍ، وَإِنَّمَا الْمَحْجُوبُ أَنْتَ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهِ، إِذْ لَوْ حَجَبَهُ شَيْءٌ لَسَتَرَهُ مَا حَجَبَهُ، وَلَوْ كَانَ لَهُ سَاتِرٌ لَكَانَ لِوُجُودِهِ حَاصِرٌ، وَكُلُّ حَاصِرٍ لِشَيْءٍ فَهُوَ لَهُ قَاهِرٌ، وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ.

Alhaq yaitu Allah ta'ala, tiada terhijab oleh sesuatu apapun, sebab tidak mungkin adanya sesuatu yang dapat menghijab Allah ta'ala. sebaliknya manusialah yang terhijab sehingga tidak dapat melihat adanya Allah. Sebab sekiranya ada sesuatu yang menghijab Allah, berarti sesuatu itu dapat menutupi Allah, dan andaikata ada tutup bagi Allah, berarti wujud Allah dapat terkurung, dan sesuatu yang mengurung itu, dapat menguasai yang dikurung, padahal Allah yang berkuasa atas semua makhlukNya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

192. رُبَّمَا رُزِقَ الْكَرَامَةَ مَنْ لَمْ تَكْمُلْ لَهُ الاِسْتِقَامَةُ.

Adakalanya diberi rizqi kekeramatan (keistimewaan) seorang yang belum sempurna istigamahnya. Hakikatnya kekeramatan (keistimewaan) itu ialah istigamah dan kesempurnaan istigamah itu, ialah"sungguh-sungguhnya iman, dan mengikuti benar apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. lahir batin.

Abul-Abbas Almasrsy berkata : bukannya kebesaran itu bagi orang yang terlipat baginya dunia ini sehingga dalam satu detik ia telah sampai ke Mekkah dan lain-lain negeri, tetapi kebesaran itu ialah orang yang dilipatkan baginya sifat-sifat hawa nafsunya, sehingga ia langsung di sisi Tuhannya. Abul-Hasan Assyadzily berkata : Tiap kekeramatan yang tidak disertai keridhaan terhadap Allah, maka orangnya berarti tertipu dan akan binasa. Sahl bin Abdullah ra. berkata : Sebesar-besar kekeramatan ialah berubahnya akhlak yang jelek dengan akhlak yang baik. Adapula yang berkata : Kamu jangan heran dari seorang yang tidak menaruh apa-apa dalam sakunya, tetapi ketika ia ingin sesuatu dimasukkan tangannya ke dalam saku dan mendapat apa yang diinginkan. Tetapi kamu boleh heran dari seorang yang menaruh apa-apa dalam sakunya, kemudian setelah diraba dengan tangannya, tiba-tiba tidak ada apa-apa dan tidak berubah imannya (kepercayaannya) terhadap Allah.

Abu Yazid Al-Busthamy berkata : Andaikata ada orang berjalan di atas air, atau duduk di udara, maka jangan kamu tertipu olehnya sehingga kamu perhatikan ia bagaimana terhadap perintah dan larangan Allah dan Rasulullah. Sebab setan dapat bergerak dari timur ke barat dalam sekejap mata, dan dia tetap maluun (terkutuk).

Hikam Ibnu 'Atoillah

036. مَا اسْتُودِعَ فِي غَيْبِ السَّرَائِرِ ظَهَرَ فِي شَهَادَةِ الظَّوَاهِرِ.

Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghaib, yaitu yang berupa nur Ilahi dan ma'rifat, pasti akan tampak bekas (pengaruhnya) pada anggota lahir.

Abu Hafash berkata : Bagusnya adab kesopanan lahir, membukti- kan adanya adap yang di dalam batin. Rasulullah saw. ketika melihat seorang yang main-main tangannya ketika sembahyang, maka Rasulullah saw. bersabda :

لَوْ خَشَعَ قَلْبُهُ لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ.

Andaikan khusyu' hati orang itu, niscaya khusyu' semua anggota badannya.

Abu Thalib Almakky berkata : Allah telah menunjukkan tanda bukti seorang kafir, yaitu bila disebut nama Allah saja mereka mengejek dan enggan tidak mau menerima.

Firman Allah :

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (الزمر: ٤٥)

Apabila disebut nama Allah saja (sendiri), cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akherat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain nama Allah, mereka gembira, menerima dan puas.

(S. Azzumar 45).

Di dalam ayat ini Allah menyatakan sendiri perbedaan antara jiwa orang mukmin yang merasa puas jika dikatakan kepadanya. Ini dari Allah, sedang orang kafir tidak merasa puas, bahkan keberatan kepadanya sesuatu terjadi semata-mata karena kekuasaan dan kehendak Allah. Dan ini pula merupakan perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.

Disalin