Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

259. الْكَائِنُ فِي الْكَوْنِ وَلَمْ تُفْتَحْ لَهُ مَيَادِينُ الْغُيُوبِ مَسْجُونٌ بِمُحِيطَاتِهِ وَمَحْصُورٌ فِي هَيْكَلِ ذَاتِهِ.

Orang yang ada di alam dunia dan belum terbuka baginya lapangan ghaib, tetap terkurung dengan (oleh) syahwat dan adat kebiasaan- nya, dan terkepung oleh kepentingan-kepentingan kerangka badannya.

Demikianlah keadaan manusia yang belum terbuka nur iman dalam hatinya sehingga tidak mengenal pada Allah, medan (lapangan) perjuangannya hanya terkurung pada kebendaan belaka untuk pemuasan hawa nafsu dan syahwat semata-mata. Allah telah berfirman : HambaKu, jadikanlah perhatianmu seratus persen kepadaKu, niscaya Aku cukupi segala hajat kepentinganmu (kebutuhanmu), selama Aku dengan engkau, engkau dalam kedudukan hamba, dan selama engkau dengan Aku, maka engkau di tempat yang dekat, mintalah apa saja untuk dirimu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

153. النَّاسُ يَمْدَحُونَكَ لِمَا يَظُنُّونَهُ فِيكَ، فَكُنْ أَنْتَ ذَامًّا لِنَفْسِكَ لِمَا تَعْلَمُهُ مِنْهَا.

Orang-orang memuji padamu disebabkan oleh apa yang mereka sangka ada padamu, karena itu engkau harus mencela dirimu karena apa-apa yang benar-benar engkau ketahui pada dirimu. Jangan sampai engkau tertipu oleh pujian orang-orang yang tidak mengetahui hakikatmu, sehingga seolah-olah merasa sudah sempurna dan merasa layak dipuji, bahkan sebaliknya dari itu engkau harus berdoa.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ، وَلَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ.

Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunkan bagiku apa-apa (dosa-dosa) yang tidak mereka ketahui. Dan jangan dituntut dengan apa yang mereka katakan. Siapa yang merasa senang dengan pujian orang terhadap dirinya, berarti ia telah mengizinkan (memberi kesempatan) kepada setan untuk masuk dan merusak iman dan fikirannya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

019. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ لِكُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الظَّاهِرُ قَبْلَ وُجُودِ كُلِّ شَيْءٍ.

Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal la yang tampak pada tiap segala sesuatu. Bagaimana akan dapat dibayangkan, bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yang ada dhahir sebelum adanya sesuatu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

195. تَسْبِقُ أَنْوَارُ الْحُكَمَاءِ أَقْوَالَهُمْ، فَحَيْثُ صَارَ التَّنْوِيرُ وَصَلَ التَّعْبِيرُ.

mereka, karena itu di mana telah mendapat penerangan dari nur itu sampailah kalimat yang dikatakan oleh mereka itu. iman keyakinan mereka, bahwa segala sesuatu langsung di tangan Allah yang tidak bersekutu, karena bila mereka akan menyampaikan nasehat, maka terlebih dahulu kontak hubungan mereka kepada Allah ta'ala hanya minta taufiq dan hidayat petunjuk daripadaNya. karena hanya Allah yang mengatur kalimat yang keluar dari lidah penasehat, dan Allah pula yang mengatur pendengaran yang mendengar. Rasulullah saw bersabda :

رَأْسُ الْحِكْمَةِ مَخَافَةُ اللَّهِ.

Firman Allah :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ (فاطر: ٢٨)

Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah hanyalah para ulama. Ulama yang tidak takut kepada Allah, adalah ulama' suu' (penipu ummat). Siapa yang bertambah ilmu tetapi tidak bertambah hidayat iman- nya, maka tidak bertambah dekat kepada Allah, bahkan bertambah jauh.

Disalin