Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

236. مَا تَجِدُهُ الْقُلُوبُ مِنَ الْهُمُومِ وَالْأَحْزَانِ فَلِأَجْلِ مَا مُنِعَتْ مِنْ وُجُودِ الْعِيَانِ.

Semua yang dirasakan oleh hati (perasaan/fikiran) dari berbagai macam kerisauan itu, maka semata-mata karena masih tertahan belum dapat melihat musyahadah kepada Tuhan Allah swt.

Firman Allah menceritakan ketika Abubakar Assiddiq ra. bersama Rasulullah di gua Tsur, dimana Abubakar risau dan sedih hati, langsung oleh Rasulullah diingatkan :

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا (التوبة: ٤٠)

Jangan risau/sedih sesungguhnya Allah beserta kami.

Asysyibly berkata : Siapa yang benar-benar mengenal Allah tidak akan risau atau berduka cita untuk selama-lamanya.

Firman Allah :

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (يونس: ٦٢)

Ingatlah, sesungguhnya para waliyullah itu tidak merasa takut dan tidak merasa duka cita. Dan sabda Nabi saw. kepada Abubakar Assiddiq ketika digua Tsur : Ya Aba Bakr ma dhannuka bi isnain allahu tsalitsu huma. Bagaimanakah perasaanmu hai Abubakar terhadap dua orang yang ditigai oleh Allah (disertai/dilindungi oleh Allah).

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

027. لاَ تَطْلُبْ مِنْهُ أَنْ يُخْرِجَكَ مِنْ حَالَةٍ لِيَسْتَعْمِلَكَ فِيمَا سِوَاهَا، فَلَوْ أَرَادَكَ لاَسْتَعْمَلَكَ مِنْ غَيْرِ إِخْرَاجٍ.

Jangan anda meminta kepada Allah supaya dipindah dari suatu hal kepada yang lain, sebab sekiranya Allah menghendakinya tentu telah memindahmu, tanpa merubah keadaanmu yang lama. Dalam hikayat : Ada seorang shalih biasa bekerja dan beribadat, lalu ia berkata : Andaikan aku bisa mendapatkan untuk tiap hari, dua potong roti, niscaya aku tidak susah bekerja dan melulu beribadat. Tiba- tiba ia tertuduh dan karenanya ia harus masuk penjara, dan dia tiap hari ia menerima dua potong roti, kemudian setelah beberapa lama ia menderita dalam penjara, ia berpikir : Bagaimana sampai terjadi demikian ini ? Tiba-tiba teringat dalam perasaannya : Engkau minta dua potong roti, dan tidak minta selamat maka Kami (Allah) memberi permintaanmu. Setelah itu ia minta ampun dan membaca istighfar, maka ketika itu pula pintu penjara terbuka dan dilepas dari penjara. Sebab Allah menjadikan manusia dengan segala hajat kebutuhan- nya, sehingga tidak usah manusia kuatir atau ragu atau jemu terhadap sesuatu pemberian Allah, meskipun berbentuk penderitaan bala' pada lahirnya, sebab hakikatnya nikmat besar bagi siapa yang mengetahui hakikatnya, sebab tidak ada sesuatu yang tidak terbit dari rahmat Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

064. أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِيُخْرِجَكَ مِنْ سِجْنِ وُجُودِكَ إِلَى فَضَاءِ شُهُودِكَ.

Allah memberikan kepadamu (warid kurnianya) supaya engkau keluar/terlepas dari kurungan bentuk kejadian dan sifat-sifatmu, ke alam luar yang berupa ma'rifat mengenal kebesaran kekuasaan dan kurnia Tuhanmu. Dalam tiga pelajaran berkenaan dengan warid (kurnia Tuhan) yang pertama diberikan kepadamu, supaya kau ringan melakukan taat ibadat dan mendekat ke hadirat Allah, tetapi kemungkinan masih kurang ikhlas, maka diturunkan warid yang kedua untuk melepaskan dari tujuan kepada sesuatu selain Allah, sedang warid yang ketiga untuk melepaskan dirimu dari sifat-sifat wujud yang sempit kepada alam melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas, sehingga lupa kepada diri dan hanya ingat kepada Allah semata-mata.

Hikam Ibnu 'Atoillah

237. مِنْ تَمَامِ النِّعْمَةِ عَلَيْكَ أَنْ يَرْزُقَكَ مَا يَكْفِيكَ وَيَمْنَعَكَ مَا يُطْغِيكَ.

Setengah dari kesempurnaan nikmat Allah kepadamu jika Allah memberi rizqi yang cukup dan menahan daripadamu apa yang dapat menyesatkan kamu.

Firman Allah :

كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ * أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ (العلق: ٦ - ٧)

Sesungguhnya manusia itu pasti melampaui batas (tersesat) jika merasa diri kaya tidak berhajat. Sa'ad bin Abi Waggash ra. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda : Sebaik-baik rizqi yang mencukupi, dan sebaik-baik dzikir yang samar. Abu Dardaa' ra. berkata : Rasulullah saw bersabda : Tiada terbit atau terbenam matahari melainkan disisinya ada dua Malaikat yang berseru, seruan itu dapat didengar oleh semua makhluk kecuali manusia dan jin : Hai sekalian manusia silahkan kembali kepada Tuhan, sesungguhnya yang sedikit tetapi mencukupi itu lebih baik dari yang banyak hingga melalaikan (menyesatkan).

Firman Allah :

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا (القصص: ٧٧)

Pergunakan semua yang diberikan Allah kepadamu (yaitu yang berupa hidup panca indera, akal pikiran, tenaga dan harta kekayaan) untuk mencapai kebahagiaan dan keuntungan akherat, dan jangan kau lupakan bagianmu daripada dunia. Kepentingan yang pertama dan,utama ialah keselamatan akherat, adapun dunia maka ia sambil lalu jika tidak lupa. Sebab siapa yang sungguh beramal untuk akherat maka dunianya terjamin untung dan puas, sebaliknya jika amal usahanya hanya untuk dunia maka baginya tidak bertambah dari ketetapan Allah dan akheratnya rugi tidak dapat apa-apa.

Rasulullah saw. bersabda :

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ.

Bukannya kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sesungguhnya ialah kaya hati/tenang jiwa. Tersebut dalam kitab-kitab yang dahulu, Allah berfirman : Sesungguhnya seringan-ringan hukumanKu terhadap seorang alim jika ia condong kepada keduniaan, akan Aku cabut daripadannya kelezatan bermunajat kepadaKu.

Disalin