Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.
281. فَصَرَفَ عَنْ هٰذِهِ الدَّارِ مُغْضِيًا، وَأَعْرَضَ عَنْهَا مُوَلِّيًا، فَلَمْ يَتَّخِذْهَا وَطَنًا وَلاَ جَعَلَهَا سَكَنًا.
Maka ia memalingkan muka dari dunia ini, dan mengabaikan dengan memejamkan mata dan berjalan terus (meletakkannya di belakang- nya), maka tidak menganggapnya sebagai tanah air atau tempat tinggal.
Maka ia memalingkan muka dari dunia ini, dan mengabaikan dengan memejamkan mata dan berjalan terus (meletakkannya di belakang- nya), maka tidak menganggapnya sebagai tanah air atau tempat tinggal.
084. مَتَى رَزَقَكَ الطَّاعَةَ وَالْغِنَى بِهِ عَنْهَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ قَدْ أَسْبَغَ عَلَيْكَ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً.
Apabila Allah telah memberi rizqi kepadamu berupa perasaan puas melakukan taat (ibadat) pada lahirmu, dan merasa cukup kaya dengan Allah dalam hatimu, sehingga benar-benar tidak ada sandaran bagimu kecuali allah. Maka ketahuilah bahwa Allah telah melimpahkan kepadamu nikmat lahir batin. Seorang hamba dituntut dua macam, yaitu menurut perintah dan meninggalkan larangan pada lahirnya, dan bersandar/berharap kepada Allah pada batinnya. Karena itu siapa yang diberi rizqi oleh Allah demikian, berarti telah menerima kurnia nikmat Allah yang lengkap lahir batın.
Apabila Allah telah memberi rizqi kepadamu berupa perasaan puas melakukan taat (ibadat) pada lahirmu, dan merasa cukup kaya dengan Allah dalam hatimu, sehingga benar-benar tidak ada sandaran bagimu kecuali allah. Maka ketahuilah bahwa Allah telah melimpahkan kepadamu nikmat lahir batin. Seorang hamba dituntut dua macam, yaitu menurut perintah dan meninggalkan larangan pada lahirnya, dan bersandar/berharap kepada Allah pada batinnya. Karena itu siapa yang diberi rizqi oleh Allah demikian, berarti telah menerima kurnia nikmat Allah yang lengkap lahir batın.
259. الْكَائِنُ فِي الْكَوْنِ وَلَمْ تُفْتَحْ لَهُ مَيَادِينُ الْغُيُوبِ مَسْجُونٌ بِمُحِيطَاتِهِ وَمَحْصُورٌ فِي هَيْكَلِ ذَاتِهِ.
Orang yang ada di alam dunia dan belum terbuka baginya lapangan ghaib, tetap terkurung dengan (oleh) syahwat dan adat kebiasaan- nya, dan terkepung oleh kepentingan-kepentingan kerangka badannya.
Demikianlah keadaan manusia yang belum terbuka nur iman dalam hatinya sehingga tidak mengenal pada Allah, medan (lapangan) perjuangannya hanya terkurung pada kebendaan belaka untuk pemuasan hawa nafsu dan syahwat semata-mata. Allah telah berfirman : HambaKu, jadikanlah perhatianmu seratus persen kepadaKu, niscaya Aku cukupi segala hajat kepentinganmu (kebutuhanmu), selama Aku dengan engkau, engkau dalam kedudukan hamba, dan selama engkau dengan Aku, maka engkau di tempat yang dekat, mintalah apa saja untuk dirimu.
Orang yang ada di alam dunia dan belum terbuka baginya lapangan ghaib, tetap terkurung dengan (oleh) syahwat dan adat kebiasaan- nya, dan terkepung oleh kepentingan-kepentingan kerangka badannya.
Demikianlah keadaan manusia yang belum terbuka nur iman dalam hatinya sehingga tidak mengenal pada Allah, medan (lapangan) perjuangannya hanya terkurung pada kebendaan belaka untuk pemuasan hawa nafsu dan syahwat semata-mata. Allah telah berfirman : HambaKu, jadikanlah perhatianmu seratus persen kepadaKu, niscaya Aku cukupi segala hajat kepentinganmu (kebutuhanmu), selama Aku dengan engkau, engkau dalam kedudukan hamba, dan selama engkau dengan Aku, maka engkau di tempat yang dekat, mintalah apa saja untuk dirimu.