Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

184. إِلَى الْمَشِيئَةِ يَسْتَنِدُ كُلُّ شَيْءٍ، وَلاَ تَسْتَنِدُ هِيَ إِلَى شَيْءٍ.

Langsung kepada kehendak Allah harus bersandar segala sesuatu, (yaktni tidak boleh terjadi sesuatu apapun tanpa kehendak Allah). Sedang kehendak Allah tidak bersandar kepada sesuatu apapun.

Firman Allah :

وَمَن لَّمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِن نُّورٍ (النور: ٤٠)

iDan siapa yang tidak diberi nur oleh Allah, maka ia tidak mempunyai nur”.

Firman Allah :

يُضِلُّ مَنْ يَشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَآءُ.

iAllah menyesatkan siapa yang dikehendaki, dan memberi hidayat/petunjuk siapa yang dikehendaki’. Allah memilih sendiri dengan ilmu dan kebijaksanannya. manusia tidak berhak bertanya mengapakah atau bagaimanakah ? terhadap kebijaksanaan Allah :

لَاَ يُسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْتَلُوْنَ.

Allah tidak dapat ditanya tentang apa yang dijadikan (dibuat) dan semua makhluk akan ditanya tentang amal perbuatan mereka.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

270. رُبَّ عُمْرٍ اتَّسَعَتْ آمَادُهُ وَقَلَّتْ أَمْدَادُهُ، وَرُبَّ عُمْرٍ قَلَّتْ آمَادُهُ وَكَثُرَتْ أَمْدَادُهُ.

Adakalanya umur (usia) itu lanjut (panjang) masanya tetapı sedikit manfaatnya, dan adakalanya umur itu pendek (singkat) masanya, tetapi banyak (besar) manfaatnya. (Yakni : Kurnia yang didapatnya dari Allah banyak).

Hikam Ibnu 'Atoillah

205. إِذَا الْتَبَسَ عَلَيْكَ أَمْرَانِ فَانْظُرْ أَثْقَلَهُمَا عَلَى النَّفْسِ فَاتَّبِعْهُ، فَإِنَّهُ لاَ يَثْقُلُ عَلَيْهَا إِلاَّ مَا كَانَ حَقًّا.

Jika kabur bagimu dua hal, maka perhatikan (lihatlah) mana yang lebih berat terhadap hawa nafsu, makarikutlah, sebab tidak akan terasa berat terhadap hawa nafsu kecuali yang hak. Jika kabur dan sukar bagimu untuk membedakan, apakah amal itu baik atau busuk diridhai oleh Allah atau dimurkai Allah, maka umpamakan sekiranya engkau mati sedang berbuat itu, jika tidak gentar menghadapi mati dalam mengerjakan itu, maka kerjakanlah. Sebab itu sebagai tanda perbuatan itu hak dan benar.

Disalin