Suatu tanda akan lulusnya seorang pada akhir perjuangannya, jika selalu tawakkal, menyerah kepada Allah sejak mulai perjuangannya. Seorang arief berkata : Siapa yang menyangka bahwa ia akan dapat sampai kepada Allah, dengan perantaraan sesuatu selain Allah, pasti akan putus karenanya, Dan siapa dalam ibadatnya bersandar pada kekutan dirinya diserahkan oleh Allah kepada kekuatan dirinya. Yakni, hanya sampai disitu saja, dan tidak dapat mencapai bahagian- bahagian yang hanya dapat dicapai dengan tawakkal menyandarkan diri kepada Allah.
036. مَا اسْتُودِعَ فِي غَيْبِ السَّرَائِرِ ظَهَرَ فِي شَهَادَةِ الظَّوَاهِرِ.
Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghaib, yaitu yang berupa nur Ilahi dan ma'rifat, pasti akan tampak bekas (pengaruhnya) pada anggota lahir.
Abu Hafash berkata : Bagusnya adab kesopanan lahir, membukti- kan adanya adap yang di dalam batin. Rasulullah saw. ketika melihat seorang yang main-main tangannya ketika sembahyang, maka Rasulullah saw. bersabda :
لَوْ خَشَعَ قَلْبُهُ لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ.
Andaikan khusyu' hati orang itu, niscaya khusyu' semua anggota badannya.
Abu Thalib Almakky berkata : Allah telah menunjukkan tanda bukti seorang kafir, yaitu bila disebut nama Allah saja mereka mengejek dan enggan tidak mau menerima.
Firman Allah :
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (الزمر: ٤٥)
Apabila disebut nama Allah saja (sendiri), cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akherat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain nama Allah, mereka gembira, menerima dan puas.
(S. Azzumar 45).
Di dalam ayat ini Allah menyatakan sendiri perbedaan antara jiwa orang mukmin yang merasa puas jika dikatakan kepadanya. Ini dari Allah, sedang orang kafir tidak merasa puas, bahkan keberatan kepadanya sesuatu terjadi semata-mata karena kekuasaan dan kehendak Allah. Dan ini pula merupakan perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.
Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghaib, yaitu yang berupa nur Ilahi dan ma'rifat, pasti akan tampak bekas (pengaruhnya) pada anggota lahir.
Abu Hafash berkata : Bagusnya adab kesopanan lahir, membukti- kan adanya adap yang di dalam batin. Rasulullah saw. ketika melihat seorang yang main-main tangannya ketika sembahyang, maka Rasulullah saw. bersabda :
لَوْ خَشَعَ قَلْبُهُ لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ.
Andaikan khusyu' hati orang itu, niscaya khusyu' semua anggota badannya.
Abu Thalib Almakky berkata : Allah telah menunjukkan tanda bukti seorang kafir, yaitu bila disebut nama Allah saja mereka mengejek dan enggan tidak mau menerima.
Firman Allah :
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (الزمر: ٤٥)
Apabila disebut nama Allah saja (sendiri), cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akherat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain nama Allah, mereka gembira, menerima dan puas.
(S. Azzumar 45).
Di dalam ayat ini Allah menyatakan sendiri perbedaan antara jiwa orang mukmin yang merasa puas jika dikatakan kepadanya. Ini dari Allah, sedang orang kafir tidak merasa puas, bahkan keberatan kepadanya sesuatu terjadi semata-mata karena kekuasaan dan kehendak Allah. Dan ini pula merupakan perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.
167. سُبْحَانَ مَنْ لَمْ يَجْعَلِ الدَّلِيلَ عَلَى أَوْلِيَائِهِ إِلاَّ مِنْ حَيْثُ الدَّلِيلُ عَلَيْهِ، وَلَمْ يُوصِلْ إِلَيْهِمْ إِلاَّ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُوَصِّلَهُ إِلَيْهِ.
Maha Suci Allah yang sengaja tidak mengadakan suatu bukti (tanda) untuk para walinya, kecuali sekedar untuk mengenal kepada- nya, sebagaimana tidak menyampaikan (mempertemukan) dengan mereka kecuali pada orang yang akan disampaikan kepada Allah.
Abul-Abbas Almarsy berkata : Untuk mengenal seorang waliyullah itu lebih sukar daripada mengenal kepada Allah, sebab Allah mudah dikenal dengan adanya bukti-bukti kebesaran, kekuasaan dan keindahan buatanNya, tetapi untuk mengetahui seorang makhluk yang sama- sama dengan engkau : makan minum dan menderita segala penderitaan- mu sungguh sangat sukar. Tetapi jika Allah memperkenalkan engkau dengan seorang wali, maka Allah menutupi sifat-sifat manusia biasanya dan memperlihatkan kepadamu keistimewaan-keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada wali itu.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman : Para waliKu dibawah naunganKu, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang
wali, kecuali jika Ałlah memberikan taufiq hidayatNya. Supaya ia langsung juga mengenal kepada Allah dan kebesaranNya yang diberikan kepada scorang manusia yang dikehendakiNya.
Abu Ali Al-Jurjay berkata : Seorang wali itu ialah orang yang fana (lupa pada dirinya, dan tetap (baga')) dalam musyahadah dan melihat Tuhan. Allah yang mengatur segala-galanya, maka karena itu berturut- turut datang kepadanya nur ilahi. Dalam Al-Qur'an : Para wali ialah mereka yang beriman dan bertakwa. Dalam lain riwayat : Ialah mereka yang mengakui Rabbunallah (Tuhan kami Allah) dan istigamah (tetap tidak berubah). Dari itu merekalah yang merasa hidup aman tidak takut dan tidak berduka cita di dunia dan akherat.
Maha Suci Allah yang sengaja tidak mengadakan suatu bukti (tanda) untuk para walinya, kecuali sekedar untuk mengenal kepada- nya, sebagaimana tidak menyampaikan (mempertemukan) dengan mereka kecuali pada orang yang akan disampaikan kepada Allah.
Abul-Abbas Almarsy berkata : Untuk mengenal seorang waliyullah itu lebih sukar daripada mengenal kepada Allah, sebab Allah mudah dikenal dengan adanya bukti-bukti kebesaran, kekuasaan dan keindahan buatanNya, tetapi untuk mengetahui seorang makhluk yang sama- sama dengan engkau : makan minum dan menderita segala penderitaan- mu sungguh sangat sukar. Tetapi jika Allah memperkenalkan engkau dengan seorang wali, maka Allah menutupi sifat-sifat manusia biasanya dan memperlihatkan kepadamu keistimewaan-keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada wali itu.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman : Para waliKu dibawah naunganKu, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang
wali, kecuali jika Ałlah memberikan taufiq hidayatNya. Supaya ia langsung juga mengenal kepada Allah dan kebesaranNya yang diberikan kepada scorang manusia yang dikehendakiNya.
Abu Ali Al-Jurjay berkata : Seorang wali itu ialah orang yang fana (lupa pada dirinya, dan tetap (baga')) dalam musyahadah dan melihat Tuhan. Allah yang mengatur segala-galanya, maka karena itu berturut- turut datang kepadanya nur ilahi. Dalam Al-Qur'an : Para wali ialah mereka yang beriman dan bertakwa. Dalam lain riwayat : Ialah mereka yang mengakui Rabbunallah (Tuhan kami Allah) dan istigamah (tetap tidak berubah). Dari itu merekalah yang merasa hidup aman tidak takut dan tidak berduka cita di dunia dan akherat.
094. مَتَى فَتَحَ لَكَ بَابَ الْفَهْمِ فِي الْمَنْعِ عَادَ الْمَنْعُ عَيْنَ الْعَطَاءِ.
Apabila Allah membukakan bagimu pengertian (faham) tentang penolakanNya, maka berubahlah penolakan itu berarti (menjadi) pemberian. bijaksanaanNya dalam apa yang dijauhkannya daripadamu, maka itu berarti suatu kurnia Tuhan kepadamu, sehingga terasa olehmu keselamatanmu dunia dan akheratmu.
Apabila Allah membukakan bagimu pengertian (faham) tentang penolakanNya, maka berubahlah penolakan itu berarti (menjadi) pemberian. bijaksanaanNya dalam apa yang dijauhkannya daripadamu, maka itu berarti suatu kurnia Tuhan kepadamu, sehingga terasa olehmu keselamatanmu dunia dan akheratmu.