Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu, dañ siapa yang syukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat kukuh.
Firman Allah :
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ (إبراهيم: ٧)
Bila kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat bagimu.
Firman Allah :
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ (النحل: ٥٣)
Tiada terjadi suatu nikmat bagimu melainkan itu dari Allah (maka itu dari Allah).
Firman Allah :
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (الضحى: ١١)
Adapun terhadap nikmat pemberian Tuhanmu, maka kau pergunakan (ceritakan/sebarkan).
Annu’maan bin Basyir ra. berkata : Bersabda Nabi saw. : Siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang banyak, dan siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah. Syukur : lalah merasa dalam hati, dan menyebut dengan lidah, dan mengerjakan dengan anggota badan.
Al-Junaid berkata : Ketika saya baru berusia 7 tahun hadir dalam majlis Assariyussagathi, tiba-tiba saya ditanya : Apakah arti syukur ? Jawabku : Syukur ialah tidak menggunakan suatu nikmat yang diberi Allah untuk perbuatan maksiat. Assary berkata: Saya kuatir kalau bagianmu dari kurnia Allah hanya dalam lidahmu belaka. Berkata Al-Junaid : Maka karena kalimat yang dikeluarkan oleh Assary itu saya selalu menangis, kuatir kalau benar apa yang dikatakan oleh Assary itu.