Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

012. مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْءٌ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ.

Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati (jiwa), sebagai- mana menyendiri untuk masuk ke medan berfikir (tafakur).

Rasulullah saw. bersabda : Perumpamaan teman yang tidak baik, bagaikan tukang besi yang membakar besi, jika engkau tidak terbakar oleh peltikan apinya, maka terkena bau busuknya. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa as.: Hai putera Imraan waspadalah selalu dan pilihlah untuk dirimu teman (sahabat), dan tiap teman (kawan) tidak membantumu untuk berbuat taat (bakti) kepadaku, maka ia adalah musuhmu. Demikian pula wahyu Allah kepada Nabi Dawud as.: Hai Dawud, mengapakah engkau menyendiri? Jawab Dawud : Aku menjauhkan diri dari makhluk untuk mendekat kepadaMu. Maka Allah berfirman: Hai Dawud waspadalah selalu, dan pilihlah untukmu kawan-kawan, dan tiap kawan yang tidak membantu untuk berbakti kepadaku, maka itu adalah musuhmu, dan akan menyebabkan keras hatimu, serta jauh dari padaKu. Nabi Isa as. bersabda : Jangan berkawan pada orang-orang yang mati, niscaya mati hatimu. Ketika ditanya: Siapakah orang-orang yang mati itu ? Jawabnya : Mereka yang rakus kepada dunia.

Rasulullah saw. bersabda : Yang sangat aku kuatirkan terhadap ummatku ialah kelemahan dalam iman keyakinan. Nabi Isa as. berkata : Berbahagialah orang yang perkataannya dzikir, dan diamnya berfikir, dan pandangannya perhatian. Sesungguh- nya orang yang sempurna akal ialah yang selalu mengoreksi hari kemudian sesudah mati.

Sahl bin Abdullah Attustary ra. berkata : Kebaikan itu terhimpun dalam empat macam, dan dengan itu tercapai derajat wali (yakni di samping melakukan semua kewajiban-kewajiban agama), yaitu : 1. Lapar, 2. Diam,

3. Menyendiri dan 4. Bangun malam (yakni bertahajjud).

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

107. نِعْمَتَانِ مَا خَرَجَ مَوْجُودٌ عَنْهُمَا وَلاَ بُدَّ لِكُلِّ مُكَوَّنٍ مِنْهُمَا: نِعْمَةُ الْإِيجَادِ وَنِعْمَةُ الْإِمْدَادِ.

Dua nikmat yang tıdak uatu makhluk yang terlepas dari keduanya yaitu nikmat ciptaan dan n ulan. Karena tiap makhluk asalnya tidak ada, maka nikmat yang pertama diterimanya ialah nikmat ciptaan Allah yang menjadikannya (mewujudkannya), kemudian dilanjutkan dengan nikmat kelanjutan hidup itu, yakni melengkapi kebutuhan hidup, sebab bila tidak dilengkapi kebutuhan, tidak akan dapat bertahan hidup.

Hikam Ibnu 'Atoillah

247. إِنَّمَا أَجْرَى الْأَذَى عَلَى أَيْدِيهِمْ كَيْ لاَ تَكُونَ سَاكِنًا إِلَيْهِمْ، أَرَادَ أَنْ يُزْعِجَكَ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى لاَ يَشْغَلَكَ عَنْهُ شَيْءٌ.

Memang sengaja Allah melaksanakan gangguan terhadap dirimu dari tangan orang-orang itu, supaya engkau tidak jinak kepada mereka. Sengaja Allah menjengkelkan (menjemukan) engkau dari segala sesuatu, supaya tidak ada sesuatu yang melupakan engkau daripada Allah (supaya tidak ada yang mengganggu engkau untuk ingat kepada Allah).

Abul-Hasan Asysyadzily berkata : Larilah dari kebaikan (bantuan orang, melebihi dari larimu dari kejahatan orang kepadamu, sebab kebaikan orang itu langsung membahayakan hatimu sedang kejahatan mereka hanya membahayakan jasmanimu, dan bahaya jasmani itu lebih ringan dari bahaya hati. Bahaya kebaikan orang kepadamu, jika kamu jinak, senang, menyandar, berharap kepada mereka. Sesungguhnya jika ada musuh yang mendekatkan engkau kepada Allah lebih baik dari teman/kawan yang memutuskan engkau dari Allah. Abdussalam bin Masyisy ra. berdoa : Ya Allah ada orang-orang yang minta kepadaMu supaya semua orang jinak kepadanya, maka telah Engkau perkenankan dan mereka puas dengan itu, sebaliknya saya minta supaya semua makhluk menjauh daripadaku sehingga tidak ada bagiku tempat berlindung dan berharap kecuali kepadaMu.

Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang memberi kepadamu kebaikan (hadiah), maka lekas engkau balas dengan yang seimbang maka jika tidak dapat kamu membalas, maka doakanlah orang itu. (Yakni supaya tidak merasa berhutang budi padanya). Doanya : Jazaka Allahu Khoira ( Semoga Allah membalasmu kebaikan).

Muhammad bin Al-Hasan berkata : Ketika saya sedang berputar- putar di bukit Lubnan, tiba-tiba ada seorang pemuda yang keluar dari bukit hangus badannya oleh serangan angin samum, maka ketika pemuda melihat padaku, tiba-tiba melarikan diri, lalu saya kejar, dan ketika ia telah berhenti saya minta nasehat kepadanya, maka ia berkata : Berhati-hatilah daripada Allah, karena Allah itu sangat cemburu, ia tidak suka melihat dalam hati hambaNya sesuatu selainNya. (Yakni tidak boleh ada dalam hati hambaNya sedikitpun dari syirik). jangan sampai ada dalam hati perasaan : Barangkali orang akan menolong atau membantu padaku.

Disalin