Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

176. وَمَنْ أَحَبَّهُ لَمْ يُؤْثِرْ عَلَيْهِ شَيْئًا.

Dan siapa yang cinta pada Allah, tidak akan mengutamakan sesuatu yang lainnya.

Demikianlah siapa yang benar-benar mengenal kepada Allah, pasti ia selalu ingat pada Allah, pada tiap sesuatu apapun yang ia lihat, ia dengar dan rasa. Sebab tidak ada sesuatu melainkan menunjukkan keindahan, kekuasaan dan buatan Allah. Karena itulah siapa yang telah fana dengan Allah, sudah sungguh-sungguh ingatnya hanya kepada Allah, maka segala sesuatu yang ada di depannya seolah-olah sepi kosong dan bayangan belaka. Sedang siapa yang betul-betul cinta kepada Allah, maka pasti ia tidak akan mengutamakan sesuatu apapun selain Allah yang telah dicintainya itu, bahkan ia akan sanggup mengurbankan segala kepentingan dan hawa nafsunya di dalam mencapai keridhaan Allah swt. Sebab hakikat dari semua panca indera, penglihatan pendengaran dan perasaan itu semua bukan semata-mata karena adanya mata, telinga dan lidah atau hidung, tetapi semua membutuhkan nur ilahi yang langsung dari Allah, sehingga terangnya mata tanpa terangnya benda yang akan dilihat, tidak memungkinkan terlihat benda itu, maka dari kedua-duanya tetap mem- butuhkan nur ilahi yang langsung untuk panca indera dalam mencapai sesuatu apapun. Maka dengan pandangan yang sedemikian orang aarif selalu melihat pada Allah pada tiap apa saja yang dipandangnya. Yang setelah melihatnya fana dengan Allah dan lupa (ghaib) dari segala sesuatu selain Allah, kemudian cinta yang tidak ada taranya kepada Allah.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

133. لاَ تَطْلُبْ عِوَضًا عَلَى عَمَلٍ لَسْتَ لَهُ فَاعِلاً، يَكْفِي مِنَ الْجَزَاءِ لَكَ عَلَى الْعَمَلِ أَنْ كَانَ لَهُ قَابِلاً.

Jangan menuntut upah (ganti) terhadap amal perbuatan yang kau sendiri tidak ikut berbuat, cukup besar upah balasan Allah bagimu, jika Allah menerima amal itu. • Firman Allah :

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ (الصافات: ٩٦)

(Dan Allah yang menjadikan engkau dan apa yang engkau perbuat (kerjakan). (Assafaat 96).

Ibrahim Allaqgany berkata : Dan Allah yang menjadikan hamba dan segala perbuatannya. Dia pula yang memberikan taufiq untuk siapa yang akan sampai (mendekat) kepadaNya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

166. سَتَرَ أَنْوَارَ السَّرَائِرِ بِكَثَائِفِ الظَّوَاهِرِ إِجْلاَلاً لَهَا أَنْ تُبْتَذَلَ بِوُجُودِ الْإِظْهَارِ، وَأَنْ يُنَادَى عَلَيْهَا بِلِسَانِ الاِشْتِهَارِ.

Allah sengaja menutupi nur hati itu dengan pekerjaan-pekerjaan yang lahir karena sayang kepadanya jangan sampai diobral dengan terbuka begitu saja, atau kuatir daripada lidah yang akan menyiar-nyiarkannya. Juga Allah menutup nur cahaya kewalian para walinya karena rahmat- nya terhadap kaum mukminin, sebab sekíranya terbuka itu rahasia kewalian pada seorang, pasti akan mewajibkan bagi orang yang terbuka hatinya itu, kewajiban-kewajiban yang mungkin tidak dapat melaksanakannya, dan dengan demikian berarti telah terjerumus dalam dosa durhaka.

Disalin