Tiada sesuatu yang dapat memimpin/menuntun engkau seperti angan-angan (bayangan yang kosong). Wahm : lalah tiap-tiap angan-angan terhadap sesuatu selain dari Allah, yang berarti angan-angan terhadap sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
279. وَأَنَّهُ لاَ بُدَّ لِبُنْيَانِ هٰذَا الْوُجُودِ أَنْ تَنْهَدِمَ دَعَائِمُهُ، وَأَنْ تُسْلَبَ كَرَائِمُهُ.
Dan bahwasanya bangunan alam ini pasti rusak binasa sendi-sendinya, dan lenyap semua kesenangan barang berharganya.
Dan bahwasanya bangunan alam ini pasti rusak binasa sendi-sendinya, dan lenyap semua kesenangan barang berharganya.
019. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ لِكُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الظَّاهِرُ قَبْلَ وُجُودِ كُلِّ شَيْءٍ.
Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal la yang tampak pada tiap segala sesuatu. Bagaimana akan dapat dibayangkan, bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yang ada dhahir sebelum adanya sesuatu.
Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal la yang tampak pada tiap segala sesuatu. Bagaimana akan dapat dibayangkan, bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yang ada dhahir sebelum adanya sesuatu.
244. خَيْرُ الْعِلْمِ مَا كَانَتِ الْخَشْيَةُ مَعَهُ.
Sebaik-baiknya ilmu itu, yang disertai oleh rasa takut kepada Allah swt.
Firman Allah :
إِنَّمَا يَخْشَىَ اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ.
Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari para hamba itu, hanya orang-orang yang alim/aarif. (Fathir 28).
Rasulullah saw. bersabda :
طَالِبُ الْعِلْمِ تَكَفَّلَ اللَّهُ بِرِزْقِهِ.
Orang yang menuntut ilmu agama itu, Allah menjamin rezkinya. Juga sabda Nabi saw. : Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena suka (gemar) pada apa yang dituntut. Rasulullah saw. berlindung kepada Allah : Allahumma inni a'udzu bika min ilmin laa yanfa' (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak berguna). Ilmu yang tidak berguna yaitu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah. Al-Junaid ketika ditanya : Apakah ilmu yang berguna ? Jawabnya : Ialah yang menunjukkan engkau kepada Allah, dan menjauhkan dari menurutkan hawa nafsu syahwatmu.
Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang cinta dunia, berbahaya akheratnya, dan siapa yang cinta akherat, berbahaya dunianya. Ingatlah kamu harus mengutamakan yang kekal abadi daripada yang lekas rusak dan hancur.
Sebaik-baiknya ilmu itu, yang disertai oleh rasa takut kepada Allah swt.
Firman Allah :
إِنَّمَا يَخْشَىَ اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ.
Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari para hamba itu, hanya orang-orang yang alim/aarif. (Fathir 28).
Rasulullah saw. bersabda :
طَالِبُ الْعِلْمِ تَكَفَّلَ اللَّهُ بِرِزْقِهِ.
Orang yang menuntut ilmu agama itu, Allah menjamin rezkinya. Juga sabda Nabi saw. : Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena suka (gemar) pada apa yang dituntut. Rasulullah saw. berlindung kepada Allah : Allahumma inni a'udzu bika min ilmin laa yanfa' (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak berguna). Ilmu yang tidak berguna yaitu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah. Al-Junaid ketika ditanya : Apakah ilmu yang berguna ? Jawabnya : Ialah yang menunjukkan engkau kepada Allah, dan menjauhkan dari menurutkan hawa nafsu syahwatmu.
Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang cinta dunia, berbahaya akheratnya, dan siapa yang cinta akherat, berbahaya dunianya. Ingatlah kamu harus mengutamakan yang kekal abadi daripada yang lekas rusak dan hancur.