Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

068. لاَ تُفْرِحْكَ الطَّاعَةُ لِأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ، وَافْرَحْ بِهَا لِأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللهِ إِلَيْكَ. قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ.

Jangan merasa gembira atas perbuatan taat (bakti) karena engkau merasa telah dapat melaksanakannya, tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai kurnia taufiq, hidayat dari Allah kepadamu. Katakanlah : Karena merasa mendapat kurnia dan rahmat Allah, mereka harus gembira. Itulah yang lebih baik daripada yang dapat mereka kumpulkan.

(Yunus 58)

Gembira atas perbuatan taat itu jika karena merasa mendapat kehormatan kurnia dan rahmat Allah sehingga dapat melakukan taat, maka itu baik. Sebaliknya jika gembira karena merasa diri sudah kuat dan sanggup melaksanakan taat, maka ini menimbulkan ujub/sombong dan bangga yang akan membinasakan amal taat itu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

170. حَظُّ النَّفْسِ فِي الْمَعْصِيَةِ ظَاهِرٌ جَلِيٌّ، وَحَظُّهَا فِي الطَّاعَةِ بَاطِنٌ خَفِيٌّ، وَمُدَاوَاةُ مَا يَخْفَى صَعْبٌ عِلاَجُهُ.

Bagian hawa nafsu dalam perbuatan maksiat itu lebih jelas terang, tetapi bagiannya dalam perbuatan taat itu halus samar, dan untuk mengobati yang samar itu amat sukar menyembuhkannya. Hawa nafsu selalu mengambil bagian dalam taat atau maksiat, adapun bagiannya dalam maksiat, maka terang, nyata yaitu kelezatan Latan Abd pade Khalianya) yang dirasakannya, yang terakhir dengan bencana, sedang bagiannya dalam perbuatan taat sangat halus dan sama sekali sukar untuk di- ketahuinya, kecuali bagi orang yang waspada dan berpandangan jauh. Bagian hawa nafsu dalam taat yaitu : Riya' untuk dilihat orang, dipuji orang, disanjung orang ternama di tengah-tengah masyarakat, terkenal, terhormat dan dipercaya orang. Sebab amal yang tidak dapat bagian hawa nafsu hanya dalam amal perbuatan yang ikhlas melulu kepada Allah, untuk mencapai keridhaan Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

045. شُعَاعُ البَصِيرَةِ يُشْهِدُكَ قُرْبَهُ مِنْكَ، وَعَيْنُ البَصِيرَةِ تُشْهِدُكَ عَدَمَكَ لِوُجُودِهِ، وَحَقُّ البَصِيرَةِ يُشْهِدُكَ وُجُودَهُ لاَ عَدَمَكَ وَلاَ وُجُودَكَ.

Sinar matahati itu dapat memperlihatkan kepadamu dekatnya Allah kepadamu. Dan matahati itu sendiri dapat memperlihatkan kepadamu ketiadaanmu karena wujud (adanya) Allah, dan hakikat matahati itulah yang menunjukkan kepadamu, hanya adanya Allah, bukan 'adam (ketiadaanmu) dan bukan pula wujudmu. Syu'aa'ulbashiirah yaitu cahaya akal. Ainul bashirah yaitu cahaya ilmu. Dan hagqul bashirah yaitu cahaya ilahi. Maka orang-orang yang menggunakan akal mereka, masih merasa adanya dirinya dan dekatnya kepada Tuhan (yakni Allah selalu meliputi mereka dan mengurung mereka). Sedang orang-orang yang meng- gunakan nurul ilmu merasa dirinya tidak ada jika dibandingkan dengan adanya Allah. Sedang ahli hakikat hanya melihat kepada Allah dan tidak melihat apapun di sampingnya. Bukannya mereka tidak melihat adanya alam sekitarnya, tetapi karena alam sekitarnya itu tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berhajat kepada Allah, maka adanya alam ini tidak menarik perhatian mereka, karena itu mereka menganggap bagaikan tidak ada.

Hikam Ibnu 'Atoillah

003. سَوَابِقُ الْهِمَمِ لاَ تَخْرِقُ أَسْوَارَ الْأَقْدَارِ.

Kekerasan semangat/perjuangan itu, tidak dapat menembus tirai takdir, kekeramatan atau kejadian-kejadian yang luar biasa dari seorang wali itu, tidak dapat menembus keluar dari takdir, maka segala apa yang terjadi semata-mata dengan takdir Allah.

Firman Allah :

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (التكوير: ٢٩)

"Dan tiadalah kamu berkehendak, kecuali apa yang di kehendaki Allah Tuhan yang mengatur seisi alam".

(S. Kuwwirot 29).

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا ( الإنسان: ٣)

iDan tiada kamu menghendaki kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sungguh Allah Maha mengetahui lagi bijaksana".

(S. Al-Insan 30).

Disalin