Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

019. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الَّذِي ظَهَرَ لِكُلِّ شَيْءٍ. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ الظَّاهِرُ قَبْلَ وُجُودِ كُلِّ شَيْءٍ.

Bagaimana akan dapat ditutupi oleh sesuatu, padahal la yang tampak pada tiap segala sesuatu. Bagaimana akan dapat dibayangkan, bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu, padahal Allah yang ada dhahir sebelum adanya sesuatu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

063. أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِيُتَسَلَّمَكَ مِنْ يَدِ الْأَغْيَارِ، وَلِيُحَرِّرَكَ مِنْ رِقِّ الْآثَارِ.

Allah memberikan kepadamu warid itu semata-mata untuk. mènyelamatkan engkau dari cengkeraman benda-benda, dan membebaskan dari perbudakan segala sesuatu selain Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

024. يَا عَجَبًا كَيْفَ يَظْهَرُ الْوُجُودُ فِي العَدَمِ، أَمْ كَيْفَ يَثْبُتُ الحَادِثُ مَعَ مَنْ لَهُ وَصْفُ الْقِدَمِ.

Alangkah ajaibnya (sungguh sangat ajaib), bagaimana tampak wujud di dalam adam (tidak ada). Atau bagaimana dapat bertahan sesuatu yang hancur itu, di samping dzat yang bersifat gidam. Yakni sesuatu yang hakikatnya tidak ada bagaimana dapat tampak ada wujudnya. Hakikat adam (tidak ada) itu gelap, sedangkan wujud itu bagaikan nur terang. Demikian pula batil dan hak. Batil itu harus rusak hancur. Sedang hak itulah yang harus tetap kuat bertahan.

Hikam Ibnu 'Atoillah

187. وُرُودُ الْفَاقَاتِ أَعْيَادُ الْمُرِيدِينَ.

Tibanya saat-saat kesukaran (kemiskinan serba kekurangan sehingga merasa rendah dan hina diri), itu sebagai hari raya gembira bagi para murid (yakni orang yang sedang melatih diri untuk tagarrub kepada Allah). Saat-saat tibanya kesukaran bala' yarig menyebabkan manusia merasakan kerendahan dan kehinaan dan kemiskinan diri dihadapan Allah, itulah saat dan masa yang terbaik untuk mendapat belas kasih Allah dan mendekat kepada Allah. Karena itu bagi seorang murid (salik) yang sedang berjuang melawan hawa nafsu, saat-saat yang sedemikian itu sebagai saat kemenangan melawan hawa nafsu sehingga saat-saat yang sedemikian itu bagi mereka bagaikan hari raya yang sangat menggembirakan, sebab tunduknya hawa nafsu, berarti hilangnya rasa kesombongan ujub atau besar diri.

Disalin