Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

208. عَلِمَ قِلَّةَ نُهُوضِ الْعِبَادِ إِلَى مُعَامَلَتِهِ، فَأَوْجَبَ عَلَيْهِمْ وُجُودَ طَاعَتِهِ، فَسَاقَهُمْ إِلَيْهَا بِسَلاَسِلِ الْإِيجَابِ. عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قَوْمٍ يُسَاقُونَ إِلَى الْجَنَّةِ بِالسَّلاَسِلِ.

Allah mengetahui kurang semangatnya hamba untuk mengerjakan taat maka diwajibkan kepada mereka melakukan taat dan ditarik mereka itu dengan rantai kewajiban : Tuhanmu kagum dari kaum yang ditarik masuk ke surga dengan rantai.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

123. وُرُودُ الْإِمْدَادِ بِحَسَبِ الاِسْتِعْدَادِ، وَشُرُوقُ الْأَنْوَارِ عَلَى حَسَبِ صَفَاءِ الْأَسْرَارِ.

Datangnya kurnia bantuan Allah itu menurut persiapan, dan terbitnya nur cahaya ilahi menurut bersihnya (jernihnya) hati. Karena itu ada tuntunan : Bersihkan hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Kami (Allah) akan mengisi (memenuhi)nya dengan pengertian- pengertian ma'rifat dan rahasia-rahasia keyakinan. Karena itu tiap-tiap waarid (pemberian kurnia) itu tergantung kepada wirid. Apabila wirid itu timbul dari hati yang suci bersih, maka datangnya waarid demikian terang bersihnya, demikian pula bila wirid itu tetap terus, maka waaridnya pun demikian tidak berhenti. Allah tidak akan jemu memberi pahala sehingga kamu jemu beramal.

Hikam Ibnu 'Atoillah

146. مَا أَحَبَّكَ إِلاَّ مَنْ صَحِبَكَ وَهُوَ بِعَيْبِكَ عَلِيمٌ، وَلَيْسَ ذٰلِكَ إِلاَّ مَوْلاَكَ الْكَرِيمُ، خَيْرُ مَنْ تَصْحَبُ مَنْ يَطْلُبُكَ لاَ لِشَيْءٍ يَعُودُ مِنْكَ إِلَيْهِ.

Sebenarnya bukan sahabatmu, kecuali yang bersahabat kepadamu, setelah ia mengetahui benar-benar kejelekanmu, dan tiada yang demikian itu kecuali Tuhanmu yang maha mengetahui. Sebaik- baik sahabatmu ialah yang selalu memperhatikan kepentinganmu, bukan karena suatu kepentingan yang diharap daripadamu untuk dirinya. Dan yang sedemikian itu juga tidak ada, kecuali Tuhan Allah sendiri tiada lain-lainnya. Sedangkan ayah dan ibu masih juga ada kepentingan- kepentingan dan pengharapan-pengharapan daripadamu, sedangkan di dunia tidak ada manusia yang kasih sayang kepadamu sebagaimana ayah dan ibu, demikian pula masih tidak sunyi dari harapan dan kepentingan.

Hikam Ibnu 'Atoillah

055. مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ، وَلاَ كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ.

Tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas (sepi ing pamrih) dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seorang yang tidak ikhlas.

Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Tumpahkan semua hasrat keinginanmu itu kepada usaha untuk diterimanya amal perbuatanmu, sebab tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang diterima oleh Allah :

Firman Allah :

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ المُتَّقِيْنَ.

Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa (ikhlas baginya, dan tepat menurut ajarannya).

Abdullah bin Mas'ud ra. berkata : Dua rakaat yang dilakukan oleh orang alim yang mengerti dan ikhlas (tidak rakus kepada dunia), lebih baik dari ibadat orang-orang ahli ibadat sepanjang masa. Abu Sulaiman Addarany bertanya kepada Ma'ruf Al-Karkhi : Mengapakah orang-orang itu kuat taat sampai sedemikian rupa banyaknya? Jawabnya : Karena mereka telah membersihkan hati mereka daripada cinta kepada dunia, andaikata masih ada sedikit cinta dunia, tidak akan diterima dari mereka amal perbuatan itu. Seorang shalih mengeluh kepada Abu Abdilah Alqurasyi; bahwa ia telah berbuat berbagai amal kebaikan, tetapi belum bisa merasakan kelezatan amal kebaikan itu dalam hatinya. Jawab Abu Abdullah Alqurasyi : Karena engkau masih memelihara puteri iblis yaitu kesenangan dunia, dan lazimnya ayah itu selalu berziarah kepada puterinya.

Disalin