Menunda amal perbuatan (kebaikan) karena menantikan kesempatan yang lebih baik, sesuatu tanda kebodohan yang mem- pengaruhi jiwa. Kebodohan itu disebabkan oleh :
1. Karena ia mengutamakan duniawi. Padahal Allah berfirman :
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا * وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ (الأعلى: ١٦ - ١٧)
Tetapi kamu mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan kekal selamanya.
2. Penundaan amal itu kepada masa yang ia sendiri tidak mengetahui apakah ia akan mendapatkan kesempatan itu, atau kemungkinan ia dilanda oleh ajal (mati) yang telah menantikan masanya.
3. Kemungkinan azam, niat dan hasrat itu menjadi lemah dan berubah.
Kata pujangga :
لَا تُؤَجِّلْ إِلَى الْغَدِ مَا يُمْكِنُكَ أَنْ تَعْمَلَهُ الْيَوْمَ.
Janganlah menunda sampai besok, apa yang dapat engkau kerjakan hari ini.
الْوَقْتُ ثَمِينٌ فَلَا تُضَيِّعْهُ إِلَّا فِي نَفِيسٍ.
Waktu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan kecuali untuk sesuatu yang berharga.
Menunda amal perbuatan (kebaikan) karena menantikan kesempatan yang lebih baik, sesuatu tanda kebodohan yang mem- pengaruhi jiwa. Kebodohan itu disebabkan oleh :
1. Karena ia mengutamakan duniawi. Padahal Allah berfirman :
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا * وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ (الأعلى: ١٦ - ١٧)
Tetapi kamu mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan kekal selamanya.
2. Penundaan amal itu kepada masa yang ia sendiri tidak mengetahui apakah ia akan mendapatkan kesempatan itu, atau kemungkinan ia dilanda oleh ajal (mati) yang telah menantikan masanya.
3. Kemungkinan azam, niat dan hasrat itu menjadi lemah dan berubah.
Kata pujangga :
لَا تُؤَجِّلْ إِلَى الْغَدِ مَا يُمْكِنُكَ أَنْ تَعْمَلَهُ الْيَوْمَ.
Janganlah menunda sampai besok, apa yang dapat engkau kerjakan hari ini.
الْوَقْتُ ثَمِينٌ فَلَا تُضَيِّعْهُ إِلَّا فِي نَفِيسٍ.
Waktu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan kecuali untuk sesuatu yang berharga.