Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

222. مَا أَحْبَبْتَ شَيْئًا إِلاَّ كُنْتَ لَهُ عَبْدًا، وَهُوَ لاَ يُحِبُّ أَنْ تَكُونَ لِغَيْرِهِ عَبْدًا.

Tiada engkau menyintai sesuatu melainkan pasti engkau menjadi hamba dari apa yang engkau cinta itu, dan Allah tidak suka bila engkau menjadi hamba sesuatu selain daripadaNya. Cinta pada sesuatu itu menjadikan buta dan pekak.

Rasulullah saw. bersabda : Celaka hamba dinar, celaka hamba dirham, celaka hamba baju, permadani dan isteri, celaka dan rugi, dan umpama kena duri semoga tidak keluar.

Al-Junaid berkata : Engkau takkan mencapai hakikat ubudiyah (kehambaan) selama engkauı masih diperbudak oleh sesuatu selain Allah, yaitu harta, isteri atau lain-lainnya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

204. رُبَّمَا اسْتَحْيَا الْعَارِفُ أَنْ يَرْفَعَ حَاجَتَهُ إِلَى مَوْلاَهُ اكْتِفَاءً بِمَشِيئَتِهِ، فَكَيْفَ لاَ يَسْتَحِي أَنْ يَرْفَعَهَا إِلَى خَلِيقَتِهِ.

Adakalanya seorang aarif itu malu meminta hajatnya kepada Tuhannya karena merasa rela (puas) dengan kehendakNya, maka bagaimana tidak akan malu minta hajatnya kepada makhluknya. Sahel bin Abdullah berkata : "Tiada sesuatu nafas atau hati melainkan diperhatikan oleh Allah pada tiap detik, baik siang atau malam, maka apabila Allah melihat dalam hati itu ada hajat kepada sesuatu selain Allah, niscaya Allah mendatangkan iblis untuk hati itu.

Abu Ali Addaqgaq berkata : Sesuatu tanda dari ma'rifat, tidak minta hajat kebutuhan kecuali kepada Allah, baik besar maupun kecil. Contohnya : Nabi Musa rindu ingin melihat Allah ia berkata : Robbi arini andhur ilaika. Dan ketika berhajat roti berdoa :

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (القصص: ٢٤)

Ya Tuhan sungguh aku terhadap apa yang Engkau berikan kepadaku dari makanan itu sangat berhajat. Nabi Ibrahim as. ketika akan dilempar ke dalam api ia didatangi oleh Jibril dan ditanya : Apakah ada hajat ? Jawabnya : Kepadamu tidak. Dan kepada Allah ? Ya. Jika demikian mintalah kepada Allah. Jawab Ibrahim : Hasbi min su-ali ilmuhu bilahi : Cukup bagiku, ia mengetahui halku sehingga tidak usah saya minta padaNya.

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا (الطور: ٤٨)

Sabarlah terhadap hukum Tuhanmu karena engkau selalu dibawah pengawasan Kami.

jabinika, fain dha'ufat yaçinuka fas'alil maula yu'inuka. Makanlah dari hasil usaha dan peluh dahimu, maka apabila lemah keyakinanmu mintalah kepada Tuhan niscaya ia membantu kepadamu. Abul-Hasan Assyadzily ketika ditanya tentang ilmu kimia jawabnya : Keluarkan semua makhluk dari dalam hatimu, dan putuskan harapanmu untuk mendapat sesuatu selain yang telah ditentukan oleh Tuhan untuk engkau.

Hikam Ibnu 'Atoillah

243. الْعِلْمُ النَّافِعُ هُوَ الَّذِي يَنْبَسِطُ فِي الصَّدْرِ شُعَاعُهُ، وَيَنْكَشِفُ بِهِ عَنِ الْقَلْبِ قِنَاعُهُ.

Ilmu yang berguna ialah yang meluas dalam dada sinar cahayanya, dan membuka penutup hati.

Ilmu yang berguna (bermanfaat) itu ialah mengenal zat Allah dan sifat serta asma (nama) dan perbutan Allah. Juga mengerti bagaimana mengabdi diri kepada Allah serta beradab kepadaNya. Nabi Dawud as. berkata : Ilmu di dalam dada bagaikan lampu dalam rumah. Imam Malik bin Anas ra. berkata : Bukan yang bernama ilmu itu kepandaian atau banyak meriwayatkan, tetapi ilmu itu hanya nur yang diturunkan Allah dalam hati manusia. Dan bergunanya ilmu itu untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.

Al-Junaid berkata : Ilmu itu ialah mengenal Tuhanmu dan tidak melampaui kedudukan dirimu (yakni menyadari kehambaanmu).

Disalin