Abubakar Assiddiq ra. telah berkata kepada ‘Aisyah ra. ketika Allah menurunkan ayat yang menerangkan kesuciannya dari tuduhan-tuduhan orang munafiq yang diturunkan kepada Rasulullah saw. : Hai ‘Aisyah bersyukur (terima kasih)lah kepada Rasulullah saw. Jawab ‘Aisyah : Demi Allah, saya tidak akan bersyukur melainkan kepada Allah. Abubakar menunjukkan kepadanya tingkat kedudukan yang lebih sempurna yaitu bagaa’ yang mengakui adanya makhluk. Sedang Allah telah berfirman : Syukurlah kepadaKu dan kepada kedua ayah bundamu. Juga Rasulullah saw. bersabda : Tidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterima kasih terhadap sesama manusia. Tetapi Siti A’isyah ra. ketika itu sedang terpengaruh dari perasaannya, lupa dari semua makhluk, sehingga tidak melihat sesuatu kecuali dzat Allah yang Esa dan Maha Kuasa.
020. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ أَظْهَرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (tampak) dari segala sesuatu.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (tampak) dari segala sesuatu.
189. الْفَاقَاتُ بُسُطُ الْمَوَاهِبِ.
Berbagai macam ujian bala' (serta kekurangan) itu, bagaikan hamparan untuk hidangan pemberian-pemberian kurnia Allah. • Apabila Allah akan memberi kurnia besar kepada seorang hamba- Nya, tetapi ternyata dari amal ibadah lahirnya, tidak mencukupi untuk menerima pemberian itu, maka Allah menguji padanya dengan bala', dan di situlah tertebusnya berbagai dosa, kemudian dinaikkan ke tingkat yang telah disediakanNya itu.
Berbagai macam ujian bala' (serta kekurangan) itu, bagaikan hamparan untuk hidangan pemberian-pemberian kurnia Allah. • Apabila Allah akan memberi kurnia besar kepada seorang hamba- Nya, tetapi ternyata dari amal ibadah lahirnya, tidak mencukupi untuk menerima pemberian itu, maka Allah menguji padanya dengan bala', dan di situlah tertebusnya berbagai dosa, kemudian dinaikkan ke tingkat yang telah disediakanNya itu.
027. لاَ تَطْلُبْ مِنْهُ أَنْ يُخْرِجَكَ مِنْ حَالَةٍ لِيَسْتَعْمِلَكَ فِيمَا سِوَاهَا، فَلَوْ أَرَادَكَ لاَسْتَعْمَلَكَ مِنْ غَيْرِ إِخْرَاجٍ.
Jangan anda meminta kepada Allah supaya dipindah dari suatu hal kepada yang lain, sebab sekiranya Allah menghendakinya tentu telah memindahmu, tanpa merubah keadaanmu yang lama. Dalam hikayat : Ada seorang shalih biasa bekerja dan beribadat, lalu ia berkata : Andaikan aku bisa mendapatkan untuk tiap hari, dua potong roti, niscaya aku tidak susah bekerja dan melulu beribadat. Tiba- tiba ia tertuduh dan karenanya ia harus masuk penjara, dan dia tiap hari ia menerima dua potong roti, kemudian setelah beberapa lama ia menderita dalam penjara, ia berpikir : Bagaimana sampai terjadi demikian ini ? Tiba-tiba teringat dalam perasaannya : Engkau minta dua potong roti, dan tidak minta selamat maka Kami (Allah) memberi permintaanmu. Setelah itu ia minta ampun dan membaca istighfar, maka ketika itu pula pintu penjara terbuka dan dilepas dari penjara. Sebab Allah menjadikan manusia dengan segala hajat kebutuhan- nya, sehingga tidak usah manusia kuatir atau ragu atau jemu terhadap sesuatu pemberian Allah, meskipun berbentuk penderitaan bala' pada lahirnya, sebab hakikatnya nikmat besar bagi siapa yang mengetahui hakikatnya, sebab tidak ada sesuatu yang tidak terbit dari rahmat Allah.
Jangan anda meminta kepada Allah supaya dipindah dari suatu hal kepada yang lain, sebab sekiranya Allah menghendakinya tentu telah memindahmu, tanpa merubah keadaanmu yang lama. Dalam hikayat : Ada seorang shalih biasa bekerja dan beribadat, lalu ia berkata : Andaikan aku bisa mendapatkan untuk tiap hari, dua potong roti, niscaya aku tidak susah bekerja dan melulu beribadat. Tiba- tiba ia tertuduh dan karenanya ia harus masuk penjara, dan dia tiap hari ia menerima dua potong roti, kemudian setelah beberapa lama ia menderita dalam penjara, ia berpikir : Bagaimana sampai terjadi demikian ini ? Tiba-tiba teringat dalam perasaannya : Engkau minta dua potong roti, dan tidak minta selamat maka Kami (Allah) memberi permintaanmu. Setelah itu ia minta ampun dan membaca istighfar, maka ketika itu pula pintu penjara terbuka dan dilepas dari penjara. Sebab Allah menjadikan manusia dengan segala hajat kebutuhan- nya, sehingga tidak usah manusia kuatir atau ragu atau jemu terhadap sesuatu pemberian Allah, meskipun berbentuk penderitaan bala' pada lahirnya, sebab hakikatnya nikmat besar bagi siapa yang mengetahui hakikatnya, sebab tidak ada sesuatu yang tidak terbit dari rahmat Allah.