Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

286. إِنْ كَانَتْ عَيْنُ الْقَلْبِ تَنْظُرُ أَنَّ اللهَ وَاحِدٌ فِي مِنَّتِهِ، فَالشَّرِيعَةُ تَقْتَضِي أَنَّهُ لاَ بُدَّ مِنْ شُكْرِ خَلِيقَتِهِ.

Jika matahati memandang bahwa Allah itu tunggal dalam segala pemberian kurniaNya, maka syariat menyuruh harus berterima kasih (syukur) pula kepada sesama makhluk.

Firman Allah :

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ (لقمان: ١٤)

Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ayah bundamu. (Luqman 14). Annu’man bin Basyir ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda :

مَنْ لَا يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَا يَشْكُرِ الْكَثِيرَ، وَمَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ.

Siapa yang tidak mensyukuri pemberian yang sedikit, maka tidak akan dapat mensyukuri yang banyak. Demikian pula siapa yang tidak syukur (terima kasih) kepada sesama manusia, maka berarti tidak bersyukur kepada Allah. Hakikat yang sebenarnya bahwa segala nikmat itu hanya kurnia Allah semata-mata, sedang syariat mengharuskan manusia syukur terima kasih kepada sesama manusia.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

151. أَبَاحَ لَكَ أَنْ تَنْظُرَ مَا فِي الْمُكَوَّنَاتِ، وَمَا أَذِنَ لَكَ أَنْ تَقِفَ مَعَ ذَوَاتِ الْمُكَوَّنَاتِ، قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمٰوَاتِ، فَتَحَ لَكَ بَابَ الْأَفْهَامِ، وَلَمْ يَقُلِ انْظُرُوا السَّمٰوَاتِ، لِئَلاَّ يَدُلَّكَ عَلَى وُجُودِ الْأَجْرَامِ.

Allah mengizinkan engkau melihat alam şekitarmu, tetapi Allah tidak mengizinkan engkau berhenti pada benda-benda alam, sebagaimana firman Allah : Katakanlah : Perhatikanlah apa yang di langit-langit itu Allah membukakan bagimu jalan untuk mengerti, karena itu ia tidak berkata : Perhatikanlah langit-langit itu. Supaya tidak menunjukkan kepadamu adanya benda-benda itu. Sebab benda-benda itu adalah buatan yang rusak dan tidak kekal, maka jangan sampai tertipu sehingga kau kirakan berdiri sendiri, seolah-olah terlepas dari ketentuan Allah. Dalam kitab Latha'iful-iman tersebut : Alam benda ini tidak ditegakkan untuk engkau perhatikan, tetapi untuk engkau perhatikan padanya kebesaran kekuasaan Tuhan yang mengatur.

Hikam Ibnu 'Atoillah

260. أَنْتَ مَعَ الْأَكْوَانِ مَا لَمْ تَشْهَدِ الْمُكَوِّنَ، فَإِذَا شَهِدْتَهُ كَانَتِ الْأَكْوَانُ مَعَكَ.

Engkau tetap terikat oleh alam benda, selama engkau belum melihat yang mencipta alam, tetapi bila engkau telah melihat pencipta alam, maka alam ini akan tunduk kepadamu. Selama masih ada hajat kebutuhan kepada alam benda, maka engkau tetap menjadi budak hamba kebendaan, tetapi bila engkau telah sadar bahwa benda ini tidak bergerak sendiri, bahkan tergantung pada penciptanya, maka ketika engkau sadar yang demikian, engkau tidak berhajat lagi kepada alam benda, dan merasa kaya cukup dengan pencipta alam benda, sehingga benda itu pun tunduk kepadamu dengan izin Allah penciptanya.

Asysyibly berkata : Tidak pernah tergerak di dalam hati orang yang mengenal kepada Allah pencipta alam ini, sesuatu dari hal alam benda : Yakni seorang yang benar-benar telah mengenal Allah, sama sekali tidak merasa butuh kepada kebendaan.

Hikam Ibnu 'Atoillah

052. وَانْظُرْ إِلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. فَافْهَمْ قَوْلَهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ، وَتَأَمَّلْ هٰذَا الْأَمْرَ إِنْ كُنْتَ ذَا فَهْمٍ.

Dan perhatikan sabda Nabi saw. : Maka siapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan Rasulullah(karena menurut perintah Allah dan Rasulullah), maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang hijrah karena kekayaan dunia yang akan di dapat, atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya. Camkanlah sabda Nabi saw. ini dan perhatikan persoalan ini jika engkau mem- punyai kecerdasan faham. Dan yang utama dalam haditś ini ialah sabda Nabi saw. bahwa hijrah yang tidak niat ikhlas kepada Allah akan terhenti pada tujuan yang sangat rendah dan tidak berarti, dan tidak akan mencapai keridhaan Allah. Seorang minta naschat kepada Abu Yazid Al-busthami, maka berkata Abu Yazid : Jika Allah menawarkan kepadamu akan diberi kekayaan dari Arsy sampai ke bumi, maka katakanlah : Bukan itu ya Allah, tetapi hanya Engkau ya Allah Tujuanku.

Abu Sulaiman Addarani berkata : Andaikan aku disuruh pilih antara masuk surga jannatul-Firdaus dengan sembahyang dua takaat, niscaya saya pilih sembahyang dua rakaat. Sebab di dalam surga saya dengan bagianku, dan dalam sembahyang aku dengan Tuhanku. Asysyibli ra. berkata : Berhati-hatilah dari ujian Allah, meskipun dalam perintah : Kuluu wasyarabuu (makan dan minumlah). Sebab dalam pemberian nikmat itu ada ujian untuk diketahui, siapakah yang silau dan lupa kepadaNya setelah menerima nikmat, dan siapa yang tetap padaNya sebelum dan sesudah menerima nikmat. Sorang penyair berkata :

صَلَّى وَصَامَ لِأَمْرٍ كَانَ يَطْلُبُهُ * حَتَّى إِذَا مَا انْقَضَى الْأَمْرُ لَا صَلَّى وَلَا صَامَ.

Sembahyang dan puasa karena sesuatu yang ia harapkan sehingga setelah tercapai hajatnya tidak sembahyang dan tidak puasa.

Disalin