Dan yang harus dikerjakan ialah amal ibadah yang kau sukai serta cekatan dalam melakukan untuk tagarrub kepada Allah, sedang
yang harus diabaikan ialah hawa nafsu dan urusan dunia yang akan lenyap, yang sering-sering mempengaruhi. Karena itu harus mengutamakan yang tetap kekal abadi, dan mengabaikan yang sementara dan pasti musnah lenyap. Abdullah bin Ishaq Algafiqy berkata : Pada suatu malam ketika saya berjalan ke Masjidil Haram (Makkah) bertemu seorang yang sedang mem- bersihkan tanah, maka saya kira ia gila atau miskin (kelaparan), lalu saya tegur : Hai orang, untuk apakah kau main-main tanah? Jawabnya : Apakah ini tanah? Sambil memberikan kepadaku segenggam, tiba- tiba itu tepung. Maka tergerak dalam hatiku ini seorang waliyullah, kemudian saya duduk mendekatinya sambil berkata kepadanya : Doakanlah saya, maka ia berdoa : Semoga Allah memberitahu kepada- mu kebesaran apa yang kau minta itu, sehingga ringan bagimu meninggalkan segala kepentingan dunia yang fana ini.