Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

275. الْفِكْرَةُ فِكْرَتَانِ: فِكْرَةُ تَصْدِيقٍ وَإِيمَانٍ، وَفِكْرَةُ شُهُودٍ وَعِيَانٍ، فَالْأُولَى لِأَرْبَابِ الاِعْتِبَارِ، وَالثَّانِي لِأَرْبَابِ الشُّهُودِ وَالاِسْتِبْصَارِ.

Pikiran itu dua macam : Pikiran yang timbul dari iman percaya, dan pikiran yang timbul karena melihat kenyataan, maka yang pertama bagi orang salik yang mengambil dalil : Adanya makhluk menunjukkan adanya khalik, ialah mereka ahli i tibar. Sedang yang kedua bagi mereka yang terbuka hijab hingga dapat melihat kenyataan dengan matahatinya. Dan yang kedua ini berdalil : Adanya yang menjadikan itulah yang menunjukkan adanya benda yang dijadikan. Yang pertama yaitu orang salik, dari bawah ke atas, sedang orang majdzub dari atas ke bawah. Orang yang memikirkan (memperhatikan) adanya alam (makhluk) ada yang langsung melihat pada yang menjadikan, sehingga ia berkata : Karena adanya pencipta, maka terjadilah yang dicipta, sebaliknya ada yang terpengaruh oleh bendanya, sehingga berkata : Adanya ciptaan ini menunjukkan adanya pencipta.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

055. مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ، وَلاَ كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ.

Tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas (sepi ing pamrih) dan tidak dapat dianggap banyak amal yang dilakukan oleh seorang yang tidak ikhlas.

Ali bin Abi Thalib ra. berkata : Tumpahkan semua hasrat keinginanmu itu kepada usaha untuk diterimanya amal perbuatanmu, sebab tidak dapat dianggap kecil/sedikit amal perbuatan yang diterima oleh Allah :

Firman Allah :

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ المُتَّقِيْنَ.

Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan dari orang yang bertakwa (ikhlas baginya, dan tepat menurut ajarannya).

Abdullah bin Mas'ud ra. berkata : Dua rakaat yang dilakukan oleh orang alim yang mengerti dan ikhlas (tidak rakus kepada dunia), lebih baik dari ibadat orang-orang ahli ibadat sepanjang masa. Abu Sulaiman Addarany bertanya kepada Ma'ruf Al-Karkhi : Mengapakah orang-orang itu kuat taat sampai sedemikian rupa banyaknya? Jawabnya : Karena mereka telah membersihkan hati mereka daripada cinta kepada dunia, andaikata masih ada sedikit cinta dunia, tidak akan diterima dari mereka amal perbuatan itu. Seorang shalih mengeluh kepada Abu Abdilah Alqurasyi; bahwa ia telah berbuat berbagai amal kebaikan, tetapi belum bisa merasakan kelezatan amal kebaikan itu dalam hatinya. Jawab Abu Abdullah Alqurasyi : Karena engkau masih memelihara puteri iblis yaitu kesenangan dunia, dan lazimnya ayah itu selalu berziarah kepada puterinya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

160. إِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الرَّجَاءِ فَانْظُرْ مَا مِنْهُ إِلَيْكَ، وَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الْخَوْفِ فَانْظُرْ مَا مِنْكَ إِلَيْهِ.

Apabila engkau ingin dibukakan oleh Allah pintu harapan, maka perhatikan kebesaran nikmat-nikmat dan rahmat Allah yang berlimpah- limpah kepadamu. Dan bila engkau ingin dibukakan bagimu pintu takut, maka perhatikan amal perbuatanmu terhadap Allah. Jika engkau selalu memperhatikan kebesaran dan padatnya nikmat rahmat Allah kepadamu, pasti engkau akan selalu optimis dan berharap baik atau bersangka baik, sebaliknya jika engkau selalu memperhatikan kecurangan dan kekuranganmu terhadap Allah, maka pasti timbul daripadamu rasa takut kepada Allah, memang sifat-sifat yang harus ada pada tiap mukmin :

Disalin