Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

267. مَا كَانَ ظَاهِرُ ذِكْرٍ إِلاَّ عَنْ بَاطِنِ شُهُودٍ وَفِكْرٍ.

Tidak terjadi dzikir pada lahirnya kecuali timbul dari pemikiran dan kesadaran/penglihatan batin. Tiap dzikir yang terjadi pada seseorang itu, pasti disebabkan adanya kesadaran ingat akan kebesaran dan mengharap kurnia pemberian Allah.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

205. إِذَا الْتَبَسَ عَلَيْكَ أَمْرَانِ فَانْظُرْ أَثْقَلَهُمَا عَلَى النَّفْسِ فَاتَّبِعْهُ، فَإِنَّهُ لاَ يَثْقُلُ عَلَيْهَا إِلاَّ مَا كَانَ حَقًّا.

Jika kabur bagimu dua hal, maka perhatikan (lihatlah) mana yang lebih berat terhadap hawa nafsu, makarikutlah, sebab tidak akan terasa berat terhadap hawa nafsu kecuali yang hak. Jika kabur dan sukar bagimu untuk membedakan, apakah amal itu baik atau busuk diridhai oleh Allah atau dimurkai Allah, maka umpamakan sekiranya engkau mati sedang berbuat itu, jika tidak gentar menghadapi mati dalam mengerjakan itu, maka kerjakanlah. Sebab itu sebagai tanda perbuatan itu hak dan benar.

Hikam Ibnu 'Atoillah

053. لاَ تَصْحَبْ مَنْ لاَ يُنْهِضُكَ حَالُهُ، وَلاَ يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ.

Jangan berkawankan seorang yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Allah, amal kelakuannya dan tidak memimpin engkau ke jalan Allah kata-katanya.

Dalam hadits :

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

Seorang akan mengikuti pendirian (kelakuan) temannya, karena itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman).

Sufyan Astsaury berkata : Siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka, maka binasa seperti mereka pula.

Sahl bin Abdullah berkata : Berhati-hatilah (jangan) berkawan dengan tiga macam manusia :

1. Pejabat pemerintah yang kejam.

2. Ahli quraa' yang bermuka-muka.

3. Orang tasawuf gadungan (yang bodoh tentang hakikat tasawuf).

Ali bin Abi Thalib ra. berkata: Sejahat-jahat teman yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau minta maaf atau selalu mencari alasan.

Hikam Ibnu 'Atoillah

144. السَّتْرُ عَلَى قِسْمَيْنِ: سَتْرٌ عَنِ الْمَعْصِيَةِ، وَسَتْرٌ فِيهَا، فَالْعَامَّةُ يَطْلُبُونَ مِنَ اللهِ تَعَالَى السَّتْرَ فِيهَا خَشْيَةَ سُقُوطِ مَرْتَبَتِهِمْ عِنْدَ الْخَلْقِ، وَالْخَاصَّةُ يَطْلُبُونَ مِنَ اللهِ السَّتْرَ عَنْهَا خَشْيَةَ سُقُوطِهِمْ مِنْ نَظَرِ الْمَلِكِ الْحَقِّ.

Tutup Allah itu terbagi dua, (1) tertutup dari berbuat maksiat (dosa) dan tertutup dalam perbuatan maksiat (dosa). Manusia pada umumnya minta kepada Allah supaya ditutupi dalam perbuatan dosa, karena kuatir jatuh kedudukannya dalam pandangan sesama manusia, tetapi orang-orang yang khusus minta kepada Allah, supaya ditutupi daripada maksiat (dosa), jangan sampai berbuat dosa karena takut jatuh dari pandangan Allah.

Firman Allah :

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ (النساء: ١٠٨)

Mereka sembunyi dari sesama manusia, tetapi tidak sembunyi dari Allah yang selalu beserta mereka.

Firman Allah :

يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا (النساء: ١٤٢)

Mereka orang munafiq bermuka-muka kepada orang (riyaa') dan tiada ingat dzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali. Ady Bin Hatim ra berkata : Rasulullah saw. bersabda : Kelak pada hari Qiamat ada beberapa orang yang dibawa ke surga, tetapi setelah melihat segala kesenangan yang tersedia dan merasakan hawa enaknya, tiba-tiba diperintahkan menghalaukan mereka dari surga, sebab mereka tidak ada bagian dalam surga itu, maka kembalilah mereka dengan penuh penyesalan. Sehingga mereka berkata : Ya Tuhan, andaikan Engkau

masukkan kami ke dalam neraka sebelum memperlihatkan kepada kami surga dan segala yang disediakan untuk para waliMu, niscaya akan lebih ringan bagi kami. Jawab Tuhan : Memang kami sengaja demikian, kamu dahulu jika sendirian berbuat segala dosa-dosa yang besar, tetapi jika bertemu pada orang-orang berlagak khusuk bermuka-muka pada manusia berlawanan dengan apa yang dalam hatimu, kamu takut kepada sesama manusia dan tidak takut kepadaKu, mengagungkan manusia dan tidak condong kepada-Ku, maka hari ini Aku rasakan siksaKu yang sepedih- pedihnya, di samping diharamkan atas kamu segala RahmatKu.

Disalin