Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

258. إِنَّمَا وَسِعَكَ الْكَوْنُ مِنْ حَيْثُ جُسْمَانِيَّتُكَ، وَلَمْ يَسَعْكَ مِنْ حَيْثُ رُوحَانِيَّتُكَ.

Sesungguhnya alam dapat mencukupi engkau hanya dari sudut jasmanimu semata-mata, tetapi tidak memuaskan engkau dalam hal kerohanianmu. Karena badan jasmani sejenis dengan benda-benda alam, maka di situlah letak hajat kebutuhan badan jasmanimu, sebaliknya rohanimu sama sekali tidak sejenis dengan benda-benda alam ini, bahkan jauh berbeda, maka karenanya tidak usah engkau harus menggantungkan. soal dengan kebendaan dan seharusnya hanya berhubungan kepada Tuhan Allah ta’ala. Ahmad bin Khadharawaih ketika ditanya : Amal perbuatan apakah yang utama? Jawabnya : Menjaga hati jangan sampai condong, menoleh/ menghadap pada sesuatu selain Allah ta’ala.

Abu Abdullah Al-Jallaab berkata : Siapakah yang hasrat semangat tujuannya lebıh tinggi dari alam benda, maka ia pasti sampai kepada Allah yang mencipta alam, tetapi siapa yang tujuannya hanya pada sesama makhluk maka tidak mendapat Tuhan, sebab Allah maha mulia untuk dapat menerima persekutuan/dipersekutukan.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

073. مَنْ لَمْ يُقْبِلْ عَلَى اللهِ بِمُلاَطَفَاتِ الْإِحْسَانِ قِيدَ إِلَيْهِ بِسَلاَسِلِ الاِمْتِحَانِ.

Siapa yang tidak suka menghadap (mendekat) kepada Allah dengan halusnya pemberian kurnia Allah, maka akan diseret supaya ingat kepada Allah dengan rantai ujian (bala'). Siapa yang tidak suka sadar dzikir kepada Allah ketika sehat afiat dan murah rizqi, maka akan dipaksa supaya dzikir ingat kepada Allah dengan tibanya bala' bencana. maka dalam kedua hal itu Allah berkenan akan menuangkan nikmat kurnia yang sebesar-besarnya kepada hambaNya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

052. وَانْظُرْ إِلَى قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ. فَافْهَمْ قَوْلَهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ، وَتَأَمَّلْ هٰذَا الْأَمْرَ إِنْ كُنْتَ ذَا فَهْمٍ.

Dan perhatikan sabda Nabi saw. : Maka siapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan Rasulullah(karena menurut perintah Allah dan Rasulullah), maka hijrahnya akan sampai diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang hijrah karena kekayaan dunia yang akan di dapat, atau karena perempuan yang akan dikawin, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya. Camkanlah sabda Nabi saw. ini dan perhatikan persoalan ini jika engkau mem- punyai kecerdasan faham. Dan yang utama dalam haditś ini ialah sabda Nabi saw. bahwa hijrah yang tidak niat ikhlas kepada Allah akan terhenti pada tujuan yang sangat rendah dan tidak berarti, dan tidak akan mencapai keridhaan Allah. Seorang minta naschat kepada Abu Yazid Al-busthami, maka berkata Abu Yazid : Jika Allah menawarkan kepadamu akan diberi kekayaan dari Arsy sampai ke bumi, maka katakanlah : Bukan itu ya Allah, tetapi hanya Engkau ya Allah Tujuanku.

Abu Sulaiman Addarani berkata : Andaikan aku disuruh pilih antara masuk surga jannatul-Firdaus dengan sembahyang dua takaat, niscaya saya pilih sembahyang dua rakaat. Sebab di dalam surga saya dengan bagianku, dan dalam sembahyang aku dengan Tuhanku. Asysyibli ra. berkata : Berhati-hatilah dari ujian Allah, meskipun dalam perintah : Kuluu wasyarabuu (makan dan minumlah). Sebab dalam pemberian nikmat itu ada ujian untuk diketahui, siapakah yang silau dan lupa kepadaNya setelah menerima nikmat, dan siapa yang tetap padaNya sebelum dan sesudah menerima nikmat. Sorang penyair berkata :

صَلَّى وَصَامَ لِأَمْرٍ كَانَ يَطْلُبُهُ * حَتَّى إِذَا مَا انْقَضَى الْأَمْرُ لَا صَلَّى وَلَا صَامَ.

Sembahyang dan puasa karena sesuatu yang ia harapkan sehingga setelah tercapai hajatnya tidak sembahyang dan tidak puasa.

Hikam Ibnu 'Atoillah

271. مَنْ بُورِكَ لَهُ فِي عُمْرِهِ أَدْرَكَ فِي يَسِيرٍ مِنَ الزَّمَنِ مِنْ مِنَنِ اللهِ تَعَالَى مَا لاَ يَدْخُلُ تَحْتَ دَوَائِرِ الْعِبَارَةِ وَلاَ تَلْحَقُهُ الْإِشَارَةُ.

Siapa yang diberi berkah umur (usia)nya, maka dapat mencapai dalam masa yang singkat dari kurnia Allah yang tidak dapat dihitung oleh kata-kata, dan tidak dapat dikejar oleh isyarat. (Yakni tidak terhitung dan tidak terbatas). Usia (umur) yang berkah itu ialah jika Allah memberi kesadaran terhadap seseorang untuk mempergunakan kesempatan yang ada padanya untuk amal kebaikan, sebab ada kalanya amal kebaikan jika tepat pada sasarannya dapat mencapai apa yang tidak tercapai dalam masa seribu bulan.

Rasulullah saw. bersabda : Amal kebaikan (albirr) itu menambah umur. Bukan bertambah masanya, tetapi kebesaran hasil yang didapat pada usia itu. Abdul-Abbas Almarsy ber mdulillah waktu- waktu kami semuanya berupa lailatul-ga kni semua waktu- waktunya diisi penuh dengan kelakuan dan amal yang sangat berguna.

Disalin