Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

244. خَيْرُ الْعِلْمِ مَا كَانَتِ الْخَشْيَةُ مَعَهُ.

Sebaik-baiknya ilmu itu, yang disertai oleh rasa takut kepada Allah swt.

Firman Allah :

إِنَّمَا يَخْشَىَ اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ.

Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari para hamba itu, hanya orang-orang yang alim/aarif. (Fathir 28).

Rasulullah saw. bersabda :

طَالِبُ الْعِلْمِ تَكَفَّلَ اللَّهُ بِرِزْقِهِ.

Orang yang menuntut ilmu agama itu, Allah menjamin rezkinya. Juga sabda Nabi saw. : Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena suka (gemar) pada apa yang dituntut. Rasulullah saw. berlindung kepada Allah : Allahumma inni a’udzu bika min ilmin laa yanfa’ (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak berguna). Ilmu yang tidak berguna yaitu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah. Al-Junaid ketika ditanya : Apakah ilmu yang berguna ? Jawabnya : Ialah yang menunjukkan engkau kepada Allah, dan menjauhkan dari menurutkan hawa nafsu syahwatmu.

Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang cinta dunia, berbahaya akheratnya, dan siapa yang cinta akherat, berbahaya dunianya. Ingatlah kamu harus mengutamakan yang kekal abadi daripada yang lekas rusak dan hancur.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

033. مَا تَوَقَّفَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِرَبِّكَ، وَلاَ تَيَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِنَفْسِكَ.

Tidak akan terhenti (macet) suatu permintaan yang semata-mata engkau minta (engkau sandarkan) kepada kurnia (kekuasaan) Tuhanmu, dan tidak mudah tercapai permintaan (pengharapan) yang engkau sandar- kan kepada kekuatan dan daya upaya serta kepandaian dirimu sendiri.

Hikam Ibnu 'Atoillah

293. وَقَدْ أَوْحَى اللهُ إِلَى دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ: قُلْ لِلصِّدِّيقِينَ بِي فَلْيَفْرَحُوا، وَبِذِكْرِي فَلْيَتَنَعَّمُوا.

Allah telah mewahyukan kepada Nabi Dawud as. : Hai Dawud katakan kepada orang-orang siddiqin : Dengan Aku mereka hendaknya bersenang gembira, dan dengan berdzikir menyebut namaKu hendaknya mereka merasakan nikmat. Allah teiah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud as., supaya menyampaikan firman Allah kepada orang-orang yang benar-benar dalam iman percaya kepada Allah, supaya mereka hanya senang

kepada Allah tidak pada lain-lainnya, dan supaya mereka merasakan nikmat dalam berdzikir kepada Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

104. إِنَّمَا يُؤْلِمُكَ الْمَنْعُ لِعَدَمِ فَهْمِكَ عَنِ اللهِ فِيهِ.

Sesungguhnya sebab terasa pedihnya penolakan Allah dalam penolakan (tidak memberi harapanmu) itu. Tiada sempurna iman keyakinan seorang terhadap Allah sebelum ia memiliki dua sifat : 1. Percaya penuh kepada Allah, yakni menyandar dan berharap hanya kepada Allah. 2. Dan syukur (terima kasih) kepada Allah karena dihindarkan dari padanya apa yang diujikan kepada lain- lain orang yaitu yang berupa kekayaan dunia. Juga tidak sempurna iman keyakinan hamba sebelum ia mengerti bahwa pemberian Allah sesuatu yang manfaat, dan penolakan Allah itu karena madharrat bahaya.

Disalin