Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

241. إِنَّمَا جَعَلَهَا مَحَلاًّ لِلْأَغْيَارِ وَمَعْدِنًا لِلْأَكْدَارِ تَزْهِيدًا لَكَ فِيهَا.

Sesungguhnya Allah sengaja menjadikan dunia ini tempat kerusakan dan sumber kerusuhan, untuk menjemukan kau terhadap dunia.

Rasulullah saw. bersabda :

ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ.

Jauhkan dirimu dari tipuan dunia, niscaya Allah suka/kasih kepadamu. Dan jauhkan dirimu dari hak-hak orang, niscaya disukai orang. Imam Ali ar. menulis surat kepada Salman Alfarisy ra. : Sesungguhnya dunia ini bagaikan ular licin pegangannya, namun membunuh bisanya (racunnya), karena itu abaikanlah (berpalinglah) daripadanya, dan dari apa yang mengagumkan engkau, karena sedikitnya yang dapat engkau bawa sebagai bekal, dan jangan risau terhadapnya karena engkau yakin akan berpisah padanya, dan letakkan kesenanganmu dalam kewaspadaanmu terhadap apa-apa yang ada di dalamnya, sebab orang di dunia apabila ia mulai senang tenang langsung dibawa kejurang bahaya dan binasa. Seseorang Hakiem berkata : Dunia ini bagaikan impian orang tidur, kesenangannya bagaikan bayangan awan, kejadian-kejadian bagaikan anak panah yang mengenai sasarannya, sedang syahwat- syahwatnya bagaikan sesuatu yang beracun dan godaannya bagaikan gelombang yang besar.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

182. عِنَايَتُهُ فِيكَ لاَ لِشَيْءٍ مِنْكَ، وَأَيْنَ كُنْتَ حِينَ وَاجَهَتْكَ عِنَايَتُهُ وَقَابَلَتْكَ رِعَايَتُهُ، لَمْ يَكُنْ فِي أَزَلِهِ إِخْلاَصُ أَعْمَالٍ وَلاَ وُجُودُ أَحْوَالٍ، بَلْ لَمْ يَكُنْ هُنَاكَ إِلاَّ مَحْضُ الإِفْضَالِ وَعَظِيمُ النَّوَالِ.

Perhatian Allah kepadamu bukan karena sesuatu yang timbul daripadamu, buktinya : Di manakah engkau ketika Allah menetapkan kurniaNya kepadamu di dalam azal itu, dan disaat itu doa atau amal yang ikhlas atau lain-lain hal, bahkan tidak ada apa-apa ketika itu selain semata-mata kurnia dan kebesaran pemberian Allah. Perhatikan pemeliharaan Allah kepadamu sejak engkau berupa mani yang sama sekali belum dapat berdoa atau beramal, tetapi perlengkapan yang diberikan Allah kepadamu tidak berkurang sedikitpun, dan demikianlah selanjutnya hingga engkau lahir, kecil, dewasa dan tua tetap tidak berubah kurnia Allah kepadamu tidak bersandar kepada amal atau doamu, tetapi semata-mata kekuasaan dan kehendak Allah yang mutlak dan kurnianya yang tiada tara bandingannya, dan tiada henti-hentinya. Allah melengkapi hajat kebutuhan di saat engkau sendiri belum mengerti apa saja hajat kebutuhanmu yang primer yang tidak dapat tidak harus engkau mempunyainya, yang sekiranya satu saja dikurangi berarti tidak sempurna bentuk kejadianmu itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

226. قُرْبُكَ مِنْهُ أَنْ تَكُونَ مُشَاهِدًا لِقُرْبِهِ، وَإِلاَّ فَمِنْ أَيْنَ أَنْتَ وَوُجُودُ قُرْبِهِ.

Dekatmu kepada Allah itu sekira kau selalu seolah-olah melihat dan memperhatikan dekatnya Allah kepadamu, kalau tidak demikian, maka darimanakah engkau itu dengan dekatnya Allah.

Firman Allah :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ (البقرة: ١٨٦)

Jika hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguh- nya : Aku dekat.

Firman Allah :

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ (الواقعة: ٨٥)

Dan Kami (Allah) lebih dekat kepada orang yang akan mati itu daripada kamu, tetapi kamu tidak dapat melihat.

Firman Allah :

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (ق: ١٦)

Dan Kami (Allah) lebih dekat kepada manusia dari urat nadinya (urat lehernya). Maka hakikat dekatmu kepada Allah jika engkau selalu ingat seolah- olah melihat dekatnya Allah kepadamu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

190. إِنْ أَرَدْتَ وُرُودَ الْمَوَاهِبِ عَلَيْكَ فَصَحِّحِ الْفَقْرَ وَالْفَاقَةَ لَدَيْكَ، إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ.

Jika engkau ingin datangnya pemberian-pemberian kurnia besar dari Allah kepadamu, maka bersungguh-sungguhlah dalam mengakui (membuktikan) kehambaanmu yaitu kemiskinan kebutuhan, kerendahanmu dihadapanNya.

Firman Allah : Sesungguhnya yang berhak menerima pemberian- pemberian (sedekah) itu, hanyalah mereka yang betul-betul fakir miskin.

Disalin