Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

156. إِذَا أُطْلِقَ الثَّنَاءُ عَلَيْكَ وَلَسْتَ بِأَهْلٍ فَأَثْنِ عَلَيْهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ.

Jika Allah melepaskan lidah orang-orang memuji-muji kepadamu, padahal nyata-nyata engkau tidak layak untuk mendapat pujian yang sedemikian itu, maka harus engkau memuji kepada Allah sebagai layaknya (haknya). Yakni engkau memuji kepada Allah yang telah menutupi kekurangan- kekuranganmu dan aib (cela) mu itu, dan jangan sekali-kali tertipu oleh pujian orang yang bodoh yang tidak mengetahui hakikat yang sebenarnya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

148. مَا حَجَبَكَ عَنِ اللهِ وُجُودُ مَوْجُودٍ مَعَهُ، وَلٰكِنْ حَجَبَكَ عَنْهُ تَوَهُّمُ مَوْجُودٍ مَعَهُ.

Tiada sesuatu benda yang menghijab engkau dari Allah, tetapi yang menghijab engkau persangkaanmu adanya sesuatu di samping Allah : Sebab segala sesuatu selain dari Allah itu pada hakikatnya tidak maujud (tidak ada) sebab yang wajib ada hanya Allah, sedang yang lainnya terserah pada belas kasih Allah, untuk diadakan atau ditiadakan. Seorang Aarif berkata : Adanya makhluk semua ini bagaikan adanya bayangan pohon di dalam air, maka ia tidak akan menghalangi jalannya kapal (perahu) maka hakikat yang sebenarnya tiada sesuatu benda apapun yang ada maujud di samping Allah untuk menghijab engkau dari Allah hanya engkau sendiri mengira bayangan itu sebagai sesuatu yang maujud. Lain contoh : Seorang yang bermalam di suatu tempat, tiba-tiba pada malam hari ketika ia akan buang air terdengar suara angin yang menderu masuk ke lobang sehingga persis sama dengan suara harimau, maka ia tidak berani keluar, tiba-tiba pada pagi hari ia tidak melihat bekas-bekas harimau maka ia tahu bahwa itu hanya tekanan angin yang masuk ke lobang, maka ia tiada tertahan karena harimau, hanya karena perkiraan adanya harimau.

Hikam Ibnu 'Atoillah

270. رُبَّ عُمْرٍ اتَّسَعَتْ آمَادُهُ وَقَلَّتْ أَمْدَادُهُ، وَرُبَّ عُمْرٍ قَلَّتْ آمَادُهُ وَكَثُرَتْ أَمْدَادُهُ.

Adakalanya umur (usia) itu lanjut (panjang) masanya tetapı sedikit manfaatnya, dan adakalanya umur itu pendek (singkat) masanya, tetapi banyak (besar) manfaatnya. (Yakni : Kurnia yang didapatnya dari Allah banyak).

Hikam Ibnu 'Atoillah

170. حَظُّ النَّفْسِ فِي الْمَعْصِيَةِ ظَاهِرٌ جَلِيٌّ، وَحَظُّهَا فِي الطَّاعَةِ بَاطِنٌ خَفِيٌّ، وَمُدَاوَاةُ مَا يَخْفَى صَعْبٌ عِلاَجُهُ.

Bagian hawa nafsu dalam perbuatan maksiat itu lebih jelas terang, tetapi bagiannya dalam perbuatan taat itu halus samar, dan untuk mengobati yang samar itu amat sukar menyembuhkannya. Hawa nafsu selalu mengambil bagian dalam taat atau maksiat, adapun bagiannya dalam maksiat, maka terang, nyata yaitu kelezatan Latan Abd pade Khalianya) yang dirasakannya, yang terakhir dengan bencana, sedang bagiannya dalam perbuatan taat sangat halus dan sama sekali sukar untuk di- ketahuinya, kecuali bagi orang yang waspada dan berpandangan jauh. Bagian hawa nafsu dalam taat yaitu : Riya' untuk dilihat orang, dipuji orang, disanjung orang ternama di tengah-tengah masyarakat, terkenal, terhormat dan dipercaya orang. Sebab amal yang tidak dapat bagian hawa nafsu hanya dalam amal perbuatan yang ikhlas melulu kepada Allah, untuk mencapai keridhaan Allah.

Disalin