Terbukti dengan adanya makhluk (alam) atas adanya nama- nama Allah dan dengan nama-nama itu atas adanya sifat, dan dengan pastinya adanya, sifat-sifat itu atas adanya dzat Allah, sebab muhal (tidak dapat diterima oleh akal) adanya sifat yang berdiri sendiri tanpa dzat. Maka orang-orang yang maj-dzub pertama terbuka (terlihat) oleh mereka kesempurnaan dzat Allah, kemudian menurun melihat sifat-sifat Allah, dan menurun pula melihat (bersandar) kepada nama- nama Allah, sehingga menurun melihat makhluk buatan Allah, sebaliknya orang salik dari bawah naik ke atas, maka puncak orang salik sampai ke permulaannya orang maj-dzub, dan permulaan orang
salik itulah penghabisan orang maj-dzub, tetapi tidak berarti sama dalam segala-galanya, hanya saja ada kalanya bertemu di jalanan yang satu ketika sedang mendaki dan yang lain sedang menurun. Adanya makhluk alam ini menunjukkan (membuktikan) adanya nama-nama Allah : Qaadir, aliim, hakiim, murid dan adanya nama- nama itu pasti adanya sifat-sifat : Qudrat, iradat, ilmu dan tiap-tiap sifat pasti berdiri di atas dzat sebab sifat tidak berdiri sendiri, maka pasti pula adanya dzat Allah. Sedang sifat makhluk (manusia) ada yang maj-dzub (yakni langsung dibukakan oleh Allah dan sampai kepada ilmu/mengenal Allah) bukan dari bawah/saluran yang umum, dan ada yang melalui jalan biasa dari bawah ke atas yaitu orang yang disebut orang salik. Dan keduanya selama belum mencapai puncak akhirannya belum dapat dijadikan guru yang dapat ditiru. Orang maj-dzub jika belum mengetahui perjalanan orang salik dan orang salik jika belum sampai ke puncak yang didapat (dibukakan) bagi orang maj-dzub.
Terbukti dengan adanya makhluk (alam) atas adanya nama- nama Allah dan dengan nama-nama itu atas adanya sifat, dan dengan pastinya adanya, sifat-sifat itu atas adanya dzat Allah, sebab muhal (tidak dapat diterima oleh akal) adanya sifat yang berdiri sendiri tanpa dzat. Maka orang-orang yang maj-dzub pertama terbuka (terlihat) oleh mereka kesempurnaan dzat Allah, kemudian menurun melihat sifat-sifat Allah, dan menurun pula melihat (bersandar) kepada nama- nama Allah, sehingga menurun melihat makhluk buatan Allah, sebaliknya orang salik dari bawah naik ke atas, maka puncak orang salik sampai ke permulaannya orang maj-dzub, dan permulaan orang
salik itulah penghabisan orang maj-dzub, tetapi tidak berarti sama dalam segala-galanya, hanya saja ada kalanya bertemu di jalanan yang satu ketika sedang mendaki dan yang lain sedang menurun. Adanya makhluk alam ini menunjukkan (membuktikan) adanya nama-nama Allah : Qaadir, aliim, hakiim, murid dan adanya nama- nama itu pasti adanya sifat-sifat : Qudrat, iradat, ilmu dan tiap-tiap sifat pasti berdiri di atas dzat sebab sifat tidak berdiri sendiri, maka pasti pula adanya dzat Allah. Sedang sifat makhluk (manusia) ada yang maj-dzub (yakni langsung dibukakan oleh Allah dan sampai kepada ilmu/mengenal Allah) bukan dari bawah/saluran yang umum, dan ada yang melalui jalan biasa dari bawah ke atas yaitu orang yang disebut orang salik. Dan keduanya selama belum mencapai puncak akhirannya belum dapat dijadikan guru yang dapat ditiru. Orang maj-dzub jika belum mengetahui perjalanan orang salik dan orang salik jika belum sampai ke puncak yang didapat (dibukakan) bagi orang maj-dzub.