Bagaimanakah Allah akan dapat terhijab dengan sesuatu, padahal yang digunakan hijab itu, juga Allah jelas ada padanya, dan tetap hadir. Bagaimanakah Allah akan terhijab dengan sesuatu, padahal sesuatu yang terlihat itu semata-mata nur Ilahi, dan pada segala tempat Allah berada dan hadir, tidak pernah ghaib. Karena itu disebut dalam hadits qudsy : Hijab Allah ialah nur yang apabila dibuka niscaya dapat membakar apa saja yang diperlihatkannya, jangankan manusia akan dapat bertahan sedang bukit hancur, dan Nabi Musa aya Nabi mka pingsan sebelum melihat langsung. Demikianlah rahmat Allah menjaga hamba-hamba-Nya.
155. أَجْهَلُ النَّاسِ مَنْ تَرَكَ يَقِينَ مَا عِنْدَهُ لِظَنِّ مَا عِنْدَ النَّاسِ.
Sebodoh-bodoh manusia yaitu orang yang meninggalkan (mengabaikan) keyakinan yang sungguh ada padanya, karena menurut persangkaan yang ada pada orang-orang. Yang yakin ia ketahui yaitu kekurangan-kekurangan dan dosa- dosa yang telah dilakukannya atau kerendahan akhlak dan kelemahan imannya sendiri. Sedang persangkaan orang lain yang mengira baik padanya karena kebodohannya dan tidak mengetahui apa yang di balik tirai yang tertutup fantasi lahir yang baik itu. Karena itu jika ia tidak sadar diri terhadap sesuatu yang yakin itu, karena menurutkan perkiraan orang lain, maka nyata ia sebodoh-bodoh manusia. Al-Harits Al-Muhasiby mengumpamakan orang yang senang dengan pujian orang itu, bagaikan orang yang senang dengan ejekan orang padanya : Andaikan ada orang berkata : Kotoranmu itu tidak berbau, atau berbau harum, lalu engkau gembira dengan keterangan pujian yang demikian, padahal engkau sendiri jijik dan berbuat busuk. Maka ketahuilah bahwa kotoran dosa dan jiwa itu lebih busuk dari kotoran (tai) orang. Seorang hakiem dipuji oleh orang awam, maka ia menangis lalu di- tanya : Mengapakah engkau menangis padahal orang itu memuji padamu ? Jawabnya : la tidak memuji kepadaku, melainkan setelah mengetahui bahwa ada padaku sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifatnya.
Sebodoh-bodoh manusia yaitu orang yang meninggalkan (mengabaikan) keyakinan yang sungguh ada padanya, karena menurut persangkaan yang ada pada orang-orang. Yang yakin ia ketahui yaitu kekurangan-kekurangan dan dosa- dosa yang telah dilakukannya atau kerendahan akhlak dan kelemahan imannya sendiri. Sedang persangkaan orang lain yang mengira baik padanya karena kebodohannya dan tidak mengetahui apa yang di balik tirai yang tertutup fantasi lahir yang baik itu. Karena itu jika ia tidak sadar diri terhadap sesuatu yang yakin itu, karena menurutkan perkiraan orang lain, maka nyata ia sebodoh-bodoh manusia. Al-Harits Al-Muhasiby mengumpamakan orang yang senang dengan pujian orang itu, bagaikan orang yang senang dengan ejekan orang padanya : Andaikan ada orang berkata : Kotoranmu itu tidak berbau, atau berbau harum, lalu engkau gembira dengan keterangan pujian yang demikian, padahal engkau sendiri jijik dan berbuat busuk. Maka ketahuilah bahwa kotoran dosa dan jiwa itu lebih busuk dari kotoran (tai) orang. Seorang hakiem dipuji oleh orang awam, maka ia menangis lalu di- tanya : Mengapakah engkau menangis padahal orang itu memuji padamu ? Jawabnya : la tidak memuji kepadaku, melainkan setelah mengetahui bahwa ada padaku sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifatnya.
020. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ أَظْهَرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (tampak) dari segala sesuatu.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (tampak) dari segala sesuatu.
153. النَّاسُ يَمْدَحُونَكَ لِمَا يَظُنُّونَهُ فِيكَ، فَكُنْ أَنْتَ ذَامًّا لِنَفْسِكَ لِمَا تَعْلَمُهُ مِنْهَا.
Orang-orang memuji padamu disebabkan oleh apa yang mereka sangka ada padamu, karena itu engkau harus mencela dirimu karena apa-apa yang benar-benar engkau ketahui pada dirimu. Jangan sampai engkau tertipu oleh pujian orang-orang yang tidak mengetahui hakikatmu, sehingga seolah-olah merasa sudah sempurna dan merasa layak dipuji, bahkan sebaliknya dari itu engkau harus berdoa.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ، وَلَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ.
Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunkan bagiku apa-apa (dosa-dosa) yang tidak mereka ketahui. Dan jangan dituntut dengan apa yang mereka katakan. Siapa yang merasa senang dengan pujian orang terhadap dirinya, berarti ia telah mengizinkan (memberi kesempatan) kepada setan untuk masuk dan merusak iman dan fikirannya.
Orang-orang memuji padamu disebabkan oleh apa yang mereka sangka ada padamu, karena itu engkau harus mencela dirimu karena apa-apa yang benar-benar engkau ketahui pada dirimu. Jangan sampai engkau tertipu oleh pujian orang-orang yang tidak mengetahui hakikatmu, sehingga seolah-olah merasa sudah sempurna dan merasa layak dipuji, bahkan sebaliknya dari itu engkau harus berdoa.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ، وَلَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ.
Ya Allah jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangka, dan ampunkan bagiku apa-apa (dosa-dosa) yang tidak mereka ketahui. Dan jangan dituntut dengan apa yang mereka katakan. Siapa yang merasa senang dengan pujian orang terhadap dirinya, berarti ia telah mengizinkan (memberi kesempatan) kepada setan untuk masuk dan merusak iman dan fikirannya.