Allah sengaja menutupi nur hati itu dengan pekerjaan-pekerjaan yang lahir karena sayang kepadanya jangan sampai diobral dengan terbuka begitu saja, atau kuatir daripada lidah yang akan menyiar-nyiarkannya. Juga Allah menutup nur cahaya kewalian para walinya karena rahmat- nya terhadap kaum mukminin, sebab sekíranya terbuka itu rahasia kewalian pada seorang, pasti akan mewajibkan bagi orang yang terbuka hatinya itu, kewajiban-kewajiban yang mungkin tidak dapat melaksanakannya, dan dengan demikian berarti telah terjerumus dalam dosa durhaka.
219. لاَ تَسْتَبْطِئْ مِنْهُ النَّوَالَ، وَلٰكِنِ اسْتَبْطِئْ مِنْ نَفْسِكَ وُجُودَ الْإِقْبَالِ.
Jangan merasa lambat datangnya kurnia pemberian Allah kepadamu, tetapi hendaknya engkau merasakan kelambatan dirimu untuk menghadap kepada Tuhan. Jangan merasa datangnya kurnia pemberian Allah yang lanfbat, tetapi rasakanlah kelambatan dirimu untuk membulatkan iktikat yang baik kepada Tuhanmu.
Jangan merasa lambat datangnya kurnia pemberian Allah kepadamu, tetapi hendaknya engkau merasakan kelambatan dirimu untuk menghadap kepada Tuhan. Jangan merasa datangnya kurnia pemberian Allah yang lanfbat, tetapi rasakanlah kelambatan dirimu untuk membulatkan iktikat yang baik kepada Tuhanmu.
249. جَعَلَهُ لَكَ عَدُوًّا لِيَحُوشَكَ بِهِ إِلَيْهِ، وَحَرَّكَ إِلَيْهِ النَّفْسَ لِيَدُومَ إِقْبَالُكَ عَلَيْهِ.
Sengaja Allah menjadikan syaithan sebagai musuhmu, supaya engkau jemu pada syaithan dan berlindung kepada Allah. demikian pula Allah tetap menggerakkan hawa nafsumu supaya engkau tetap selalu menghadap kepada Allah untuk melawan hawa nafsu. Allah berfirman :
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (النحل: ٩٩)
Sesungguhnya syaithan tidak berdaya (tidak kuasa) terhadap orang yang betul-betul beriman dan kepada Tuhan mereka berserah diri dan bertawakkal kepada Allah. (Annahl 99).
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ (النحل: ١٠٠)
Sesungguhnya kekuatan/kekuasaan syaithan itu hanya pada orang- orang yang berwali kepadanya (menurut pada pimpinan/bisikan- bisikannya, dan dengan itu mereka mehyekutukan Allah). (Annahl 100).
Firman Allah :
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ (يوسف: ٥٣)
Dan tiadalah saya merasa bersih diri, sebab hawa nafsu itu men- dorong kepada kejahatan, kecuali bagi orang yang dapat hidayat/
rahmat Tuhanku, sungguh Tuhanku maha pengampun lagi penyayang.
(Yusuf 53)
Kata pujangga : Sungguh aku telah diuji dengan empat musuh yang selalu melempar aku dengan anak panah yang dapat menembus. Yaitu : Iblis, dunia, hawa nafsu dan syahwat. Ya Tuhanku hanya Engkau yang dapat menyelamatkan aku. Allah menjadikan syaithan sebagai musuh manusia ini suatu nikmat besar bagi manusia, sebab dengan demikian manusia selalu harus berlindung dan mendekat kepada Allah, untuk menjaga keselamatan diri dari syaithan (musuhnya) itu. Sebab dia sendiri tidak akan sanggup melawan musuhnya yang kawankan dan sangat samar itu, kecuali dengan perlindungan Allah.
Sengaja Allah menjadikan syaithan sebagai musuhmu, supaya engkau jemu pada syaithan dan berlindung kepada Allah. demikian pula Allah tetap menggerakkan hawa nafsumu supaya engkau tetap selalu menghadap kepada Allah untuk melawan hawa nafsu. Allah berfirman :
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (النحل: ٩٩)
Sesungguhnya syaithan tidak berdaya (tidak kuasa) terhadap orang yang betul-betul beriman dan kepada Tuhan mereka berserah diri dan bertawakkal kepada Allah. (Annahl 99).
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ (النحل: ١٠٠)
Sesungguhnya kekuatan/kekuasaan syaithan itu hanya pada orang- orang yang berwali kepadanya (menurut pada pimpinan/bisikan- bisikannya, dan dengan itu mereka mehyekutukan Allah). (Annahl 100).
Firman Allah :
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ (يوسف: ٥٣)
Dan tiadalah saya merasa bersih diri, sebab hawa nafsu itu men- dorong kepada kejahatan, kecuali bagi orang yang dapat hidayat/
rahmat Tuhanku, sungguh Tuhanku maha pengampun lagi penyayang.
(Yusuf 53)
Kata pujangga : Sungguh aku telah diuji dengan empat musuh yang selalu melempar aku dengan anak panah yang dapat menembus. Yaitu : Iblis, dunia, hawa nafsu dan syahwat. Ya Tuhanku hanya Engkau yang dapat menyelamatkan aku. Allah menjadikan syaithan sebagai musuh manusia ini suatu nikmat besar bagi manusia, sebab dengan demikian manusia selalu harus berlindung dan mendekat kepada Allah, untuk menjaga keselamatan diri dari syaithan (musuhnya) itu. Sebab dia sendiri tidak akan sanggup melawan musuhnya yang kawankan dan sangat samar itu, kecuali dengan perlindungan Allah.
112. مَتَى أَطْلَقَ لِسَانَكَ بِالطَّلَبِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُعْطِيَكَ.
Apabila Allah telah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah akan memberi kepadamu.
Abdullah bin Umar ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang telah mendapat izin untuk berdoa, berarti telah dibukakan baginya pintu rahmat, dan tiada dimintai sesuatu yang lebih disukai oleh Allah daripada dimintai maaf dan selamat dunia akherat. Lain Hadits : Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang telah diberi kesempatan berdoa, maka tidak akan diharamkan dari ijabah (di- terimanya doa). Anas bin Malik ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : Apabila Allah kasih sayang pada seorang hamba, maka dituangkan kepadanya bala', maka bila ia berdoa, berkata Malaikat : Suara yang sudah terkenal. dan berkata Jibril : Tuhanku, hambaMu Fulan, sampaikan hajatnya. Jawab Allah : Biarkan hambaKu, Aku suka mendengar suaranya. maka apabila hamba berkata : Ya Rabbi. Jawab Tuhan : Labbaika hambaKu, tiada engkau berdoa melainkan Aku sambut, dan n Abdi pade Khalgnya)
tiada engkau minta suatu melainkan pasti Aku berikan, Imma (ada kalanya) Aku segerakan untukmu, atau Aku simpan untukmu yang lebih baik bagimu, atau tolak daripadamu bala' yang lebih besar dari itu.
Apabila Allah telah melepaskan lidahmu untuk meminta, maka ketahuilah bahwa Allah akan memberi kepadamu.
Abdullah bin Umar ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang telah mendapat izin untuk berdoa, berarti telah dibukakan baginya pintu rahmat, dan tiada dimintai sesuatu yang lebih disukai oleh Allah daripada dimintai maaf dan selamat dunia akherat. Lain Hadits : Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang telah diberi kesempatan berdoa, maka tidak akan diharamkan dari ijabah (di- terimanya doa). Anas bin Malik ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : Apabila Allah kasih sayang pada seorang hamba, maka dituangkan kepadanya bala', maka bila ia berdoa, berkata Malaikat : Suara yang sudah terkenal. dan berkata Jibril : Tuhanku, hambaMu Fulan, sampaikan hajatnya. Jawab Allah : Biarkan hambaKu, Aku suka mendengar suaranya. maka apabila hamba berkata : Ya Rabbi. Jawab Tuhan : Labbaika hambaKu, tiada engkau berdoa melainkan Aku sambut, dan n Abdi pade Khalgnya)
tiada engkau minta suatu melainkan pasti Aku berikan, Imma (ada kalanya) Aku segerakan untukmu, atau Aku simpan untukmu yang lebih baik bagimu, atau tolak daripadamu bala' yang lebih besar dari itu.