Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

138. كَيْفَ تُخْرَقُ لَكَ الْعَوَائِدُ وَأَنْتَ لَمْ تَخْرِقْ مِنْ نَفْسِكَ الْعَوَائِدَ.

Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak merubah dirimu dari kebiasaannya. Kharqul awaa’id : Ialah kekeramatan, kejadian-kejadian yang luar biasa seperti berjalan di atas air, terlipatnya bumi sehingga dapat pergi ke ujung barat dan timur dalam selangkah kaki, dan makan dari seisi alam sekehendaknya, dan tidak ada doanya yang tertolak. Bagaimanakah kau akan dapat mencapai yang demikian itu, sesuatu yang menyalahi adat kebiasaan umum, padahal kau sendiri belum dapat mengekang hawa nafsu dan kehendakmu. padahal kau belum dapat melepaskan kehendakmu untuk menurut dan menyerah pada kehendak Allah. Dan kehendak Allah itu, ialah yang teratur dalam ajaran tuntunan syari’ at, baik yang tersebut dalam Qur’an atau hadits Rasulullah saw. Kekeramatan yang luar biasa itu tidak akan diberikan oleh Allah, kecuali pada orang yang melenyapkan kehendak sendiri, karena sangat puas kepada kehendak Allah dan pilihanNya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

224. لاَ يَزِيدُ فِي عِزِّهِ إِقْبَالُ مَنْ أَقْبَلَ عَلَيْهِ، وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ عِزِّهِ إِدْبَارُ مَنْ أَدْبَرَ عَنْهُ.

Tidak menambah kemuliaan (kejayaan) Allah datang (menghadap)nya orang yang taat kepadaNYa, dan tidak mengurangi kemuliaan Allah menjauhnya orang yang menjauh daripadaNya. Sebab sifat kemuliaan/kejayaan Allah adalah sifat dzatNya, karena itu tidak dapat bertambah dan tidak berkurang, Allah dzat yang mulia sebelum adanya makhluk, dan tetap kejayaan kemulyaan itu sesudah menjadikan makhluk.

Hikam Ibnu 'Atoillah

289. وَأَكْمَلُ مِنْهُ عَبْدٌ شَرِبَ فَازْدَادَ صَحْوًا، وَغَابَ فَازْدَادَ حُضُورًا، فَلاَ جَمْعُهُ يَحْجُبُهُ عَنْ فَرْقِهِ، وَلاَ فَرْقُهُ يَحْجُبُهُ عَنْ جَمْعِهِ، وَلاَ فَنَاؤُهُ يَصُدُّهُ عَنْ بَقَائِهِ، وَلاَ بَقَاؤُهُ يَصُدُّهُ عَنْ فَنَائِهِ، يُعْطِي كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ، وَيُوَفِّي كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ.

Dan yang sempurna ialah seorang hamba yang minum dari nur tauhid, maka ia bertambah kesadarannya, dan lenyap dari melihat sesuatu selain Allah, kemudian bertambah dekatnya, maka dekatnya kepada Allah tidak mempengaruhi (menutup) pisahnya, demikian pula pisahnya tidak menutupi dekatnya, fana'nya dari makhluk tidak menghalangi tetap ingatnya, demikjan ingatnya kepada makhluk tidak merintangi fana'nya, dapat menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dan memberi pada tiap sesuatu haknya.

Hikam Ibnu 'Atoillah

120. مَتَى جَعَلَكَ فِي الظَّاهِرِ مُمْتَثِلاً لِأَمْرِهِ، وَرَزَقَكَ فِي الْبَاطِنِ الاِسْتِسْلاَمَ لِقَهْرِهِ، فَقَدْ أَعْظَمَ الْمِنَّةَ عَلَيْكَ.

Apabila Allah telah menjadikan engkau pada lahirnya menurut perintahNya dan dalam hatimu menyerah bulat kepadaNya, maka berarti Tuhan memberi kepadamu sebesar-besar nikmat kurniaNya. Sebesar-besar nikmat kurnia Tuhan kepada hambanya ialah jika Allah telah memberi taufiq hidayat kepada hamba untuk melakukan segala perintah kemudian ditambah dengan fekuatan menyerah tawakkal kepada Allah dalam batinnya. Sebab Seseorang dengan dua nikmat lahir batin itu telah mencapai kebutuhan dunia dan akherat sekaligus. Sebab manusia hanya diperintah supaya beribadat dengan tulus ikhlas menuju kepada Allah, tentang segala kepentingan hajatnya sudah dicukupi oleh Allah, maka tidak usah menurutkan hawa nafsu yang tidak kunjung puas.

Disalin