Jangan sampai doa permintaanmu kej da Allah itu engkau jadikan sebagai alat (sebab) untuk mencapai pemberian Allah, niscaya akan kurang pengertianmu (ma'rifatmu) kepada Allah, tetapi hendak- nya doa permintaanmu semata-mata untuk menunjukkan kerendahan kehambaanmu dan menunaikan kewajiban terhadap kemuliaan kebesaran dan kekayaan Tuhanmu.
Abu Nasher Assarraj berkata : Saya telah bertanya kepada guru- guru tentang apakah kepentingan doa bagi orang yang telah menyerah bulat kepada Allah ? Jawabnya : Berdoa itu ada dua tujuan : Pertama : Untuk menghias lahir kita dengan doa, sebab doa itu salah satu bagian daripada khidmat kepada Allah, maka ia ingin berbuat demikian.
Kedua : Berdoa semata-mata karena menurut perintah Allah. Sebab faidahnya doa itu untuk menunjukkan/memperlihatkan adanya hajat kebutuhan dan kemiskinan diri di hadapan Allah.
Abul-Hasan berkata : Janganlah yang menjadi tujuan dari doamu itu tercapainya hajat kebutuhanmu, maka jika demikian berarti terhijab engkau dari Allah, tetapi harus tujuan doa untuk bermunajat berbisik-bisik kepada (dengan) Allah yang memeliharamu, mencipta- kan dirimu. Dan balak bencana yang memaksakan engkau berdoa kepada Allah itu, lebih baik daripada menerima nikmat, kesenangan yang melupakan kepada Allah dan menjauhkan daripadanya.
Jangan sampai doa permintaanmu kej da Allah itu engkau jadikan sebagai alat (sebab) untuk mencapai pemberian Allah, niscaya akan kurang pengertianmu (ma'rifatmu) kepada Allah, tetapi hendak- nya doa permintaanmu semata-mata untuk menunjukkan kerendahan kehambaanmu dan menunaikan kewajiban terhadap kemuliaan kebesaran dan kekayaan Tuhanmu.
Abu Nasher Assarraj berkata : Saya telah bertanya kepada guru- guru tentang apakah kepentingan doa bagi orang yang telah menyerah bulat kepada Allah ? Jawabnya : Berdoa itu ada dua tujuan : Pertama : Untuk menghias lahir kita dengan doa, sebab doa itu salah satu bagian daripada khidmat kepada Allah, maka ia ingin berbuat demikian.
Kedua : Berdoa semata-mata karena menurut perintah Allah. Sebab faidahnya doa itu untuk menunjukkan/memperlihatkan adanya hajat kebutuhan dan kemiskinan diri di hadapan Allah.
Abul-Hasan berkata : Janganlah yang menjadi tujuan dari doamu itu tercapainya hajat kebutuhanmu, maka jika demikian berarti terhijab engkau dari Allah, tetapi harus tujuan doa untuk bermunajat berbisik-bisik kepada (dengan) Allah yang memeliharamu, mencipta- kan dirimu. Dan balak bencana yang memaksakan engkau berdoa kepada Allah itu, lebih baik daripada menerima nikmat, kesenangan yang melupakan kepada Allah dan menjauhkan daripadanya.