Sebaik-baik saat dalam masa hidupmu, ialah saat-saat di mana engkau merasa dan mengakui kebutuhanmu, dan kembali kepada adanya kerendahan dirimu. Sebaik-baik saat dalam masa hidupmu, ialah saat ingat kepada Tuhan dan putus hubungan dengan segala sesuatu yang lainnya. Yaitu pada saat merasakan benar-benar kebutuhanmu kepada Tuhan. Sedang segala sesuatu yang lain tidak dapat menolong meringankan kebutuhan- mu. Dan pada saat tidak ada pandangan yang lain dari Allah, maka pada saat itu murnilah pengertian tauhidmu kepada Allah.
100. كَفَى مِنْ جَزَائِهِ إِيَّاكَ عَلَى الطَّاعَةِ أَنْ رَضِيَكَ لَهَا أَهْلاً.
Cukup menjadi balasan Allah atas ketaatanmu, jika Allah ridha (rela) menjadikan engkau ahli taat/ibadat. Taufiq dan hidayah yang diberikan Allah kepada seorang hamba itu sebagai karunia yang sebesar-besarnya bagi seorang hamba, sebab dengan hidayat dan taufiq itulah seorang hamba dapat menerima nikmat dan bahagia dunia akherat.
Cukup menjadi balasan Allah atas ketaatanmu, jika Allah ridha (rela) menjadikan engkau ahli taat/ibadat. Taufiq dan hidayah yang diberikan Allah kepada seorang hamba itu sebagai karunia yang sebesar-besarnya bagi seorang hamba, sebab dengan hidayat dan taufiq itulah seorang hamba dapat menerima nikmat dan bahagia dunia akherat.
022. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ أَقْرَبُ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.
Bagaimana akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
Bagaimana akan dihijab oleh sesuatu, padahal Dia (Allah) lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
214. تَمَكُّنُ حَلاَوَةِ الْهَوَى مِنَ الْقَلْبِ هُوَ الدَّاءُ الْعُضَالُ.
Meresapnya rasa manisnya hawa nafsu dalam hati merupakan penyakit yang sukar diobatinya (disembuhkan). Hati itu tempat iman keyakinan dan ma'rifat, dan semua itu sebagai obat, tetapi apabila kecintaan kepada dunia dan syahwat telah menguasai/ memenuhi hati, maka tidak ada tempat untuk obatnya, maka disitulah letak kesukaran untuk mengobatinya, sehingga sukar disembuhkannya.
Rasulullah saw. bersabda :
حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ.
Cinta kepada dunia itulah induk/pokok dari segala dosa.
Meresapnya rasa manisnya hawa nafsu dalam hati merupakan penyakit yang sukar diobatinya (disembuhkan). Hati itu tempat iman keyakinan dan ma'rifat, dan semua itu sebagai obat, tetapi apabila kecintaan kepada dunia dan syahwat telah menguasai/ memenuhi hati, maka tidak ada tempat untuk obatnya, maka disitulah letak kesukaran untuk mengobatinya, sehingga sukar disembuhkannya.
Rasulullah saw. bersabda :
حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ.
Cinta kepada dunia itulah induk/pokok dari segala dosa.