Maha agung Tuhan, jika scorang hamba beramal kontan (segera) akan dibalas kemudian hari.
241. إِنَّمَا جَعَلَهَا مَحَلاًّ لِلْأَغْيَارِ وَمَعْدِنًا لِلْأَكْدَارِ تَزْهِيدًا لَكَ فِيهَا.
Sesungguhnya Allah sengaja menjadikan dunia ini tempat kerusakan dan sumber kerusuhan, untuk menjemukan kau terhadap dunia.
Rasulullah saw. bersabda :
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ.
Jauhkan dirimu dari tipuan dunia, niscaya Allah suka/kasih kepadamu. Dan jauhkan dirimu dari hak-hak orang, niscaya disukai orang. Imam Ali ar. menulis surat kepada Salman Alfarisy ra. : Sesungguhnya dunia ini bagaikan ular licin pegangannya, namun membunuh bisanya (racunnya), karena itu abaikanlah (berpalinglah) daripadanya, dan dari apa yang mengagumkan engkau, karena sedikitnya yang dapat engkau bawa sebagai bekal, dan jangan risau terhadapnya karena engkau yakin akan berpisah padanya, dan letakkan kesenanganmu dalam kewaspadaanmu terhadap apa-apa yang ada di dalamnya, sebab orang di dunia apabila ia mulai senang tenang langsung dibawa kejurang bahaya dan binasa. Seseorang Hakiem berkata : Dunia ini bagaikan impian orang tidur, kesenangannya bagaikan bayangan awan, kejadian-kejadian bagaikan anak panah yang mengenai sasarannya, sedang syahwat- syahwatnya bagaikan sesuatu yang beracun dan godaannya bagaikan gelombang yang besar.
Sesungguhnya Allah sengaja menjadikan dunia ini tempat kerusakan dan sumber kerusuhan, untuk menjemukan kau terhadap dunia.
Rasulullah saw. bersabda :
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ.
Jauhkan dirimu dari tipuan dunia, niscaya Allah suka/kasih kepadamu. Dan jauhkan dirimu dari hak-hak orang, niscaya disukai orang. Imam Ali ar. menulis surat kepada Salman Alfarisy ra. : Sesungguhnya dunia ini bagaikan ular licin pegangannya, namun membunuh bisanya (racunnya), karena itu abaikanlah (berpalinglah) daripadanya, dan dari apa yang mengagumkan engkau, karena sedikitnya yang dapat engkau bawa sebagai bekal, dan jangan risau terhadapnya karena engkau yakin akan berpisah padanya, dan letakkan kesenanganmu dalam kewaspadaanmu terhadap apa-apa yang ada di dalamnya, sebab orang di dunia apabila ia mulai senang tenang langsung dibawa kejurang bahaya dan binasa. Seseorang Hakiem berkata : Dunia ini bagaikan impian orang tidur, kesenangannya bagaikan bayangan awan, kejadian-kejadian bagaikan anak panah yang mengenai sasarannya, sedang syahwat- syahwatnya bagaikan sesuatu yang beracun dan godaannya bagaikan gelombang yang besar.
149. لَوْلاَ ظُهُورُهُ فِي الْمُكَوَّنَاتِ مَا وَقَعَ عَلَيْهَا وُجُودُ أَبْصَارٍ، وَلَوْ ظَهَرَتْ صِفَاتُهُ لاَضْمَحَلَّتْ مُكَوَّنَاتُهُ.
Andaikan Allah tidak dhahir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padaNya, dan andaikan Allah mendhahirkan sifatNya pasti lenyaplah alam bendaNya.
Firman Allah :
فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا (الأعراف: ١٤٣)
Ketika Allah bertajalli kepada bukit, hancurlah (lenyaplah) bukit itu, sedang Nabi Musa jatuh pingsan.
Rasulullah saw. bersabda : Hijab Allah itu berupa cahaya, andaikan dibuka pasti akan terbakar segala sesuatu yang menghadapinya. n Abdi pada Khalanya)
Andaikan Allah tidak dhahir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin adanya penglihatan padaNya, dan andaikan Allah mendhahirkan sifatNya pasti lenyaplah alam bendaNya.
Firman Allah :
فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا (الأعراف: ١٤٣)
Ketika Allah bertajalli kepada bukit, hancurlah (lenyaplah) bukit itu, sedang Nabi Musa jatuh pingsan.
Rasulullah saw. bersabda : Hijab Allah itu berupa cahaya, andaikan dibuka pasti akan terbakar segala sesuatu yang menghadapinya. n Abdi pada Khalanya)
106. مَعْصِيَةٌ أَوْرَثَتْ ذُلاًّ وَافْتِقَارًا خَيْرٌ مِنْ طَاعَةٍ أَوْرَثَتْ عِزًّا وَاسْتِكْبَارًا.
Maksiat (dosa) yang menimbulkan rasa rendah diri dan membutuhkan rahmat Allah, lebih baik dari perbuatan taat yang membangkitkan rasa sombong, ujub dan besar diri.
Abu Mad-yan ra. berkata : Perasaan rendah diri seorang yang telah berbuat maksiat dosa, itu lebih baik dari kesombongan seorang yang taat. Ada kalanya seorang hamba berbuat kebaikan (hasanat) yang menimbulkan rasa ujub sombong, sehingga dapat menggugurkan segala amal-amal yang sebelumnya, dan ada kalanya seorang berbuat dosa yang menyedihkan hatinya, sehingga timbul rasa takut kepada Allah , dan menyebabkan keselamatan dirinya. Asysya'by meriwayatkan dari Alkhalil bin Ayyud, bahwasanya seorang aabid (ahli ibadah) Bani Israil ketika ia berjalan ia dinaungi oleh awan, tiba-tiba ada seorang pelacur Bani Israil, maka tergerak dalam hati pelacur itu : Ini seorang aabid Bani Israil, aku ingin mendekat kepadaNya. maka ketika pelacur itu mendekat kepada aabid itu tiba- tiba si aabid itu mengusir dengan berkata : Enyah engkau dari sini. Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi saw. bahwa aku (Allah mengampunkan dosa pelacur itu dan membatalkan amal aabid itu. maka berpindah awan dari atas kepala aabid ke atas kepala pelacur itu. Al-Harits Al-Muhassiby berkata : Allah menghendaki supaya anggota lahir ini sesuai dengan batinnya (hatinya), maka apabila sombong congkak orang alim/aabid, sedang pelacur itu bertawadhu' merendah diri, maka ketika itu si pelacur lebih taat kepada Allah dari aabid dan alim. Ada pula kejadian ketika seorang aabid Bani Israil sedang sujud, tiba-tiba diinjak kepalanya oleh orang, maka berkata aabid itu : Angkat kakimu, demi Allah tidak akan mengampunkan cngkau. Maka Allah menjawab : Hai orang yang bersumpah dengan namaKu, bahkan engkau yang tidak diampunkan karena kesombonganmu. Al-Harits dalam komentarnya berkata : Dia berkata satu kata yang merusakkan dunia dan akhiratnya.
Maksiat (dosa) yang menimbulkan rasa rendah diri dan membutuhkan rahmat Allah, lebih baik dari perbuatan taat yang membangkitkan rasa sombong, ujub dan besar diri.
Abu Mad-yan ra. berkata : Perasaan rendah diri seorang yang telah berbuat maksiat dosa, itu lebih baik dari kesombongan seorang yang taat. Ada kalanya seorang hamba berbuat kebaikan (hasanat) yang menimbulkan rasa ujub sombong, sehingga dapat menggugurkan segala amal-amal yang sebelumnya, dan ada kalanya seorang berbuat dosa yang menyedihkan hatinya, sehingga timbul rasa takut kepada Allah , dan menyebabkan keselamatan dirinya. Asysya'by meriwayatkan dari Alkhalil bin Ayyud, bahwasanya seorang aabid (ahli ibadah) Bani Israil ketika ia berjalan ia dinaungi oleh awan, tiba-tiba ada seorang pelacur Bani Israil, maka tergerak dalam hati pelacur itu : Ini seorang aabid Bani Israil, aku ingin mendekat kepadaNya. maka ketika pelacur itu mendekat kepada aabid itu tiba- tiba si aabid itu mengusir dengan berkata : Enyah engkau dari sini. Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi saw. bahwa aku (Allah mengampunkan dosa pelacur itu dan membatalkan amal aabid itu. maka berpindah awan dari atas kepala aabid ke atas kepala pelacur itu. Al-Harits Al-Muhassiby berkata : Allah menghendaki supaya anggota lahir ini sesuai dengan batinnya (hatinya), maka apabila sombong congkak orang alim/aabid, sedang pelacur itu bertawadhu' merendah diri, maka ketika itu si pelacur lebih taat kepada Allah dari aabid dan alim. Ada pula kejadian ketika seorang aabid Bani Israil sedang sujud, tiba-tiba diinjak kepalanya oleh orang, maka berkata aabid itu : Angkat kakimu, demi Allah tidak akan mengampunkan cngkau. Maka Allah menjawab : Hai orang yang bersumpah dengan namaKu, bahkan engkau yang tidak diampunkan karena kesombonganmu. Al-Harits dalam komentarnya berkata : Dia berkata satu kata yang merusakkan dunia dan akhiratnya.