Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

187. وُرُودُ الْفَاقَاتِ أَعْيَادُ الْمُرِيدِينَ.

Tibanya saat-saat kesukaran (kemiskinan serba kekurangan sehingga merasa rendah dan hina diri), itu sebagai hari raya gembira bagi para murid (yakni orang yang sedang melatih diri untuk tagarrub kepada Allah). Saat-saat tibanya kesukaran bala’ yarig menyebabkan manusia merasakan kerendahan dan kehinaan dan kemiskinan diri dihadapan Allah, itulah saat dan masa yang terbaik untuk mendapat belas kasih Allah dan mendekat kepada Allah. Karena itu bagi seorang murid (salik) yang sedang berjuang melawan hawa nafsu, saat-saat yang sedemikian itu sebagai saat kemenangan melawan hawa nafsu sehingga saat-saat yang sedemikian itu bagi mereka bagaikan hari raya yang sangat menggembirakan, sebab tunduknya hawa nafsu, berarti hilangnya rasa kesombongan ujub atau besar diri.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

200. الْعِبَارَاتُ قُوتٌ لِعَائِلَةِ الْمُسْتَمِعِينَ، وَلَيْسَ لَكَ إِلاَّ مَا أَنْتَ لَهُ آكِلٌ.

Ibarat (kata-kata) itu sebagai makanan bagi pendengar yang berhajat dan membutuhkannya, dan engkau tidak mendapat apa-apa daripadanya kecuali yang engkau makan. Bagaimanapun aneka warnanya hidangan, maka yang berguna bagi tiap orang hanya yang dimakannya, dan masing-masing makan kesukaannya, memilih yang dimengertinya.

Terjadi ada tiga orang sama-sama mendengar suara yang berkata : Ya sa'tara birri maka masing-masing menerima kalimat itu sendiri-sendiri, Yang satu berkata : Saya telah mendengar suara itu berkata : Is'a tara birri. Berusahalah niscaya engkau akan melihat (mendapat) kurnia pemberianKu. Yang kedua berkata : Saya telah mendengar : Assa' atatara birri : Pada saat itu juga engkau akan mendapat (melihat) kurnia pemberianKu. Yang ketiga berkata : Saya telah mendengar : Ma ausa'a birri : Alangkah luasnya kurnia pemberianKu.

Firman Allah :

تُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ (الرعد: ٤)

Disiram dengan satu macam air, tetapi Kami lebihkan yang satu dari yang lain dalam rasa makanannya.

Firman Allah :

قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ (البقرة: ٦٠)

Masing-masing golongan telah mengetahui di mana tempat minumnya. Muhyiddin (Muhammad) bin Al-Araby ra. berkata : Pada suatu hari kami mendapat undangan dari teman di Zugagil-ganadil di Mesir, tiba- tiba di situ bertemu dengan guru-guru, dan setelah hidangan dikeluarkan, di situ ada suatu wadah dipakai untuk tempat kencing, tetapi karena sudah tidak terpakai lagi, maka dipakai juga untuk tempat makanan, maka setelah selesai orang-orang makanan tiba-tiba wadah itu berkata : Karena kini saya telah mendapat kehormatan dari Allah untuk tempat makanan guru-guru ini maka sejak kini saya tidak rela untuk dipakai tempat kotoran, kemudian ia belah dua. Syaikh Muhyiddin bertanya kepada hadirin : Apakah yang kamu telah mendengar ? Jawab mereka : Ya, kami mendengar ia berkata : Sejak saya dipakai tempat makan untuk guru-guru, maka saya tidak mau menjadi tempat kotoran lagi. Berkata Muhyiddin : Tidak begitu katanya. Bertanya para hadirin : Lalu berkata apa ? Jawab Muhyiddin : Demikian pula hatimu setelah mendapat kehormatan dari Allah dijadikan tempat iman, maka janganlah rela ditempati najis-najis, syirik, maksiat dan cinta dunia.

Hikam Ibnu 'Atoillah

152. الْأَكْوَانُ ثَابِتَةٌ بِإِثْبَاتِهِ، وَمَمْحُوَّةٌ بِأَحَدِيَّةِ ذَاتِهِ.

Alam ini ada bila ditetapkan oleh Allah, tetapi alam ini musnah lenyap dengan keesaan dzat Allah. Ke-esaan dzat Allah yang tidak bersekutu atau berbanding itu melenyapkan segala apa saja, yakni tetap Allah yang tunggal dan segala sesuatu selain Allah bayangan belaka dan bekas buatan Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

100. كَفَى مِنْ جَزَائِهِ إِيَّاكَ عَلَى الطَّاعَةِ أَنْ رَضِيَكَ لَهَا أَهْلاً.

Cukup menjadi balasan Allah atas ketaatanmu, jika Allah ridha (rela) menjadikan engkau ahli taat/ibadat. Taufiq dan hidayah yang diberikan Allah kepada seorang hamba itu sebagai karunia yang sebesar-besarnya bagi seorang hamba, sebab dengan hidayat dan taufiq itulah seorang hamba dapat menerima nikmat dan bahagia dunia akherat.

Disalin