Pemberian dari makhluk itu suatu kerugian, dan penolakan dari Allah itu suatu pemberian dan karunia.
Ali bin Abi Thalib ra, berkata : Jangan merasa adanya yang memberi nikmat kepadamu selain Allah. Dan anggaplah segala nikmat yang engkau terima dari lain Allah itu sebagai kerugian. (yakni di antara engkau dengan Allah tidak ada badan perantara, maka semua nikmat yang engkau terima semata-mata dari Allah, dan bila terjadi engkau merasa menerima nikmat dari sesama manusia, maka itu sebagai kerugian bagimu). Seorang Hakim berkata : Menanggung budi kebaikan manusia itu lebih berat daripada sabar karena kekurangan (ketiadaan). Pemberian dari makhluk, pada umumnya menyebabkan terhijab dari Allah, sehingga tidak ingat pada Allah, dan merasa berhutang budi kepada sesama manusia, dan inilah letak kerugian moril. Sebaliknya penolakan yang menyebabkan ingat kepada Allah itu, berarti suatu karunia nikmat besar dari Allah.