Ada kaum yang oleh Allah didudukkan dalam bagian ibadat semata-mata dan ada kaum yang diistimewakan oleh Allah dengan kecintaanNya. Untuk masing-masing Kami (Allah) memberi Kurnia dan pemberian-pemberian, dan pemberian Tuhanmu tidak terbatas. Allah sendiri yang memilih hambanya, maka ada yang dipilih untuk melaksanakan ibadat yang lahir ialah mereka para aabid dan zahid, dan ada pula yang dipilih oleh Allah untuk kesayangan (kekasih) Allah dan mereka ini orang-orang aarif muhibbin yang tidak ada tempat dalam hati mereka kecuali dzikrullah semata-mata. Menganggap dunia ini kosong tidak ada apa-apa kecuali Allah yang menciptakan dan melaksanakan segala sesuatunya.
079. قَلَّمَا تَكُونُ الْوَارِدَاتُ الْإِلٰهِيَّةُ إِلاَّ بَغْتَةً، لِئَلاَّ يَدَّعِيَهَا الْعِبَادُ بِوُجُودِ الاِسْتِعْدَادِ.
Jarang sekali terjadi kurnia besar dari Allah itu kecuali secara mendadak (tiba-tiba), supaya tidak ada orang yang mengaku bahwa ia dapat karena telah mengadakan persiapan untuk menerima kurnia itu. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa as. : Tahukah engkau mengapakah Aku mengangkat engkau sebagai Nabi yang langsung mendengar kalamKu? Jawab Musa : Engkau yang lebih mengetahui. Bersabda Tuhan : Ketika Aku larikan semua kambing Nabi Syuaib yang kau pelihara itu, sehingga dengan susah payah engkau mengejar kambing- kambing itu untuk mengembalikannya, tetapi kemudian setelah kembali semuanya engkau tidak merasa jengkel/marah, maka itulah sebabnya. Dalam Hadits, seorang pelacur yang memberi minum kepada anjing, tiba-tıba Allah bersyukur kepadanya dan mengampunkan semua dosanya. Demikianlah kehormatan dan kurnia-kurnia besar dari Allah
itu, tidak dapat diraba oleh manusia, dan selalu diberikan oleh Allah secara tiba-tiba, supaya tidak ada orang berbangga dengan amal perbuatannya.
Jarang sekali terjadi kurnia besar dari Allah itu kecuali secara mendadak (tiba-tiba), supaya tidak ada orang yang mengaku bahwa ia dapat karena telah mengadakan persiapan untuk menerima kurnia itu. Allah mewahyukan kepada Nabi Musa as. : Tahukah engkau mengapakah Aku mengangkat engkau sebagai Nabi yang langsung mendengar kalamKu? Jawab Musa : Engkau yang lebih mengetahui. Bersabda Tuhan : Ketika Aku larikan semua kambing Nabi Syuaib yang kau pelihara itu, sehingga dengan susah payah engkau mengejar kambing- kambing itu untuk mengembalikannya, tetapi kemudian setelah kembali semuanya engkau tidak merasa jengkel/marah, maka itulah sebabnya. Dalam Hadits, seorang pelacur yang memberi minum kepada anjing, tiba-tıba Allah bersyukur kepadanya dan mengampunkan semua dosanya. Demikianlah kehormatan dan kurnia-kurnia besar dari Allah
itu, tidak dapat diraba oleh manusia, dan selalu diberikan oleh Allah secara tiba-tiba, supaya tidak ada orang berbangga dengan amal perbuatannya.
188. رُبَّمَا وَجَدْتَ فِي الْفَاقَاتِ مَا لاَ تَجِدُهُ فِي الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ.
Mungkin engkau mendapat kelebihan kurnia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian bala' kesukaran itu, yang tidak bisa engkau dapatkan dengan puasa dan sembahyang.
Demikianlah pengertian bahwa bala'üjian itu sebagai nikmat batin (samar-samar).
Mungkin engkau mendapat kelebihan kurnia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian bala' kesukaran itu, yang tidak bisa engkau dapatkan dengan puasa dan sembahyang.
Demikianlah pengertian bahwa bala'üjian itu sebagai nikmat batin (samar-samar).
251. لَيْسَ الْمُتَوَاضِعُ الَّذِي إِذَا تَوَاضَعَ رَأَى أَنَّهُ فَوْقَ مَا صَنَعَ، وَلٰكِنَّ الْمُتَوَاضِعَ إِذَا تَوَاضَعَ رَأَى أَنَّهُ دُونَ مَا صَنَعَ.
Bukan orang yang tawadhu' itu, seorang yang bila bertawadhu' lalu merasa bahwa ia telah mengalah/merendahkan dirinya, tetapi orang tawadhu' itu ialah yang bila berbuat sesuatu merasa diri belum layak mendapatkan kedudukan itu.
Asysyibly berkata : Siapa yang merasa diri berharga, maka ia tidak bertawadhu' (maka tidak ada bagian dalam tawadhu').
Abu Sulaiman Addarany berkata : Seorang hamba tidak dapat bertawadhu' kepada Allah, hingga mengetahui kedudukan dirinya (letak dirinya). Abu Yazid berkata : Selama seorang itu merasa ada orang yang lebıh jahat daripadanya, maka ia sombong. Dan ketika ditanya : Bilakah seorang itu bertawadhu'? Jawabnya : Jika tidak merasa ada kedudukan atau kemuliaan, dan tawadhu' seseorang itu menurut kadar ma'rifatnya terhadap Tuhan dan dirinya. Muhammad bin Mugatil ketika dimintai doa oleh orang-orang, ia menangis sambil berkata : Semoga bukan sayalah yang menyebabkan kamu menderita bala bencana ini. Dan tanda bahwa ia benar-benar bertawadhu', jika ia tidak marah ketika dihina atau dicela.
Bukan orang yang tawadhu' itu, seorang yang bila bertawadhu' lalu merasa bahwa ia telah mengalah/merendahkan dirinya, tetapi orang tawadhu' itu ialah yang bila berbuat sesuatu merasa diri belum layak mendapatkan kedudukan itu.
Asysyibly berkata : Siapa yang merasa diri berharga, maka ia tidak bertawadhu' (maka tidak ada bagian dalam tawadhu').
Abu Sulaiman Addarany berkata : Seorang hamba tidak dapat bertawadhu' kepada Allah, hingga mengetahui kedudukan dirinya (letak dirinya). Abu Yazid berkata : Selama seorang itu merasa ada orang yang lebıh jahat daripadanya, maka ia sombong. Dan ketika ditanya : Bilakah seorang itu bertawadhu'? Jawabnya : Jika tidak merasa ada kedudukan atau kemuliaan, dan tawadhu' seseorang itu menurut kadar ma'rifatnya terhadap Tuhan dan dirinya. Muhammad bin Mugatil ketika dimintai doa oleh orang-orang, ia menangis sambil berkata : Semoga bukan sayalah yang menyebabkan kamu menderita bala bencana ini. Dan tanda bahwa ia benar-benar bertawadhu', jika ia tidak marah ketika dihina atau dicela.