Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

071. مَا قَادَكَ شَيْءٌ مِثْلُ الْوَهْمِ.

Tiada sesuatu yang dapat memimpin/menuntun engkau seperti angan-angan (bayangan yang kosong). Wahm : lalah tiap-tiap angan-angan terhadap sesuatu selain dari Allah, yang berarti angan-angan terhadap sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

160. إِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الرَّجَاءِ فَانْظُرْ مَا مِنْهُ إِلَيْكَ، وَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ يَفْتَحَ لَكَ بَابَ الْخَوْفِ فَانْظُرْ مَا مِنْكَ إِلَيْهِ.

Apabila engkau ingin dibukakan oleh Allah pintu harapan, maka perhatikan kebesaran nikmat-nikmat dan rahmat Allah yang berlimpah- limpah kepadamu. Dan bila engkau ingin dibukakan bagimu pintu takut, maka perhatikan amal perbuatanmu terhadap Allah. Jika engkau selalu memperhatikan kebesaran dan padatnya nikmat rahmat Allah kepadamu, pasti engkau akan selalu optimis dan berharap baik atau bersangka baik, sebaliknya jika engkau selalu memperhatikan kecurangan dan kekuranganmu terhadap Allah, maka pasti timbul daripadamu rasa takut kepada Allah, memang sifat-sifat yang harus ada pada tiap mukmin :

Hikam Ibnu 'Atoillah

136. كُنْ بِأَوْصَافِ رُبُوبِيَّتِهِ مُتَعَلِّقًا، وَبِأَوْصَافِ عُبُودِيَّتِكَ مُتَحَقِّقًا.

Bersandarlah selalu kepada sifat-sifat ke Tuhanan Allah, dan perhatikan sungguh-sungguh sifat-sifat kehambaanmu sendiri. Ingatlah selalu sifat-sifat ke Tuhanan Allah, yaitu : Kaya, kuasa, mengetahui mulya dan kuat, sedang sifat-sifat kehambaanmu ialah : Miskin, lemah, bodoh, hina dan tidak berdaya. Karena mengingati selalu kepada sifat-sifat ke Tuhanan, maka kita harus bersandar diri kepada- Nya untuk mendapatkan apa hajat kebutuhan kita itu. Tidak ada lain

jalan melainkan bersandar kepada Tuhan untuk mencapai semua hajat kebutuhan itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

056. حُسْنُ الْأَعْمَالِ نَتَائِجُ حُسْنِ الْأَحْوَالِ، وَحُسْنُ الْأَحْوَالِ مِنَ التَّحَقُّقِ فِي مَقَامَاتِ الْإِنْزَالِ.

Baiknya amal perbuatan itu, sebagai hasil dari baiknya budi dan hati, dan baiknya hati itu sebagai hasil dari kesungguhan Istiqamah pada apa yang diperintah oleh Tuhan (yakni tidak bergerak dari apa yang didudukkan oleh Tuhan). Amal yang baik itu hanya yang diterima oleh Tuhan, dan itu pasti karena baik dalam segi keikhlasan kepada Allah, dan tidak mungkin ikhlas kecuali jika ia mengerti benar-benar kedudukan dirinya terhadap Tuhannya. Abu Hamid Alghazzaly berkata : Tiap tingkat dalam kepercayaan/keyakinan itu mempunyai ilmu, dan hal (perasaan) dan amal perbuatan. Ilmu-yaqin (keyakinan yang didapat dari pengertian teori pelajaran). Ainul-yaqin keyakinan yang didapat dari fakta kenyataan lahir setelah terungkap/terbuka). Haqqul-yagin (keyakinan yang benar-benar langsung dari Allah, dan tidak dapat diragukan sedikitpun, yaitu keyakinan yang mutlak.

Disalin