Nur (cahaya-cahaya) iman, keyakinan dan dzikir itu semua sebagai kendaraan yang dapat mengantarkan hati manusia ke hadirat Allah serta menerima segala rahasia daripadaNya.
145. مَنْ أَكْرَمَكَ إِنَّمَا أَكْرَمَ فِيكَ جَمِيلَ سِتْرِهِ، فَالْحَمْدُ لِمَنْ سَتَرَكَ، لَيْسَ الْحَمْدُ لِمَنْ أَكْرَمَكَ وَشَكَرَكَ.
Siapa yang meng ormati kepa enarnya hanya meng- hormat keindahan tutup Allah kepadamu, oleh karena itu seharusnya pujian itu pada Tuhan yang menutupi engkau, bukan pada orang yang memuji dan terima kasih kepadamu. Tiap orang pasti ada cela kebusukannya yang andaikan diketahui oleh lain orang, pasti akan membenci dan tidak suka padanya, tetapi yang menyebabkan adanya orang yang memuji dan menghormati padanya, bukan semata-mata karena kebaikannya, tetapi karena Allah menutupi kebusukan dan cacatnya, maka pujian itu seharusnya kembali kepada Tuhan yang menutupi kebusukan (aibnya), bukan kepada orang yang tidak mengetahui kebusukannya. Tiap orang pasti mempunyai ciri- ciri dan kekurangan-kekurangan yang ia malu jika diketahui oleh lain orang, karena itu jika terjadi ada orang memuji kepadanya tidak lain karena indahnya tutup yang dipasang oleh Allah pada dirinya. Sehingga tertutup cela kekurangannya dan terlihat bagusnya semata-mata. Karena itu wajib ia bersyukur memuji kepada Allah yang menutupi dan tidak pada manusia yang memuj inya karena tidak tahu kejelekannya.
Siapa yang meng ormati kepa enarnya hanya meng- hormat keindahan tutup Allah kepadamu, oleh karena itu seharusnya pujian itu pada Tuhan yang menutupi engkau, bukan pada orang yang memuji dan terima kasih kepadamu. Tiap orang pasti ada cela kebusukannya yang andaikan diketahui oleh lain orang, pasti akan membenci dan tidak suka padanya, tetapi yang menyebabkan adanya orang yang memuji dan menghormati padanya, bukan semata-mata karena kebaikannya, tetapi karena Allah menutupi kebusukan dan cacatnya, maka pujian itu seharusnya kembali kepada Tuhan yang menutupi kebusukan (aibnya), bukan kepada orang yang tidak mengetahui kebusukannya. Tiap orang pasti mempunyai ciri- ciri dan kekurangan-kekurangan yang ia malu jika diketahui oleh lain orang, karena itu jika terjadi ada orang memuji kepadanya tidak lain karena indahnya tutup yang dipasang oleh Allah pada dirinya. Sehingga tertutup cela kekurangannya dan terlihat bagusnya semata-mata. Karena itu wajib ia bersyukur memuji kepada Allah yang menutupi dan tidak pada manusia yang memuj inya karena tidak tahu kejelekannya.
148. مَا حَجَبَكَ عَنِ اللهِ وُجُودُ مَوْجُودٍ مَعَهُ، وَلٰكِنْ حَجَبَكَ عَنْهُ تَوَهُّمُ مَوْجُودٍ مَعَهُ.
Tiada sesuatu benda yang menghijab engkau dari Allah, tetapi yang menghijab engkau persangkaanmu adanya sesuatu di samping Allah : Sebab segala sesuatu selain dari Allah itu pada hakikatnya tidak maujud (tidak ada) sebab yang wajib ada hanya Allah, sedang yang lainnya terserah pada belas kasih Allah, untuk diadakan atau ditiadakan. Seorang Aarif berkata : Adanya makhluk semua ini bagaikan adanya bayangan pohon di dalam air, maka ia tidak akan menghalangi jalannya kapal (perahu) maka hakikat yang sebenarnya tiada sesuatu benda apapun yang ada maujud di samping Allah untuk menghijab engkau dari Allah hanya engkau sendiri mengira bayangan itu sebagai sesuatu yang maujud. Lain contoh : Seorang yang bermalam di suatu tempat, tiba-tiba pada malam hari ketika ia akan buang air terdengar suara angin yang menderu masuk ke lobang sehingga persis sama dengan suara harimau, maka ia tidak berani keluar, tiba-tiba pada pagi hari ia tidak melihat bekas-bekas harimau maka ia tahu bahwa itu hanya tekanan angin yang masuk ke lobang, maka ia tiada tertahan karena harimau, hanya karena perkiraan adanya harimau.
Tiada sesuatu benda yang menghijab engkau dari Allah, tetapi yang menghijab engkau persangkaanmu adanya sesuatu di samping Allah : Sebab segala sesuatu selain dari Allah itu pada hakikatnya tidak maujud (tidak ada) sebab yang wajib ada hanya Allah, sedang yang lainnya terserah pada belas kasih Allah, untuk diadakan atau ditiadakan. Seorang Aarif berkata : Adanya makhluk semua ini bagaikan adanya bayangan pohon di dalam air, maka ia tidak akan menghalangi jalannya kapal (perahu) maka hakikat yang sebenarnya tiada sesuatu benda apapun yang ada maujud di samping Allah untuk menghijab engkau dari Allah hanya engkau sendiri mengira bayangan itu sebagai sesuatu yang maujud. Lain contoh : Seorang yang bermalam di suatu tempat, tiba-tiba pada malam hari ketika ia akan buang air terdengar suara angin yang menderu masuk ke lobang sehingga persis sama dengan suara harimau, maka ia tidak berani keluar, tiba-tiba pada pagi hari ia tidak melihat bekas-bekas harimau maka ia tahu bahwa itu hanya tekanan angin yang masuk ke lobang, maka ia tiada tertahan karena harimau, hanya karena perkiraan adanya harimau.
172. اِسْتِشْرَافُكَ أَنْ يَعْلَمَ الْخَلْقُ بِخُصُوصِيَّتِكَ دَلِيلٌ عَلَى عَدَمِ صِدْقِكَ فِي عُبُودِيَّتِكَ.
Keinginanmu untuk diketahui orang, tentang sesuatu dari keistimewaanmu itu, sebagai buktı tidak adanya kejujuranmu dalam kehambaanmu. Keistimewaan yang diberikan Allah kepada makhluk itu berupa ilmu, atau amal shalih, yang seharusnya dalam mengamal keduanya itu harus semata-mata untuk mendapat keridhaan Allah asalkan sudah beres dengan Allah itulah yang penting, karena itu jika dipergunakan untuk pameran dan ditonjol-tonjolkan untuk mendapat pujian orang, maka r yata baiwa rasa kehambaannya kepada Allah belum betul (belum jujur). Nabi Isa as. berkata : Jika orang berpuasu, maka hendaknya me- ninyaki rambutnya dan membasahi bibirnya, supaya jika dilihat orang disangka tidak puasa, begitu pula jika bersedekah hendaknya memberi Jengan tangan kanan dan disembunyikan dari tangan kiri, dan jika sembahyang ham tenutup tabir rumahnya, sebab Allah membagi pujian itu sebagaiman. membagi rizqi.
Abu Abdullah Al-Qurasyi berkata : Siapa yang tidak puas dengan pendengaran dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan perkataannya, maka pasti kemasukan riya'.
Firman Allah :
أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (فصلت: ٥٣)
Apakah engkau tidak merasa cukup dengan Tuhanmu, bahwa la menyaksikan dan mengetahui segala sesuatu.
Abul-Khair Al-Aqtha berkata : Siapa yang ingin supaya amalnya diketahui orang, maka itu riya' dan siapa yang ingin diketahui orang hal keistimewaannya maka itu pendusta.
Abu Abbas Almarsy berkata : Siapa yang ingin terkenal, maka ia budaknya terkenal, dan siapa yang ingin tersembunyi, maka ia budaknya tersembunyi, dan siapa yang benar-benar merasa sebagai hamba Allah, maka terserah pada Allah apakah diterangkan atau disembunyikan. yakni sama saja yang penting ia beramal karena Allah.
Keinginanmu untuk diketahui orang, tentang sesuatu dari keistimewaanmu itu, sebagai buktı tidak adanya kejujuranmu dalam kehambaanmu. Keistimewaan yang diberikan Allah kepada makhluk itu berupa ilmu, atau amal shalih, yang seharusnya dalam mengamal keduanya itu harus semata-mata untuk mendapat keridhaan Allah asalkan sudah beres dengan Allah itulah yang penting, karena itu jika dipergunakan untuk pameran dan ditonjol-tonjolkan untuk mendapat pujian orang, maka r yata baiwa rasa kehambaannya kepada Allah belum betul (belum jujur). Nabi Isa as. berkata : Jika orang berpuasu, maka hendaknya me- ninyaki rambutnya dan membasahi bibirnya, supaya jika dilihat orang disangka tidak puasa, begitu pula jika bersedekah hendaknya memberi Jengan tangan kanan dan disembunyikan dari tangan kiri, dan jika sembahyang ham tenutup tabir rumahnya, sebab Allah membagi pujian itu sebagaiman. membagi rizqi.
Abu Abdullah Al-Qurasyi berkata : Siapa yang tidak puas dengan pendengaran dan penglihatan Allah dalam amal perbuatan dan perkataannya, maka pasti kemasukan riya'.
Firman Allah :
أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (فصلت: ٥٣)
Apakah engkau tidak merasa cukup dengan Tuhanmu, bahwa la menyaksikan dan mengetahui segala sesuatu.
Abul-Khair Al-Aqtha berkata : Siapa yang ingin supaya amalnya diketahui orang, maka itu riya' dan siapa yang ingin diketahui orang hal keistimewaannya maka itu pendusta.
Abu Abbas Almarsy berkata : Siapa yang ingin terkenal, maka ia budaknya terkenal, dan siapa yang ingin tersembunyi, maka ia budaknya tersembunyi, dan siapa yang benar-benar merasa sebagai hamba Allah, maka terserah pada Allah apakah diterangkan atau disembunyikan. yakni sama saja yang penting ia beramal karena Allah.