Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

036. مَا اسْتُودِعَ فِي غَيْبِ السَّرَائِرِ ظَهَرَ فِي شَهَادَةِ الظَّوَاهِرِ.

Apa yang tersembunyi dalam rahasia ghaib, yaitu yang berupa nur Ilahi dan ma’rifat, pasti akan tampak bekas (pengaruhnya) pada anggota lahir.

Abu Hafash berkata : Bagusnya adab kesopanan lahir, membukti- kan adanya adap yang di dalam batin. Rasulullah saw. ketika melihat seorang yang main-main tangannya ketika sembahyang, maka Rasulullah saw. bersabda :

لَوْ خَشَعَ قَلْبُهُ لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ.

Andaikan khusyu’ hati orang itu, niscaya khusyu’ semua anggota badannya.

Abu Thalib Almakky berkata : Allah telah menunjukkan tanda bukti seorang kafir, yaitu bila disebut nama Allah saja mereka mengejek dan enggan tidak mau menerima.

Firman Allah :

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (الزمر: ٤٥)

Apabila disebut nama Allah saja (sendiri), cemas dan muak hati orang-orang yang tidak percaya kepada akherat, sebaliknya bila disebut nama-nama selain nama Allah, mereka gembira, menerima dan puas.

(S. Azzumar 45).

Di dalam ayat ini Allah menyatakan sendiri perbedaan antara jiwa orang mukmin yang merasa puas jika dikatakan kepadanya. Ini dari Allah, sedang orang kafir tidak merasa puas, bahkan keberatan kepadanya sesuatu terjadi semata-mata karena kekuasaan dan kehendak Allah. Dan ini pula merupakan perbedaan antara iman tauhid dengan syirik.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

224. لاَ يَزِيدُ فِي عِزِّهِ إِقْبَالُ مَنْ أَقْبَلَ عَلَيْهِ، وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ عِزِّهِ إِدْبَارُ مَنْ أَدْبَرَ عَنْهُ.

Tidak menambah kemuliaan (kejayaan) Allah datang (menghadap)nya orang yang taat kepadaNYa, dan tidak mengurangi kemuliaan Allah menjauhnya orang yang menjauh daripadaNya. Sebab sifat kemuliaan/kejayaan Allah adalah sifat dzatNya, karena itu tidak dapat bertambah dan tidak berkurang, Allah dzat yang mulia sebelum adanya makhluk, dan tetap kejayaan kemulyaan itu sesudah menjadikan makhluk.

Hikam Ibnu 'Atoillah

033. مَا تَوَقَّفَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِرَبِّكَ، وَلاَ تَيَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِنَفْسِكَ.

Tidak akan terhenti (macet) suatu permintaan yang semata-mata engkau minta (engkau sandarkan) kepada kurnia (kekuasaan) Tuhanmu, dan tidak mudah tercapai permintaan (pengharapan) yang engkau sandar- kan kepada kekuatan dan daya upaya serta kepandaian dirimu sendiri.

Hikam Ibnu 'Atoillah

061. لاَ عَمَلَ أَرْجَى لِلْقَبُولِ مِنْ عَمَلٍ يَغِيبُ عَنْكَ شُهُودُهُ وَيَحْتَقِرُ عِنْدَكَ وُجُودُهُ.

Tiada suatu amal kebaikan yang dapat diharapkan diterima oleh Allah, melebihi dari amal yang terlupa olehmu adanya dan remeh/kecil dalam pandanganmu kejadiannya. Amal kebaikan yang pasti diterima oleh Allah, yaitu jika merasa bahwa amal itu semata-mata terjadi karena taufiq hidayah dari Allah, kemudian ia tidak berbangga dengan amal itu, dan tidak merasa seolah- olah sudah cukup baik dengan adanya amal itu. Karena amal itu telah ditujukan kepada keridhaan Allah, maka tidak usah diingat-ingat lagi. Sebab siapa yang merasa sudah beramal, jarang sekali yang tidak merasa ujub/bangga dengan amalnya itu. Dan itu suatu bahaya bagi amal itu.

Disalin