Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

020. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْءٌ وَهُوَ أَظْهَرُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas (tampak) dari segala sesuatu.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

246. مَتَى أَلَمَّكَ عَدَمُ إِقْبَالِ النَّاسِ عَلَيْكَ أَوْ تَوَجُّهُهُمْ بِالذَّمِّ إِلَيْكَ، فَارْجِعْ إِلَى عِلْمِ اللهِ فِيكَ، فَإِنْ كَانَ لاَ يُقْنِعُكَ عِلْمُهُ، فَمُصِيبَتُكَ بِعَدَمِ قَنَاعَتِكَ بِعِلْمِهِ أَشَدُّ مِنْ مُصِيبَتِكَ بِوُجُودِ الْأَذَى مِنْهُمْ.

Apabila menyakitkan hatimu (menyedihkan hatimu) tidak menghadapnya orang-orang kepadamu, atau celaan orang-orang kepadamu, maka selidikilah apa yang diketahui Allah dari perbuatanmu (maka koreksilah keadaan diri yang sebenarnya menurut apa yang diketahui oleh Allah), maka apabila engkau belum puas dengan apa yang sebenarnya telah diketahui oleh Allah itu, maka bala' yang menimpa kepadamu karena tidak puas terhadap yang telah diketahui oleh Allah itu, lebih besar dari bala' sekedar diganggu oleh sesama manusia. Seharusnya seorang hamba hanya memperhatikan ridha dan murka Tuhannya saja, tidak gembira kecuali jika diridhai oleh Tuhan dan tidak sedih kecuali jika dimurkai oleh Tuhan, adapaun puji dan celaan orang, maka tidak harus dihiraukan, sebab jika engkau di sisi Allah baik, maka biarpun dicela oleh semua manusia niscaya engkau tetap baik dan untung, sebaliknya jika engkau busuk disisi Allah, maka walaupun engkau dipuji- puji oleh semua manusia, maka engkau tetap tersiksa dan binasa. Contohnya para Nabi, Rasul dan wali mereka tidak selamat dari makian orang. Karena itu kewajibanmu ialah membereskan dan memperbaiki hubungan dengan Allah, asal sudah beres sudah cukup baik.

Hikam Ibnu 'Atoillah

068. لاَ تُفْرِحْكَ الطَّاعَةُ لِأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ، وَافْرَحْ بِهَا لِأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللهِ إِلَيْكَ. قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ.

Jangan merasa gembira atas perbuatan taat (bakti) karena engkau merasa telah dapat melaksanakannya, tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai kurnia taufiq, hidayat dari Allah kepadamu. Katakanlah : Karena merasa mendapat kurnia dan rahmat Allah, mereka harus gembira. Itulah yang lebih baik daripada yang dapat mereka kumpulkan.

(Yunus 58)

Gembira atas perbuatan taat itu jika karena merasa mendapat kehormatan kurnia dan rahmat Allah sehingga dapat melakukan taat, maka itu baik. Sebaliknya jika gembira karena merasa diri sudah kuat dan sanggup melaksanakan taat, maka ini menimbulkan ujub/sombong dan bangga yang akan membinasakan amal taat itu.

Hikam Ibnu 'Atoillah

271. مَنْ بُورِكَ لَهُ فِي عُمْرِهِ أَدْرَكَ فِي يَسِيرٍ مِنَ الزَّمَنِ مِنْ مِنَنِ اللهِ تَعَالَى مَا لاَ يَدْخُلُ تَحْتَ دَوَائِرِ الْعِبَارَةِ وَلاَ تَلْحَقُهُ الْإِشَارَةُ.

Siapa yang diberi berkah umur (usia)nya, maka dapat mencapai dalam masa yang singkat dari kurnia Allah yang tidak dapat dihitung oleh kata-kata, dan tidak dapat dikejar oleh isyarat. (Yakni tidak terhitung dan tidak terbatas). Usia (umur) yang berkah itu ialah jika Allah memberi kesadaran terhadap seseorang untuk mempergunakan kesempatan yang ada padanya untuk amal kebaikan, sebab ada kalanya amal kebaikan jika tepat pada sasarannya dapat mencapai apa yang tidak tercapai dalam masa seribu bulan.

Rasulullah saw. bersabda : Amal kebaikan (albirr) itu menambah umur. Bukan bertambah masanya, tetapi kebesaran hasil yang didapat pada usia itu. Abdul-Abbas Almarsy ber mdulillah waktu- waktu kami semuanya berupa lailatul-ga kni semua waktu- waktunya diisi penuh dengan kelakuan dan amal yang sangat berguna.

Disalin