Langkau ke kandungan
Alhiyara
Alhiyara
Hikam Ibnu 'Atoillah

009. تَنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ الْأَعْمَالِ لِتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الْأَحْوَالِ.

Beraneka warna jenis amal perbuatan, karena bermacam-macam pula pemberian karunia Allah yang diberikan kepada hambanya. Karena itu tiap orang shalih yang menuju ke suatu maqam (tingkat) harus mengerti dalam ibadat yang mana ia rasakan nikmat ibadat,

maka disitulah akan terbuka baginya, apakah dalam sembahyang atau puasa dan lain-lainnya.

Petikan lain
Hikam Ibnu 'Atoillah

233. لاَ تَطْلُبَنَّ بَقَاءَ الْوَارِدَاتِ بَعْدَ أَنْ بَسَطَتْ أَنْوَارَهَا عَلَيْكَ وَأَوْدَعَتْ أَسْرَارَهَا، فَلَكَ فِي اللهِ غِنًى عَنْ كُلِّ شَيْءٍ، وَلَيْسَ يُغْنِيكَ عَنْهُ شَيْءٌ.

Jangan minta tetapnya itu warid setelah kau merasakan (mendapatkan) buah terangnya nur (cahaya)nya, dan tertangkap semua rahasia-rahasianya, maka cukup bagimu mengabdi kepada Allah sehingga tidak membutuhkan sesuatu yang lainnya, sebab tidak ada sesuatu yang dapat mencukupi sehingga tidak berhajat kepada Allah.

Ketahuilah bahwa semua isi alam, dan segala nur, tingkat-tingkat magam kewalian dan lain-lainnya itu, semata-mata kurnia Allah kepada anak Adam, karena itu manusia tidak boleh bergantung kepada semua itu, adanya itu atau tidak adanya sama saja, tidak boleh menggoncangkan jiwa manusia, selama ada Allah yang memberi itu semua. Dunia dibuat oleh Allah untuk manusia, dan manusia dijadikan untuk mengabdi kepada Allah. Karena itu manusia harus merasa kaya dengan adanya Allah, sehingga tidak boleh menyandar (menggantungkan) pada sesuatu selain Allah.

Hikam Ibnu 'Atoillah

162. مَطْلِعُ الْأَنْوَارِ الْقُلُوبُ وَالْأَسْرَارُ.

Tempat terbitnya berbagai nur cahaya Ilahi itu dalam hati manusia dan rahasia-rahasianya. Bintang ilmu dan bulan ma'rifat dan matahari tauhid semuanya bersarang dan terbit hanya pada hati manusia.

Rasulullah saw. bersabda : Allah telah berfirman :

لَمْ يَسَعْنِي أَرْضِي وَلَا سَمَائِي، وَلَكِنْ وَسِعَنِي قَلْبُ عَبْدِي الْمُؤْمِنِ.

Tidak cukup untukKu langit dan bumiKu, tetapi yang cukup bagiku hanya hati hambaKu yang beriman (mukmin). Abdul-Hasan Asysyadzily berkata : Andaikan Allah membuka penerangan nur seorang mukmin yang berbuat dosa, niscaya memenuhi antara langit dan bumi, maka bagaimanakah dengan nur cahaya seorang mukmin yang taat. Abul-Abbas Almarsy berkata : Andaikan Allah membuka hakikat kewalian seorang wali, niscaya akan disembah orang, sebab ia bersifat dengan sifat-sifat Allah swt. Andaikan Allah membuka nur cahaya hati para walinya, niscaya akan sirna cahaya matahari, bukan karena kuat nur para wali itu tetapi karena nur matahari dan bulan dapat hapus dengan gerhana, sedang nur para wali itu tidak ada gerhananya. Sesungguhnya matahari terbenam di waktu malam. Sedang matahari hati itu tidak terbenam untuk selamanya.

Disalin