Seorang mukmin sibuk memuji syukur kepada Allah, sehingga tidak sempat memandang diri (memuji diri) sendiri, sebagaimana ia sibuk menunaikan kewajiban-kewajiban terhadap Allah, sehingga lupa kepentingan diri. Memuji diri, ialah merasa telah berbuat amal kebaikan. Sedang hakikat mukmin itu apabila tidak merasa mempunyai kebaikan sendiri, hanya semua itu semata-mata pemberian kurnia Allah, sebagaimana ia lupa kepentingan diri sendiri karena sibuk menunaikan kewajiban- kewajibannya terhadap Allah ta’ala.
040. تَشَوُّفُكَ إِلَى مَا بَطَنَ فِيكَ مِنَ الْعُيُوبِ خَيْرٌ مِنْ تَشَوُّفِكَ إِلَى مَا حُجِبَ عَنْكَ مِنَ الْغُيُوبِ.
Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.
Usahamu untuk mengetahui ciri-ciri yang masih ada di dalam dirimu, itu lebih baik dari usahamu untuk terbukanya bagimu tirai ghaib. Kata orang arif : Jadilah hamba Allah yang selalu ingin mencapai Istigamah, dan jangan menjadi hamba yang menuntut keramat. Istigamah berarti menunaikan kewajiban, sedang keramat berarti menuntut kedudukan. Sedang karamah atau kedudukan yang diberikan Allah kepada seorang wali itu, sebagai hasil dari Istigamah. Istiqamah berarti tetap dalam Ubudiyah, tidak berubah iman kepercayaannya kepada Allah, ke Tuhanan Allah, kekuasaan Allah dan kebijaksanaan Allah, baik dalam sehat atau sakit, senang atau susah, suka atau duka, kaya atau miskin.
062. إِنَّمَا أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِتَكُونَ بِهِ عَلَيْهِ وَارِدًا.
Sesunggunya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengertian atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kebesaran kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
Sesunggunya Tuhan memberikan kepadamu warid (yaitu ilmu pengertian atau perasaan dalam hati, sehingga mengenal dan merasa benar-benar akan kebesaran kurnia rahmat Allah), hanya semata-mata supaya kau mendekat dan masuk ke hadirat Allah.
094. مَتَى فَتَحَ لَكَ بَابَ الْفَهْمِ فِي الْمَنْعِ عَادَ الْمَنْعُ عَيْنَ الْعَطَاءِ.
Apabila Allah membukakan bagimu pengertian (faham) tentang penolakanNya, maka berubahlah penolakan itu berarti (menjadi) pemberian. bijaksanaanNya dalam apa yang dijauhkannya daripadamu, maka itu berarti suatu kurnia Tuhan kepadamu, sehingga terasa olehmu keselamatanmu dunia dan akheratmu.
Apabila Allah membukakan bagimu pengertian (faham) tentang penolakanNya, maka berubahlah penolakan itu berarti (menjadi) pemberian. bijaksanaanNya dalam apa yang dijauhkannya daripadamu, maka itu berarti suatu kurnia Tuhan kepadamu, sehingga terasa olehmu keselamatanmu dunia dan akheratmu.